Indonesia Borong 2 Emas di WCS Guiyang, Raharjati-Rajiah Juara
Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah meraih emas mixed relay WCS Guiyang 2026 dengan catatan waktu 11,35 detik.
Ponsel pintar, aplikasi ponsel ilustrasi - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ancaman kejahatan siber kembali mengintai pengguna smartphone Android. Kali ini, firma keamanan siber McAfee mengungkap keberadaan 15 aplikasi berbahaya yang diduga menjadi sarana penjahat digital untuk mencuri data pribadi, mengakses informasi keuangan, hingga berpotensi menguras saldo rekening korban.
Temuan tersebut menjadi peringatan penting bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, sebagian aplikasi yang masuk daftar berbahaya itu pernah beredar melalui Google Play Store dan telah diunduh jutaan kali oleh pengguna di berbagai negara.
Menurut laporan McAfee, mayoritas aplikasi tersebut menggunakan modus yang dikenal sebagai Spy Loan. Modus ini memanfaatkan kedok layanan pinjaman online (pinjol) untuk menjebak korban menyerahkan data sensitif secara sukarela.
Pelaku biasanya membuat aplikasi yang tampak meyakinkan dengan nama, logo, serta tampilan antarmuka yang menyerupai platform keuangan resmi. Untuk menarik perhatian calon korban, mereka memasang iklan di media sosial dengan janji proses pencairan cepat, syarat mudah, dan bunga yang terlihat menguntungkan.
Ketika aplikasi berhasil dipasang, pengguna akan diminta mengisi berbagai informasi pribadi, mulai dari identitas, nomor telepon, alamat, hingga data keuangan tertentu. Informasi tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk berbagai tindakan penyalahgunaan, termasuk intimidasi, penagihan tidak wajar, hingga pencurian data.
McAfee menyebut serangan ini tidak hanya menyasar satu wilayah tertentu. Korban ditemukan di berbagai negara Asia Selatan, Amerika Selatan, Afrika, termasuk Indonesia yang menjadi salah satu pasar terbesar pengguna Android.
Yang mengkhawatirkan, total unduhan dari 15 aplikasi tersebut mencapai sekitar 8 juta kali secara global. Dari jumlah itu, sekitar 2 juta unduhan berasal dari Indonesia.
Berikut daftar aplikasi yang masuk kategori berbahaya menurut temuan McAfee:
Meski aplikasi-aplikasi tersebut dilaporkan sudah tidak tersedia lagi di Google Play Store, risiko tetap mengintai pengguna yang masih menyimpannya di perangkat.
Karena itu, masyarakat yang merasa pernah mengunduh salah satu aplikasi di atas disarankan segera melakukan uninstall. Langkah berikutnya adalah memeriksa izin aplikasi yang masih aktif di ponsel, melakukan pemindaian menggunakan perangkat lunak keamanan terpercaya, serta mengganti kata sandi akun-akun penting seperti email, mobile banking, dan media sosial.
Pengguna juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap aplikasi pinjaman online yang menawarkan keuntungan tidak masuk akal. Sebelum mengunduh aplikasi keuangan, pastikan layanan tersebut terdaftar dan diawasi oleh otoritas resmi, memiliki ulasan yang kredibel, serta berasal dari pengembang yang jelas.
Di tengah meningkatnya aktivitas digital masyarakat, ancaman siber kini tidak lagi hanya datang melalui email phishing atau tautan palsu. Aplikasi yang terlihat meyakinkan pun dapat menjadi pintu masuk pencurian data. Oleh karena itu, kehati-hatian saat memasang aplikasi menjadi salah satu langkah paling efektif untuk melindungi data pribadi dan keamanan finansial dari tangan pelaku kejahatan siber.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah meraih emas mixed relay WCS Guiyang 2026 dengan catatan waktu 11,35 detik.
KM Virgo Transport 8 hilang kontak di sekitar Pulau Masalembu. Sebanyak 118 orang masih dicari dalam operasi SAR yang diperkuat Polri.
Sebanyak 130 penumpang Kapal Virgo Transport 8 masih dicari setelah 113 orang dievakuasi dari total 243 penumpang.
Anak 7 tahun ditemukan meninggal di Sungai Winongo Kecil Bantul. Korban sempat shalat zuhur sebelum bermain seorang diri di sekitar sungai.
Presiden Dewan ICAO Toshiyuki Onuma meninjau fasilitas pelatihan dan navigasi udara Indonesia yang berstandar internasional.
Kereta kelinci membawa 46 warga Desa Beji terguling di Gunung Pegat Klaten. Empat penumpang masih menjalani perawatan di rumah sakit.