Apple Kalahkan Nvidia, Kapitalisasi Rp90.000 Triliun! Ini Strateginya

Jumali
Jumali Kamis, 30 Juli 2026 08:07 WIB
Apple Kalahkan Nvidia, Kapitalisasi Rp90.000 Triliun! Ini Strateginya

Logo Apple - ist/apple inc

Harianjogja.com. JOGJA—Apple Inc untuk pertama kalinya hampir menyentuh kapitalisasi pasar senilai 5 triliun dolar AS pada perdagangan Selasa (29/7/2026). Pencapaian ini terjadi sehari setelah produsen iPhone tersebut secara resmi mengungguli Nvidia sebagai perusahaan publik paling berharga di dunia. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru bagi raksasa teknologi asal Cupertino tersebut.

Saham Apple Melonjak 25% di 2026

Saham Apple, yang dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalan pada Kamis (31/7/2026), telah melonjak sekitar 25 persen sepanjang tahun ini. Kenaikan ini mengungguli perusahaan-perusahaan teknologi berkapitalisasi besar lainnya, menjadikan Apple sebagai pemimpin di antara para raksasa teknologi . Pada perdagangan Selasa, saham Apple sempat menyentuh level tertinggi 342,89 dolar AS sebelum akhirnya sedikit melemah dan ditutup di level 340,08 dolar AS, dengan kapitalisasi pasar kembali berada di angka 4,99 triliun dolar AS atau setara Rp90,15 kuadriliun .

Strategi AI Apple yang Berbeda

Di tengah derasnya investasi perusahaan teknologi besar seperti Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft yang menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI), Apple justru mempertahankan belanja modal (capex) pada level yang relatif rendah. Apple memilih memanfaatkan layanan komputasi awan (cloud) dan teknologi AI milik Google dibanding membangun seluruh infrastrukturnya sendiri . Pada tahun 2025, strategi tersebut sempat membuat Apple tertinggal dibanding perusahaan teknologi lain karena investor khawatir perusahaan terlambat memanfaatkan tren AI. Kekhawatiran juga muncul akibat penundaan peluncuran Siri generasi terbaru yang baru akan hadir pada musim gugur tahun ini bersamaan dengan peluncuran iPhone terbaru.

Persaingan dengan Nvidia dan Program Baru

Persaingan antara Apple dan Nvidia menjadi simbol perebutan gelar perusahaan paling bernilai di dunia. Nvidia, yang memasok chip grafis (GPU) untuk sebagian besar model AI generatif, menjadi perusahaan pertama yang mencapai kapitalisasi pasar 5 triliun dolar AS pada Oktober lalu. Namun, sepanjang tahun ini saham Nvidia hanya naik sekitar 6 persen, jauh di bawah kenaikan saham Apple . Di sisi lain, saham Apple terus menguat meskipun perusahaan telah menaikkan harga sejumlah produknya akibat lonjakan biaya memori dan penyimpanan global.

Pada Selasa, Apple juga mengumumkan program baru bernama Upgrade yang memungkinkan pelanggan di Amerika Serikat (AS) menyewa iPhone dan produk Apple lainnya, alih-alih membeli secara langsung . Sebelumnya, pada bulan lalu Apple telah mengerek harga MacBook dan iPad sebagai kebijakan resmi pertama perusahaan untuk meneruskan kenaikan biaya memori dan penyimpanan kepada konsumen, setelah CEO Tim Cook menyatakan kenaikan biaya tersebut tidak lagi dapat dihindari.

Akhir Era Tim Cook

Laporan keuangan yang akan disampaikan pada Kamis nanti juga menjadi kesempatan yang terakhir bagi Tim Cook sebagai CEO Apple. Posisi itu selanjutnya akan diisi oleh John Ternus, yang dijadwalkan resmi menjabat mulai 1 September 2026 . Pengumuman ini menandai akhir dari era kepemimpinan Tim Cook yang telah memimpin Apple selama lebih dari satu dekade, menggantikan Steve Jobs.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online