Jadi Pahlawan Timnas Indonesia, Emil Audero Tuai Apresiasi Rayo
Emil Audero mendapat apresiasi pelatih Rayo Vallecano setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 lewat adu penalti.
Menggunakan ponsel saat mengisi daya. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Bayangkan Anda sedang kehabisan baterai di bandara, pusat perbelanjaan, atau hotel. Anda melihat stasiun pengisian daya gratis dan tanpa berpikir panjang langsung mencolokkan ponsel. Dalam hitungan detik, Anda mungkin telah membuka pintu bagi peretas untuk mencuri seluruh data pribadi Anda.
Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) secara resmi mengeluarkan peringatan keras terkait modus kejahatan siber yang memanfaatkan fasilitas pengecasan publik. Menurut FBI, para pelaku kejahatan kini lihai membajak stasiun pengisian daya gratis di tempat umum untuk menginfeksi perangkat korban dengan malware.
"Hindari menggunakan stasiun pengisian gratis di bandara, hotel, atau pusat perbelanjaan," tegas FBI Kantor Cabang Denver melalui akun media sosialnya.
Ancaman "Juice Jacking" Bukan Isapan Jempol
Ancaman ini sejatinya bukan hal baru. Sebelumnya, Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) juga telah mewanti-wanti publik mengenai ancaman yang dikenal sebagai juice jacking. Sejak 2021, FCC mengungkapkan bahwa port USB publik yang terhubung langsung dengan kabel data dapat dimanipulasi oleh peretas. Lewat celah tersebut, pelaku dapat dengan mudah menyedot informasi sensitif, mulai dari nama pengguna hingga kata sandi akun korban.
Para pelaku kejahatan dilaporkan telah menemukan celah untuk menyusupkan malware serta perangkat lunak pemantauan melalui port USB publik demi meretas data korbannya. Modus ini sangat berbahaya karena korban sering kali tidak menyadari bahwa perangkat mereka telah terinfeksi. Ketika ponsel terhubung ke port USB yang sudah dimodifikasi, malware dapat langsung menginstal dirinya sendiri tanpa sepengetahuan pengguna.
Tips Aman agar Terhindar dari "Juice Jacking"
Meskipun FBI belum merinci secara spesifik kerugian finansial akibat pembajakan stasiun pengisian publik ini, otoritas keamanan tetap meminta masyarakat untuk tidak menganggap remeh ancaman tersebut. Sebagai langkah pencegahan, FBI membagikan sejumlah panduan praktis agar terhindar dari jebakan juice jacking:
Bawa Perlengkapan Sendiri: Selalu gunakan kepala charger dan kabel USB milik pribadi. Dengan menggunakan peralatan sendiri, Anda dapat memastikan bahwa tidak ada perangkat tambahan yang tersisip di antara charger dan ponsel Anda.
Gunakan Stopkontak Dinding: Alih-alih mencolokkan kabel ke port USB publik (seperti di sofa bandara atau halte), lebih baik gunakan stopkontak listrik standar untuk menyambungkan pengisi daya Anda. Stopkontak dinding hanya mengalirkan listrik, bukan data, sehingga tidak ada risiko pencurian data melalui jalur USB.
Langkah Tambahan untuk Keamanan Maksimal
Selain dua tips utama dari FBI, ada beberapa langkah tambahan yang bisa Anda lakukan untuk melindungi data pribadi saat bepergian:
Bagi para pelancong dan pengguna ponsel di Indonesia, ancaman juice jacking ini patut menjadi perhatian serius. Dengan kesadaran dan langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat menikmati kemudahan pengisian daya di tempat umum tanpa harus mengorbankan keamanan data pribadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Emil Audero mendapat apresiasi pelatih Rayo Vallecano setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 lewat adu penalti.
Pemkab Banyumas menggelar Salat Istisqa di tengah kekeringan. BPBD mengerahkan enam armada tangki air untuk membantu warga terdampak.
CEO Microsoft Satya Nadella mengusulkan mekanisme darurat untuk menghentikan model AI, disertai audit independen dan transparansi sistem.
IDAI mengingatkan bahaya telur mentah bagi bayi dan anak karena risiko Salmonella. Simak cara mengolah telur yang aman untuk MPASI.
Verifikasi wajah Perlinsos Digital gagal saat daftar bansos PKH dan BPNT? Simak penyebab, cara mengatasi, dan layanan bantuan yang tersedia.
Kemenhub mencatat 1.673 penerbangan terganggu akibat karhutla pada Agustus-Oktober 2026. Citilink paling terdampak dengan 478 penerbangan.