China Masih Raja, Ini 5 Negara dengan Industri Otomotif Terbesar Dunia

Jumali
Jumali Jum'at, 31 Juli 2026 13:17 WIB
China Masih Raja, Ini 5 Negara dengan Industri Otomotif Terbesar Dunia

Produsen mobil listrik asal China, Neta (Antara)


Harianjogja.com, JOGJA—Transformasi menuju kendaraan listrik tidak menghambat laju industri otomotif global. Sebaliknya, perubahan teknologi tersebut justru menjadi mesin pertumbuhan baru yang mendorong peningkatan produksi kendaraan di berbagai negara sepanjang 2025.

Laporan berbagai lembaga industri menunjukkan pasar otomotif dunia masih tumbuh di tengah tantangan ekonomi global. Dukungan kebijakan pemerintah, meningkatnya permintaan kendaraan listrik, serta ekspansi produsen ke negara berkembang menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan tersebut.

Nilai industri manufaktur otomotif global bahkan diperkirakan mencapai sekitar US$2,6 triliun pada 2025. Angka tersebut memperlihatkan bahwa sektor otomotif tetap menjadi salah satu penggerak ekonomi terbesar dunia sekaligus arena persaingan teknologi yang semakin ketat.

Di tengah kompetisi tersebut, lima negara berhasil mempertahankan posisinya sebagai pusat produksi kendaraan terbesar dunia.

China Masih Sulit Tersaingi

China kembali menempati posisi teratas sebagai negara dengan industri otomotif terbesar di dunia. Data Organisation Internationale des Constructeurs d'Automobiles (OICA) menunjukkan produksi kendaraan negeri itu mencapai sekitar 34,53 juta unit sepanjang 2025.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 10,4% dibandingkan tahun sebelumnya dan menyumbang lebih dari sepertiga total produksi kendaraan global.

Dominasi China semakin terlihat pada segmen kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV). Produksi kendaraan listrik dan hybrid di negara tersebut mencapai sekitar 16,63 juta unit atau tumbuh hampir 29% secara tahunan.

Keunggulan rantai pasok baterai, kapasitas manufaktur yang besar, serta dukungan pemerintah menjadikan China sebagai pusat industri otomotif global saat ini.

Amerika Serikat Bertumpu pada Pasar Domestik

Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan produksi sekitar 10,24 juta kendaraan pada 2025.

Meski masih berada di bawah capaian sebelum pandemi Covid-19, pasar otomotif AS tetap menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Penjualan kendaraan di negara itu mencapai sekitar 16,7 juta unit.

Kekuatan utama industri otomotif Amerika berasal dari tingginya permintaan kendaraan jenis pickup dan SUV yang menjadi ciri khas pasar domestik mereka.

Jepang Andalkan Inovasi dan Efisiensi

Jepang mempertahankan posisinya sebagai produsen kendaraan terbesar ketiga dunia dengan produksi sekitar 8,41 juta unit sepanjang 2025.

Pertumbuhan produksi memang relatif terbatas, namun Jepang tetap unggul dalam pengembangan teknologi otomotif, terutama kendaraan hybrid dan elektrifikasi.

Keberadaan produsen besar serta jaringan pemasok komponen yang kuat membuat Jepang masih menjadi salah satu pusat inovasi industri otomotif dunia.

India Muncul Sebagai Kekuatan Baru

India menjadi negara dengan pertumbuhan paling menarik dalam beberapa tahun terakhir. Produksi kendaraan negara tersebut mencapai sekitar 6,49 juta unit pada 2025 atau meningkat sekitar 8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pasar domestik yang besar menjadi modal utama pertumbuhan industri otomotif India. Penjualan mobil penumpang bahkan telah melampaui 4,6 juta unit pada tahun fiskal 2025-2026.

Dengan jumlah penduduk terbesar di dunia dan meningkatnya daya beli masyarakat, India diproyeksikan menjadi salah satu pasar otomotif paling menjanjikan dalam dekade mendatang.

Jerman Tetap Jadi Kekuatan Eropa

Jerman menempati posisi kelima dengan produksi sekitar 4,15 juta mobil penumpang sepanjang 2025.

Meski kalah secara volume dibandingkan negara-negara Asia, Jerman tetap menjadi pusat industri otomotif Eropa dengan reputasi kuat dalam teknologi dan kualitas kendaraan premium.

Selain itu, negara tersebut juga semakin agresif mengembangkan kendaraan listrik. Produksi kendaraan listrik di Jerman mencapai hampir 1,56 juta unit dalam 11 bulan pertama 2025, menjadikannya salah satu pusat manufaktur kendaraan listrik terbesar dunia.

Asia Kian Dominan

Data produksi kendaraan global menunjukkan pergeseran pusat industri otomotif ke kawasan Asia semakin sulit dibendung. China, Jepang, dan India kini menjadi motor utama pertumbuhan sektor tersebut.

Secara keseluruhan, Asia menyumbang lebih dari 60% produksi mobil penumpang dunia, jauh melampaui Eropa yang berkontribusi sekitar 15%.

Perubahan ini menunjukkan bahwa inovasi, investasi, dan pengembangan teknologi otomotif masa depan akan semakin banyak lahir dari negara-negara Asia. Bagi Indonesia yang tengah membangun ekosistem kendaraan listrik, tren tersebut membuka peluang besar untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri otomotif global yang terus berkembang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online