KRI Ki Hajar Dewantara Dijual, Ini Spesifikasi Senjata dan Mesinnya

Hesti Puji Lestari
Hesti Puji Lestari Rabu, 19 Agustus 2026 23:27 WIB
KRI Ki Hajar Dewantara Dijual, Ini Spesifikasi Senjata dan Mesinnya

Ilustrasi kapal perang/JIBI

Harianjogja.com, JAKARTA—Rencana penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara memasuki tahap pembahasan di DPR RI setelah Presiden Prabowo mengirim surat permohonan persetujuan penjualan barang milik negara berupa satu unit kapal tersebut. Kapal perang yang pernah menjadi bagian dari alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Laut itu memiliki fungsi ganda sebagai kapal tempur sekaligus kapal latih.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Paripurna Ke-2 DPR Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Dalam rapat itu, Dasco mengungkapkan pimpinan DPR telah menerima surat dari Presiden mengenai permohonan persetujuan penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara.

“Perlu kami beritahukan bahwa pimpinan dewan telah menerima surat dari Presiden RI, yaitu R-33 tanggal 14 Juli hal permohonan persetujuan DPR RI terhadap penjualan barang milik negara berupa satu unit kapal eks KRI Ki Hajar Dewantara,” kata Dasco.

Komisi I DPR Bahas Rencana Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara

Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mengatakan pimpinan DPR selanjutnya menyerahkan tindak lanjut surpres tersebut kepada Komisi I DPR.

Komisi I merupakan alat kelengkapan DPR yang salah satunya membidangi urusan pertahanan. Karena itu, pembahasan mengenai rencana penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara akan dilakukan melalui komisi tersebut.

“Jadi, nanti Komisi I yang menindaklanjutinya terkait seperti apa teknisnya,” ucap Saan menjawab ANTARA dalam wawancara cegat seusai rapat paripurna.

Saan juga membenarkan Komisi I DPR akan menggelar rapat bersama kementerian dan lembaga terkait untuk membahas rencana penjualan kapal tersebut.

Meski demikian, dia belum menyampaikan kapan rapat pembahasan mengenai penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara akan digelar.

Dengan masuknya surpres ke DPR, proses penjualan kapal yang sebelumnya menjadi bagian dari alutsista kini menunggu pembahasan dan persetujuan parlemen sesuai mekanisme yang berlaku.

KRI Ki Hajar Dewantara Dibangun di Yugoslavia

KRI Ki Hajar Dewantara (364) merupakan kapal perang TNI Angkatan Laut yang memiliki fungsi ganda sebagai kapal tempur dan kapal latih bagi personel serta taruna TNI AL.

Kapal tersebut dibuat di Uljanik Shipyard, Split, Yugoslavia, yang kini dikenal sebagai Brodosplit di Kroasia. Indonesia memesan KRI Ki Hajar Dewantara pada 14 Maret 1978.

Pembangunan kapal dimulai pada 1979. KRI Ki Hajar Dewantara kemudian diluncurkan pada 11 Oktober 1980 dan resmi bertugas pada 31 Oktober 1981.

Dengan usia operasional lebih dari empat dekade, kapal ini memiliki sejumlah spesifikasi yang menonjol untuk ukuran kapal perang pada masanya.

Dimensi dan Kapasitas KRI Ki Hajar Dewantara

KRI Ki Hajar Dewantara memiliki panjang 96,7 meter, lebar 11,2 meter, dan draft sekitar 3,55 meter. Bobot kapal mencapai sekitar 1.850 ton.

Kapal tersebut dirancang untuk memiliki kemampuan jelajah cukup jauh sekaligus membawa personel dalam jumlah besar. Dalam operasionalnya, kapal dapat diawaki oleh 91 pelaut dan 14 instruktur.

Selain itu, KRI Ki Hajar Dewantara mampu membawa hingga 100 taruna. Kapasitas tersebut berkaitan erat dengan fungsi kapal sebagai sarana pelatihan TNI AL.

Mesin Mampu Pacu Kapal hingga 27 Knot

Sistem penggerak KRI Ki Hajar Dewantara menggunakan dua mesin diesel untuk jelajah dengan dua poros (shaft). Sistem tersebut menghasilkan tenaga sekitar 7.000 bhp.

Untuk meningkatkan performanya, kapal juga dilengkapi boost turbine dengan daya sekitar 22.300 shp.

Kombinasi sistem penggerak tersebut membuat KRI Ki Hajar Dewantara mampu mencapai kecepatan maksimum sekitar 27 knot, atau setara dengan sekitar 50 km/jam.

Untuk kemampuan jelajah, kapal dapat menempuh sekitar 6.400 kilometer ketika berlayar pada kecepatan 20 knot.

Rudal hingga Torpedo Jadi Persenjataan KRI Ki Hajar Dewantara

Sebagai kapal perang yang pernah masuk dalam armada pemukul TNI AL, KRI Ki Hajar Dewantara dibekali berbagai jenis persenjataan. Sistem senjatanya mencakup rudal antikapal, meriam, kanon, hingga torpedo.

4 Rudal MM-38 Exocet

KRI Ki Hajar Dewantara memiliki empat rudal permukaan-ke-permukaan MM-38 Exocet dalam konfigurasi 2x2.

Rudal buatan Prancis tersebut memiliki jangkauan sekitar 42 kilometer. Kecepatannya mencapai sekitar Mach 0,9 dengan hulu ledak berbobot sekitar 165 kilogram.

Meriam Bofors 57/70

Persenjataan utama lainnya adalah satu meriam Bofors 57/70 berkaliber 57 mm.

Meriam tersebut memiliki kecepatan tembak sekitar 200 peluru per menit dan dapat digunakan untuk menghadapi sasaran permukaan maupun udara. Sistem pengendalian tembakannya menggunakan Signal WM28.

Jangkauan tembak meriam disebut mencapai sekitar 17 kilometer untuk target permukaan dan udara.

Dua Kanon Rheinmetall 20 mm

Untuk pertahanan terhadap ancaman udara, kapal dilengkapi dua kanon Rheinmetall 20 mm.

Kanon tersebut memiliki kecepatan tembak sekitar 1.000 peluru per menit dengan jangkauan sekitar 2 kilometer terhadap sasaran udara.

Torpedo AEG SUT

Kemampuan antikapal selam KRI Ki Hajar Dewantara didukung empat tabung peluncur torpedo AEG SUT berdiameter 533 mm.

Torpedo tersebut memiliki jangkauan sekitar 28 kilometer pada kecepatan 23 knot atau sekitar 12 kilometer pada kecepatan 35 knot. Hulu ledaknya berbobot sekitar 250 kilogram.

Selain torpedo, kapal juga dilengkapi bom laut atau mortir antikapal selam.

Rudal Mistral

Untuk menghadapi sasaran udara jarak dekat, KRI Ki Hajar Dewantara juga memiliki sistem rudal permukaan-ke-udara Mistral.

Dengan kombinasi berbagai persenjataan tersebut, kapal memiliki kemampuan menghadapi target permukaan, udara, maupun kapal selam.

Sensor KRI Ki Hajar Dewantara

Kemampuan operasi tempur KRI Ki Hajar Dewantara turut ditunjang sejumlah sensor dan sistem elektronik.

Kapal menggunakan sonar PHS-32 hull mounted MF untuk mendeteksi sasaran bawah permukaan. Sementara itu, sistem pengendalian penembakan menggunakan WM-28.

KRI Ki Hajar Dewantara juga memiliki perangkat peperangan elektronika SUSIE-1 intercept serta dua flare RL.

Kombinasi sensor tersebut mendukung kemampuan kapal dalam melakukan pengawasan dan menjalankan misi peperangan antikapal selam.

Bukan Sekadar Kapal Perang, KRI Ki Hajar Dewantara Juga Kapal Latih

Salah satu karakteristik KRI Ki Hajar Dewantara adalah fungsi gandanya. Kapal tersebut sejak awal tidak hanya dirancang untuk operasi tempur, tetapi juga sebagai kapal pelatihan.

Kemampuan membawa hingga 100 taruna membuat KRI Ki Hajar Dewantara menjadi salah satu sarana pendidikan dan pelatihan bagi calon perwira maupun personel TNI AL.

Karena itu, spesifikasi KRI Ki Hajar Dewantara tidak hanya menggambarkan kemampuan tempurnya, tetapi juga kebutuhan untuk membawa dan melatih personel dalam jumlah relatif besar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online