Motorola Kuasai 50 Persen Pasar Ponsel Lipat AS, Samsung Terjungkelan

Jumali
Jumali Jum'at, 10 Juli 2026 15:37 WIB
Motorola Kuasai 50 Persen Pasar Ponsel Lipat AS, Samsung Terjungkelan

Moto Edge 2022 - GSM Arena

Harianjogja.com, JOGJA—Peta persaingan di pasar ponsel lipat dunia dipastikan berubah drastis. Di saat publik masih terpaku pada dominasi Samsung dan rumor kehadiran iPhone lipat pertama dari Apple, sebuah nama legendaris yang sempat meredup justru bangkit dengan gemilang.

Motorola, vendor yang identik dengan ponsel ikonik RAZR V3 di era 2000-an, kini berhasil mencuri perhatian dengan menguasai separuh pasar ponsel lipat di Amerika Serikat (AS). Bagi masyarakat awam yang mungkin masih mengingat Motorola sebagai ponsel gesit di masa lalu, kabar ini membuktikan bahwa sang legenda mampu beradaptasi dengan tren teknologi terbaru dan kembali menjadi ancaman serius bagi para raksasa.

Berdasarkan laporan terbaru dari lembaga riset International Data Corporation (IDC) pada Maret 2026, Motorola berhasil mencatatkan penetrasi yang impresif di pasar ponsel lipat. Tidak tanggung-tanggung, merek ini dilaporkan sukses mengantongi 50% pangsa pasar (market share) ponsel lipat di AS, sekaligus mengungguli Samsung dan Google yang notabene lebih dulu memperkokoh ekosistem foldable mereka di negara tersebut.

Tren positif ini tidak hanya terjadi di Negeri Paman Sam. Laporan IDC yang sama merinci bahwa Motorola sukses menguasai 55% pangsa pasar di kawasan Amerika Latin serta mengamankan sekitar 13% porsi pasar di Eropa. Secara agregat di pasar global, Motorola kini menggenggam sekitar 14% pangsa pasar HP lipat dunia.

Keberhasilan ini menjadi lebih mengejutkan karena Motorola selama ini hanya mengandalkan ponsel lipat model clamshell (lipat vertikal) dari seri Razr-nya, yang bersaing langsung dengan Galaxy Z Flip dari Samsung.

Sementara Samsung memiliki portofolio yang lebih luas, mencakup model lipat vertikal dan buku (horizontal). Salah satu kunci sukses Motorola adalah strategi harga yang agresif. Harga jual ponsel lipat Motorola yang lebih terjangkau dibandingkan kompetitor, seperti Galaxy Z Flip 7, menjadi daya tarik utama bagi konsumen di AS.

Meski mencatatkan kinerja moncer, jalan Motorola untuk mempertahankan takhta dipastikan tidak mudah. Tantangan besar sudah menanti, mulai dari Apple yang diisukan bakal merilis iPhone lipat pertamanya dalam waktu dekat, hingga kompetitor tangguh eksis seperti Samsung dan Honor.

Untuk menghadapi ketatnya persaingan, Motorola merilis amunisi terbaru, Razr Fold, pada Mei 2026, yang menjadi ponsel lipat model buku (horizontal) pertama mereka.

Razr Fold hadir sebagai flagship yang siap bersaing di kelas premium. Ponsel ini mengusung layar utama 8,09 inci, baterai jumbo 6.000mAh, dan ditenagai prosesor Snapdragon 8 Gen 5. Di sektor fotografi, Razr Fold meraih penghargaan DXOMARK Gold dengan skor 164, yang merupakan skor tertinggi untuk ponsel lipat. Ini berkat sistem tiga kamera belakang 50MP yang dipimpin sensor Sony LYTIA 828, yang dinilai andal untuk menangkap gambar jernih dengan detail kaya di berbagai kondisi cahaya.

Razr Fold dibanderol dengan harga mulai £1.799,99 (sekitar Rp43 jutaan) di Inggris. Bagi pembaca di Indonesia yang mengikuti perkembangan gadget, kebangkitan Motorola ini menjadi sinyal bahwa persaingan di pasar ponsel lipat akan semakin seru dan memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online