Harga iPhone 17 Pro di Indonesia Ternyata Lebih Murah dari Singapura

Jumali
Jumali Sabtu, 08 Agustus 2026 08:17 WIB
Harga iPhone 17 Pro di Indonesia Ternyata Lebih Murah dari Singapura

iPhone 17. - Apple

Harianjogja.com, JOGJA— Harga iPhone 17 Pro 256GB ternyata tidak sama di seluruh dunia. Meski spesifikasi yang dijual Apple identik, banderol perangkat premium tersebut bisa berbeda jauh antarnegara akibat pengaruh pajak, bea masuk, biaya registrasi, hingga fluktuasi nilai tukar mata uang.

Laporan terbaru Deutsche Bank menempatkan Turki sebagai negara dengan harga iPhone 17 Pro 256GB termahal di dunia pada 2026. Sebaliknya, Jepang menjadi negara dengan harga paling murah dari 41 pasar yang masuk dalam pemeringkatan.

Berdasarkan data tersebut, harga iPhone 17 Pro 256GB di Turki mencapai US$2.592 atau sekitar Rp46,74 juta dengan asumsi kurs US$1 setara Rp18.000. Nilai tersebut lebih dari dua kali lipat harga di Jepang yang hanya US$1.121 atau sekitar Rp20,21 juta.

Temuan ini menunjukkan bahwa harga smartphone premium tidak hanya ditentukan oleh produsen, tetapi juga dipengaruhi kebijakan fiskal dan kondisi ekonomi di masing-masing negara.

Turki Jadi Negara dengan Harga iPhone Termahal

Turki mempertahankan posisi sebagai negara dengan harga iPhone tertinggi karena kombinasi sejumlah komponen biaya yang besar. Selain Pajak Pertambahan Nilai (VAT) sebesar 20%, pemerintah Turki juga mengenakan pajak konsumsi khusus serta biaya registrasi perangkat yang tinggi.

Kondisi tersebut membuat konsumen di negara itu harus membayar hampir Rp47 juta untuk mendapatkan iPhone 17 Pro 256GB, jauh di atas harga di sebagian besar negara lainnya.

Sementara itu, Brasil menempati posisi kedua dengan harga sekitar Rp40,75 juta. Mesir, Hungaria, dan Norwegia melengkapi lima besar negara dengan harga iPhone paling mahal.

Berikut daftar 15 negara dengan harga iPhone 17 Pro 256GB tertinggi menurut Deutsche Bank:

  • Turki – US$2.592 (Rp46,74 juta)
  • Brasil – US$2.260 (Rp40,75 juta)
  • Mesir – US$1.872 (Rp33,76 juta)
  • Hungaria – US$1.826 (Rp32,93 juta)
  • Norwegia – US$1.687 (Rp30,42 juta)
  • Meksiko – US$1.657 (Rp29,88 juta)
  • Swedia – US$1.601 (Rp28,87 juta)
  • Polandia – US$1.588 (Rp28,63 juta)
  • Ceko – US$1.585 (Rp28,58 juta)
  • Finlandia – US$1.578 (Rp28,45 juta)
  • Portugal – US$1.566 (Rp28,24 juta)
  • Yunani – US$1.566 (Rp28,24 juta)
  • Italia – US$1.554 (Rp28,02 juta)
  • Irlandia – US$1.554 (Rp28,02 juta)
  • Denmark – US$1.553 (Rp28,00 juta)

Dominasi negara-negara Eropa dalam daftar tersebut menunjukkan besarnya pengaruh pajak pertambahan nilai terhadap harga jual perangkat elektronik premium.

Indonesia Lebih Murah dari Singapura dan Malaysia

Menariknya, harga resmi iPhone 17 Pro 256GB di Indonesia justru lebih rendah dibandingkan sejumlah negara Asia Tenggara yang masuk dalam pemeringkatan Deutsche Bank.

Mengacu pada harga resmi iBox, iPhone 17 Pro 256GB dijual Rp22.749.000. Angka ini lebih murah dibandingkan Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, maupun Filipina.

Perbandingan harga di kawasan ASEAN menunjukkan:

  • Indonesia (iBox): Rp22,75 juta
  • Singapura: sekitar Rp24,59 juta
  • Malaysia: sekitar Rp24,38 juta
  • Thailand: sekitar Rp24,34 juta
  • Vietnam: sekitar Rp23,98 juta
  • Filipina: sekitar Rp23,91 juta

Dengan demikian, harga resmi di Indonesia tercatat sekitar Rp1,84 juta lebih murah dibandingkan Singapura dan sekitar Rp1,16 juta lebih rendah daripada Filipina.

Data tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar dengan harga iPhone 17 Pro yang relatif kompetitif di kawasan Asia Tenggara.

Faktor yang Membuat Harga iPhone Berbeda

Analisis Visual Capitalist yang mengutip data Deutsche Bank menyebut terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan perbedaan harga iPhone di berbagai negara.

Pertama, pajak pertambahan nilai (VAT/PPN) yang besar dapat meningkatkan harga jual secara signifikan. Hungaria misalnya menerapkan VAT sebesar 27%, salah satu yang tertinggi di dunia.

Kedua, biaya registrasi perangkat. Beberapa negara menerapkan biaya tambahan untuk pendaftaran smartphone sehingga harga akhir menjadi jauh lebih mahal.

Ketiga, fluktuasi nilai tukar mata uang terhadap dolar AS. Ketika mata uang lokal melemah, harga produk impor seperti iPhone cenderung ikut meningkat.

Keempat, pajak konsumsi khusus untuk barang elektronik yang berlaku di sejumlah negara seperti Turki dan Brasil.

Selain itu, tingkat persaingan pasar juga berpengaruh terhadap strategi harga Apple. Negara dengan pasar smartphone yang sangat kompetitif seperti Jepang umumnya memiliki harga yang lebih rendah sehingga konsumen mendapatkan penawaran yang lebih menarik.

Perbedaan kebijakan pajak dan kondisi ekonomi tersebut membuat harga iPhone 17 Pro dapat terpaut puluhan juta rupiah antarnegara, meskipun perangkat yang dijual memiliki spesifikasi yang sama.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online