Pacaran dengan AI Dilarang di China, Pengguna Kena Patah Hati Massal

Jumali
Jumali Kamis, 30 Juli 2026 09:47 WIB
Pacaran dengan AI Dilarang di China, Pengguna Kena Patah Hati Massal

Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah fenomena unik terjadi di China. Banyak warganya yang memilih berpacaran dengan kecerdasan buatan (AI). Praktik ini menjadi perhatian pemerintah karena dikhawatirkan memperparah krisis demografi. China, yang populasinya terus menyusut dan tingkat kelahiran anjlok ke rekor terendah, kini bahkan mengeluarkan aturan yang melarang warganya membangun hubungan percintaan dengan AI.

Aturan Larangan Pacaran dengan AI Resmi Berlaku

The Wall Streat mengungkapkan, aturan ini resmi berlaku sejak 15 Juli 2026 dan berdampak langsung pada perusahaan teknologi raksasa seperti Alibaba dan ByteDance. Mereka terpaksa menonaktifkan fitur chatbot yang memungkinkan pengguna membuat karakter AI khusus .

Doubao, chatbot AI paling populer di China milik ByteDance, menjadi salah satu korban pertama. Fitur custom persona yang memungkinkan pengguna menciptakan karakter AI dengan kepribadian dan gaya bicara khusus ditutup, meninggalkan banyak pengguna yang sudah membangun ikatan emosional dengan karakter mereka selama berbulan-bulan merasa patah hati.

Krisis Demografi dan Kekhawatiran AI Companion

Pada 2025, populasi China menyusut untuk keempat kalinya berturut-turut, dengan tingkat kelahiran di rekor terendah. India kini mengambil alih posisi China sebagai negara berpenduduk terbanyak di dunia. Salah satu penyebab yang dikhawatirkan para pemimpin China adalah generasi muda yang semakin enggan menikah dan memiliki anak, serta tren AI companion yang menjadi pilihan alternatif bagi mereka dalam membangun hubungan emosional .

Di China, tren AI companion meledak dalam beberapa tahun terakhir, dengan jutaan pengguna, terutama generasi muda dan wanita, membentuk ikatan emosional dengan karakter AI. Sebuah dokumenter bahkan mengungkap bahwa sebagian wanita China memilih AI pendamping karena merasa pria di dunia nyata tidak memiliki kesabaran seperti chatbot. Bagi pemerintah, tren ini bermasalah karena dianggap menghambat pernikahan dan kelahiran, sekaligus menimbulkan kekhawatiran tentang ketergantungan emosional yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mental.

Isi Aturan Baru dan Respons Perusahaan

Aturan baru pemerintah China menetapkan beberapa hal spesifik:

- Melarang hubungan virtual antara AI chatbot dengan pengguna di bawah umur.

- Membatasi layanan chatbot yang mendorong ketergantungan emosional.

- Mewajibkan chatbot pendamping menjalani evaluasi regulator sebelum ditawarkan ke publik.

- Memberikan wewenang kepada pemerintah untuk menutup layanan yang dianggap tidak aman.

Meskipun aturan ini lebih longgar dari rancangan awal yang lebih ketat, dampaknya tetap terasa. ByteDance menutup fitur custom persona Doubao secara mendadak, memicu reaksi emosional dari pengguna yang merasa kehilangan sahabat atau kekasih virtual mereka . Beberapa bahkan menangisi hilangnya karakter yang mereka bangun selama berbulan-bulan. Namun, aturan ini memberikan pengecualian untuk chatbot layanan pelanggan dan penggunaan bisnis lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online