Perang Talenta AI Memanas, Ilmuwan Google Berpaling ke Anthropic

Jumali
Jumali Minggu, 12 Juli 2026 17:27 WIB
Perang Talenta AI Memanas, Ilmuwan Google Berpaling ke Anthropic

Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan - Ilustrasi/Freepik


Harianjogja.com, JOGJA—Kompetisi pengembangan kecerdasan buatan (AI) antar raksasa teknologi Amerika Serikat semakin sengit, dan perburuan talenta menjadi medan pertempuran utama.

Terkini, John Jumper, ilmuwan peneliti AI senior di Google DeepMind, mengumumkan rencananya meninggalkan perusahaan untuk bergabung dengan Anthropic. Kepergiannya menandai gelombang terbaru sosok petinggi yang "kabur" dari Google, menyusul langkah serupa sejumlah ilmuwan ternama sebelumnya.

Jumper bukanlah nama sembarangan di dunia AI. Pada 2024, ia memenangkan penghargaan Nobel bersama CEO Google DeepMind Demis Hassabis. Jumper paling dikenal sebagai co-creator AlphaFold, terobosan AI yang memprediksi lebih dari 200 juta struktur protein. Inovasi ini telah memangkas durasi penelitian medis dan biologis selama bertahun-tahun, membuka jalan bagi penemuan obat-obatan baru dan pemahaman lebih dalam tentang penyakit. AlphaFold dianggap sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah AI dan sains modern.

"Setelah hampir 9 tahun, saya memutuskan meninggalkan Google DeepMind untuk bergabung ke Anthropic," tulis Jumper dalam postingan di X, dikutip dari Reuters, Minggu (12/7/2026).

Meski hengkang, ia menggambarkan Google DeepMind sebagai "tempat yang istimewa" dan menunjukkan minatnya yang berkelanjutan pada penemuan-penemuan masa depannya. Namun, keputusannya bergabung ke Anthropic menunjukkan bahwa startup tersebut menawarkan sesuatu yang lebih menarik, baik dari segi tantangan penelitian maupun fleksibilitas kerja.

Kepergian Jumper diumumkan hanya beberapa hari setelah Noam Shazeer, VP Engineering Google dan co-lead model Gemini AI, mengatakan ia berencana meninggalkan raksasa mesin pencari untuk bergabung ke OpenAI. Dua eksodus besar dalam waktu berdekatan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengamat bahwa Google mulai kehilangan talenta terbaiknya di bidang AI. Sementara itu, Anthropic dan OpenAI, dua startup yang didukung oleh investor besar, terus memperkuat tim peneliti mereka dengan menggaet ilmuwan-ilmuwan papan atas dari perusahaan kompetitor.

Menurut laman LinkedIn-nya, Jumper menjabat sebagai VP, Engineering Fellow, di Google DeepMind. Ia pindah ke Anthropic pada saat startup tersebut terlibat dalam pertempuran hukum dan regulasi yang berisiko tinggi dengan pemerintah AS. Namun, hal ini tidak menyurutkan minatnya untuk bergabung. Anthropic sendiri akan menyelenggarakan acara sains pada 30 Juni mendatang. Startup tersebut tidak segera menanggapi permintaan komentar, tetapi langkah perekrutan Jumper menunjukkan ambisi besar mereka untuk bersaing di level tertinggi.

Analis D.A. Davidson, Gil Luria, menilai bahwa perang talenta ini memberikan keuntungan bagi OpenAI dan Anthropic dibandingkan perusahaan besar seperti Google. "Permintaan talenta riset AI sangat tinggi, sehingga laboratorium riset AI terdepan bersedia melakukan apa pun untuk menambah talenta mereka. Hal ini memberikan keuntungan bagi OpenAI dan Anthropic dibandingkan perusahaan besar seperti Google karena mereka dapat menjanjikan birokrasi yang lebih sedikit dan upaya yang lebih terfokus pada pengembangan Superintelijen," ujarnya. Pernyataan ini menjadi kunci mengapa banyak ilmuwan memilih startup dibandingkan raksasa teknologi yang sudah mapan.

Juru bicara Google DeepMind menyampaikan respons melalui email kepada Reuters. "Kami berterima kasih atas kontribusi signifikan John terhadap pekerjaan Google DeepMind dalam memajukan sains dan AI. Kami mendoakan yang terbaik untuknya di babak selanjutnya," demikian pernyataan resmi perusahaan.

Respons ini menunjukkan bahwa meskipun kehilangan talenta besar, Google berusaha tetap profesional dan tidak menunjukkan permusuhan. Namun, kekhawatiran tentang masa depan inovasi AI di Google tetap menjadi pertanyaan besar bagi para investor dan pengamat industri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online