Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Foto ilustrasi pabrik ponsel pintar. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Baterai ponsel yang dapat terisi penuh dalam tiga menit dan tetap berfungsi hingga 60.000 kali pengisian mulai dikembangkan peneliti Flinders University, Australia.
Teknologi tersebut menggunakan baterai seng-yodium (zinc-iodine) berbasis air. Inovasi ini menawarkan kombinasi pengisian cepat, umur pakai panjang, serta aspek keamanan yang menjadi perhatian dalam pengembangan baterai generasi baru.
Profesor Kimia Flinders University, Zhongfan Jia mengatakan timnya menggunakan polimer yang berasal dari oligosakarida untuk mengatasi perpindahan poliyodida pada baterai seng-yodium.
“Sistem ini menawarkan pendekatan baru untuk mengatasi perpindahan poliyodida dengan menggunakan polimer yang berasal dari oligosakarida yang murah dan dapat terurai secara hayati, sehingga memungkinkan baterai seng-yodium berbasis air yang berkelanjutan dan tahan lama,” kata Zhongfan Jia, dilansir dari Phone Arena, Senin (24/8/2026).
Mampu Mencapai 60.000 Siklus
Dalam penelitian tersebut, baterai mampu mencapai 60.000 siklus pengisian dengan kapasitas 150 mAh/g. Waktu yang dibutuhkan untuk pengisian hanya sekitar tiga menit.
Pada konfigurasi berbeda, baterai mampu bertahan hingga 8.000 siklus dengan kapasitas 205 mAh/g dan waktu pengisian penuh sekitar tujuh menit.
Teknologi baterai seng-yodium sebenarnya bukan hal baru. Penelitian terhadap jenis baterai tersebut telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.
Perbedaan dalam pengembangan Flinders University terletak pada penggunaan polimer berbasis siklodekstrin sebagai material inang. Siklodekstrin merupakan molekul gula yang berasal dari pati dan telah banyak digunakan dalam industri makanan, kosmetik, serta farmasi.
Lebih Aman karena Berbasis Air
Selain menawarkan kemampuan pengisian cepat dan umur pakai panjang, baterai seng-yodium tersebut juga diklaim memiliki tingkat keamanan yang lebih baik.
Penggunaan elektrolit berbasis air membuat baterai tidak mudah mengalami thermal runaway. Kondisi tersebut dapat menyebabkan baterai mengalami panas berlebih hingga terbakar.
Sebagai pembanding, baterai Galaxy Z Fold 8 memiliki rating sekitar 1.200 siklus. Apabila baterai diisi satu kali setiap hari, jumlah tersebut secara teori setara dengan penggunaan sedikit lebih dari tiga tahun.
Sementara itu, 60.000 siklus secara teoritis setara dengan sekitar 164 tahun apabila menggunakan pola pengisian yang sama setiap hari.
Belum Siap Gantikan Baterai Lithium-Ion Ponsel
Meski menawarkan kemampuan yang menjanjikan, baterai seng-yodium hasil pengembangan tersebut belum siap menggantikan baterai lithium-ion yang digunakan pada ponsel.
Kendala utamanya adalah kapasitas volumetrik yang masih jauh lebih rendah. Artinya, baterai perlu dibuat lebih besar untuk menghasilkan kapasitas yang setara dengan sel lithium-ion.
Karena persoalan tersebut, penggunaan awal teknologi ini lebih diarahkan untuk penyimpanan energi berskala besar. Contohnya fasilitas penyimpanan energi dan sistem penyimpanan listrik yang bersumber dari panel surya.
Zhongfan Jia mengatakan timnya kini bekerja sama dengan industri untuk membangun platform prototipe. Teknologi tersebut masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut, terutama untuk memperkecil ukuran sekaligus meningkatkan kapasitasnya.
Jika tantangan tersebut dapat diatasi, baterai yang mampu terisi dalam tiga menit dan bertahan hingga puluhan tahun berpotensi menjadi alternatif baru untuk berbagai perangkat elektronik, termasuk ponsel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Kasus Ebola di RD Kongo mencapai 5.514 dengan 2.642 kematian. Sebanyak 10 negara memperketat pemeriksaan di perbatasan.
Pencurian motor di Kadipiro Solo kepergok warga. Seorang terduga pelaku ditangkap setelah dikejar hingga Gondangrejo, Karanganyar.
Polisi mengungkap kematian Triyanto di Pajangan, Bantul, diduga akibat penganiayaan. Tiga orang diamankan dan masih diperiksa.
Prabowo meluncurkan program PLTS 100 GWp. Pemerintah menargetkan 30 GWp terbangun pada 2026 dan seluruh proyek selesai pada 2029.
Bayi perempuan ditemukan hidup terbungkus plastik di bawah pohon mahoni Bandungan. Bayi berbobot 3,1 kg dan diperkirakan baru lahir.