OJK Lantik 5 Pejabat Baru, Perkuat Pengawasan Emiten dan Kripto
OJK melantik lima pejabat baru untuk memperkuat pengawasan pasar modal, aset kripto, transformasi organisasi, dan sektor jasa keuangan.
Ilustrasi Starlink.Starlink/SpaceX
Harianjogja.com, JAKARTA— Minat investor Indonesia terhadap tokenisasi saham Amerika Serikat (Tokenized US Stocks) terus meningkat seiring berkembangnya ekosistem aset digital berbasis blockchain. Saham perusahaan teknologi global seperti SpaceX, Nvidia, Tesla, MicroStrategy, hingga Apple menjadi instrumen yang paling banyak dipilih untuk memperluas diversifikasi investasi ke pasar internasional.
Data internal Bittime menunjukkan tren tersebut semakin menguat. Dalam 48 jam setelah peluncuran fitur Flexible Earn, kepemilikan Tokenized US Stocks meningkat 106 persen, sementara sekitar 96 persen dana baru mengalir ke tokenisasi saham bertema kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), terutama Nvidia, Meta, dan Microsoft.
Investor Makin Terbuka Diversifikasi ke Pasar Global
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan peningkatan minat tersebut menunjukkan investor domestik semakin terbuka memanfaatkan teknologi blockchain untuk memperoleh akses ke perusahaan-perusahaan global.
"Tokenisasi membuka akses yang lebih mudah bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur ke perusahaan-perusahaan global. Kami melihat minat terhadap aset ini terus meningkat di tengah perkembangan ekosistem aset digital," ujar Ryan dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).
Menurut Ryan, komposisi kepemilikan aset di platform Bittime juga mencerminkan kecenderungan investor memilih emiten dengan prospek pertumbuhan jangka panjang.
SpaceX hingga Apple Dominasi Portofolio
Bittime mencatat lima Tokenized US Stocks dengan kepemilikan terbesar pada pekan lalu meliputi:
SpaceX (SPCXX)
Nvidia (NVDAX)
Tesla (TSLAX)
MicroStrategy (MSTRX)
Apple (AAPLX)
Dominasi perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan investor Indonesia mulai membangun portofolio global melalui sektor yang berkembang pesat, seperti teknologi, kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik, hingga perusahaan yang berkaitan dengan ekosistem aset digital.
Industri Tokenisasi Diproyeksikan Tumbuh Pesat
Prospek industri tokenisasi aset di Indonesia juga dinilai masih sangat besar.
Berdasarkan data Tiger Research, nilai pasar tokenisasi aset atau Real World Assets (RWA) di Indonesia diproyeksikan mencapai US$88 miliar pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 31,7 persen.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh semakin kuatnya ekosistem digital nasional yang dinilai mampu mempercepat adopsi aset berbasis blockchain.
Tiger Research juga menilai meningkatnya minat investor terhadap Tokenized US Stocks dipengaruhi kemudahan akses untuk memiliki eksposur terhadap perusahaan-perusahaan global melalui teknologi blockchain.
Bittime Hadirkan Flexible Staking
Ryan menjelaskan Bittime menyediakan salah satu lini Tokenized US Stocks terlengkap di antara platform aset digital lokal.
Instrumen yang tersedia mencakup tokenisasi saham Nvidia, Microsoft, Apple, Amazon, Alphabet (Google), Meta, Tesla, serta sejumlah exchange traded fund (ETF) berbasis teknologi.
Selain itu, Bittime menjadi exchange aset kripto berlisensi pertama di Indonesia yang menghadirkan fitur Flexible Staking pada Tokenized US Stocks dengan potensi imbal hasil hingga 7 persen annual percentage rate (APR).
Melalui fitur tersebut, investor dapat memperoleh potensi pendapatan tambahan tanpa kehilangan fleksibilitas dalam mengelola aset.
"Inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab karakteristik saham Amerika Serikat yang umumnya memiliki tingkat imbal hasil dividen (dividend yield) lebih rendah dibandingkan saham di Indonesia," imbuhnya.
Ryan menilai perkembangan pasar tokenisasi aset akan memperluas pilihan investasi masyarakat Indonesia ke depan.
"Kami melihat Tokenized US Stocks menjadi salah satu segmen yang berpotensi tumbuh seiring dengan meningkatnya kebutuhan diversifikasi investasi dan dukungan regulasi yang semakin kuat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
National Geographic memilih 25 destinasi wisata dunia untuk 2027. Penang, Malaysia, menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara dalam daftar.
PSIM Jogja kehilangan Ze Valente untuk dua laga kandang melawan Borneo FC dan Dewa United setelah Komdis PSSI menjatuhkan hukuman tambahan.
Memori HP cepat penuh saat mengedit foto dan video? Kenali penyebabnya dan simak cara mengelola cache serta file sementara dengan aman.
Grand Hotel De Djokja meraih penghargaan Best Indonesian Heritage Hotel dari Exquisite Media atas komitmennya melestarikan warisan sejarah berusia 115 tahun.
AS Roma menjamu Cagliari pada 28 Oktober 2026 pukul 02.45 WIB. Simak prediksi laga, kondisi tim, dan perkiraan susunan pemain.