Insentif EV Diprioritaskan untuk Mobil dan Motor Listrik Nasional

Sunartono
Sunartono Kamis, 06 Agustus 2026 16:57 WIB
Insentif EV Diprioritaskan untuk Mobil dan Motor Listrik Nasional

SPKLU Mobile dari PLN/Antara

Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan arah insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) akan difokuskan pada produk yang memberikan nilai tambah tinggi di dalam negeri serta mendukung pengembangan program mobil nasional dan motor listrik nasional. Kebijakan tersebut disiapkan seiring rencana pemerintah mengumumkan paket stimulus baru untuk kendaraan listrik dalam waktu dekat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri yang memiliki pendalaman struktur produksi kuat akan menjadi perhatian utama dalam implementasi insentif tersebut.

"Pasti fokus dari penerima insentif mobil atau kendaraan berbasis EV, baik itu roda empat maupun motor, merupakan produk-produk yang memang menciptakan nilai tambah yang tinggi di Indonesia, artinya pendalaman strukturnya kuat, tapi juga yang tidak kalah penting yang merupakan program mobil nasional atau merupakan program motor listrik nasional," ujar Menperin saat ditemui di Jakarta, Kamis.

Kemenperin Siap Jalankan Kebijakan Insentif

Agus mengatakan Kemenperin siap menindaklanjuti apabila Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menerbitkan kebijakan insentif kendaraan listrik.

Sebagai kementerian teknis, Kemenperin akan menyiapkan seluruh aspek pelaksanaan sesuai ketentuan yang nantinya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

"Dan kalau nanti pada saatnya pemerintah mengeluarkan insentif, seperti apa yang disampaikan oleh (Menteri Keuangan) Pak Purbaya, pasti nanti secara teknisnya akan kami yang siapkan," katanya.

Skema TKDN Masih Menunggu Konsep Kemenkeu

Menanggapi kemungkinan insentif yang mempertimbangkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Agus menyebut pihaknya masih menunggu konsep final yang tengah disusun Kementerian Keuangan.

Meski demikian, Kemenperin memastikan akan mendukung kebijakan yang diputuskan pemerintah.

"Tapi, apapun itu koridor atau konsep yang disiapkan oleh Kementerian Keuangan pasti kami dukung, dan sebagai kementerian teknis pasti akan kami siapkan didasarkan apa yang diatur dalam PMK," tuturnya.

Presiden Dijadwalkan Umumkan Stimulus EV

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan paket insentif kendaraan listrik dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu.

Stimulus tersebut direncanakan mencakup sekitar 500.000 sepeda motor listrik dan mobil listrik.

"Saya kira dalam dua minggu atau tiga minggu dari sekarang, Presiden akan meluncurkan stimulus untuk EV lagi, termasuk untuk sekitar 500.000 sepeda motor listrik dan mobil listrik," kata Purbaya di Tangerang, Banten, Selasa (4/8/2026).

BEV Berpeluang Terima Insentif

Purbaya menjelaskan pemerintah menyiapkan insentif berupa pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 100 persen serta Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40 persen bagi kendaraan yang memenuhi kriteria.

Ia juga memberi sinyal bahwa insentif tersebut hanya akan diberikan kepada mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV). Sementara mobil hybrid maupun plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) belum masuk dalam skema penerima insentif.

"Saya belum dengar rencana itu. Yang saya dengar rencananya adalah EV saja. Battery nickel-based sama battery lithium-based juga berbeda sedikit," ujarnya.

Mobil Nasional Masuk Prioritas Pemerintah

Pengembangan mobil nasional dan motor nasional telah masuk dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 sebagai bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) pada agenda hilirisasi dan industrialisasi.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat industri kendaraan listrik nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah manufaktur di dalam negeri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online