Pelatihan Safety Riding Grab di 5 Kota Libatkan Ribuan Mitra

Newswire
Newswire Jum'at, 31 Juli 2026 19:27 WIB
Pelatihan Safety Riding Grab di 5 Kota Libatkan Ribuan Mitra

Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia; Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia; dan Mitra Pengemudi Grab saat peninjauan langsung sesi praktik pelatihan keselamatan berkendara dalam program “Safer Roads, Stronger Communities – Jalan Lebih Aman, Komunitas Lebih Kuat” di Terminal Jatijajar, Depok, Selasa (28/7/2026).ist

Harianjogja.com, JOGJA—Upaya mendorong keselamatan berkendara terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Grab Indonesia bersama Kementerian Perhubungan RI dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menggelar pelatihan keselamatan berkendara bagi 1.052 mitra pengemudi roda dua di lima kota, termasuk Jogja.

Kegiatan ini dipusatkan di Terminal Jatijajar, Depok, dan dilaksanakan secara hybrid dengan kota lain seperti Jogja, Surabaya/Sidoarjo, Medan, dan Makassar. Para peserta mendapatkan pembekalan teori hingga praktik untuk menghadapi berbagai situasi di jalan.

Mengusung tema “Safer Roads, Stronger Communities — Jalan Lebih Aman, Komunitas Lebih Kuat”, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan berkendara yang lebih aman sekaligus meningkatkan kesiapan mitra dalam aktivitas sehari-hari.

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menilai keselamatan lalu lintas membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Ia mengapresiasi pelatihan yang dinilai dapat memperkuat pemahaman dan keterampilan pengemudi di lapangan.

“Pendekatan menyeluruh dan kolaborasi lintas sektor penting untuk mewujudkan transportasi darat yang lebih aman,” ujarnya dikutip Jumat (31/7/2026).

Selain pelatihan, Kemenhub juga menyoroti kebijakan Grab terkait skema bagi hasil. Sejak 1 Juli 2026, Grab menerapkan komisi maksimal 8 persen, serta tengah menyempurnakan sistem agar pemrosesan komisi dapat dilakukan langsung pada setiap perjalanan mulai 1 Agustus 2026.

Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menjelaskan penyesuaian tersebut hanya terkait waktu pemrosesan, sementara skema perhitungan dan batas maksimal komisi tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.

Dari sisi materi, peserta pelatihan dibekali pengetahuan mengenai rambu lalu lintas, etika berkendara, hingga peran pengguna jalan dalam menjaga keselamatan bersama. Sesi ini dilanjutkan dengan praktik, seperti pemeriksaan kendaraan sebelum berkendara, penggunaan perlengkapan keselamatan, teknik pengereman, hingga kemampuan membaca potensi bahaya di jalan.

Sekretaris Jenderal AISI, Hari Budianto, menilai pelatihan ini penting mengingat tingginya mobilitas mitra pengemudi yang setiap hari berhadapan dengan kondisi jalan yang beragam.

Selain penguatan keterampilan, Grab juga terus mengembangkan fitur keselamatan di dalam aplikasinya. Beberapa di antaranya meliputi perekaman audio selama perjalanan, pemantauan perjalanan berbasis sistem, tombol darurat, hingga perlindungan asuransi kecelakaan bagi mitra dan penumpang.

Melalui pelatihan dan pengembangan teknologi tersebut, diharapkan keselamatan berkendara tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari kebiasaan bersama di jalan.

Bagi banyak mitra, kegiatan seperti ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keselamatan dalam setiap perjalanan—baik untuk diri sendiri, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online