Range Rover Terbakar di Garasi, Keluarga AS Gugat Land Rover Rp112 Miliar

Jumali
Jumali Kamis, 17 September 2026 09:47 WIB
Range Rover Terbakar di Garasi, Keluarga AS Gugat Land Rover Rp112 Miliar

Salah satu mobil keluaran Range Rover. Antara

Harianjogja.com, JOGJA— Sebuah keluarga di Georgia, Amerika Serikat, menggugat Jaguar Land Rover setelah Range Rover 2017 milik mereka terbakar saat terparkir di carport rumah. Kebakaran tersebut kemudian menjalar ke bangunan hingga menyebabkan rumah dan sebagian besar harta benda keluarga itu musnah.

Autoblog, Kamis (17/9/2026) melaporkan, gugatan diajukan Samuel Brett Mitchell, Joy Mitchell, dan anggota keluarga mereka ke Pengadilan Distrik AS untuk Southern District of Georgia pada 29 Mei 2026. Perkara tersebut tercatat sebagai gugatan tanggung jawab produk terhadap Jaguar Land Rover Limited, Jaguar Land Rover Automotive PLC, Jaguar Land Rover North America LLC, Tata Motors Passenger Vehicles Limited, serta pihak lain yang disebut dalam perkara.

Dalam gugatannya, keluarga Mitchell menuding terdapat cacat pada komponen elektronik Range Rover yang menjadi sumber kebakaran. Mereka menyebut Infotainment Master Controller (IMC) sebagai bagian kendaraan yang diduga mengalami malafungsi hingga menimbulkan panas berlebih dan memicu kebakaran.

Namun, penyebab tersebut masih merupakan allegasi atau tuduhan pihak penggugat dan belum menjadi putusan pengadilan. Laporan mengenai perkara ini juga menyebut tidak ada keterangan bahwa penyelidikan dari Land Rover telah menyimpulkan hal yang sama.

Range Rover Terbakar Saat Terparkir

Peristiwa tersebut terjadi pada 24 Desember 2024, sehari sebelum Natal. Berdasarkan dokumen gugatan, Range Rover milik keluarga Mitchell telah diparkir di carport yang terhubung dengan rumah setelah terakhir digunakan pada 22 Desember.

Kebakaran kemudian muncul dari area kendaraan. Dalam laporan mengenai gugatan tersebut disebutkan, keluarga masih berada di dalam rumah ketika kebakaran terjadi sehingga mereka harus segera menyelamatkan diri.

Upaya memadamkan api menggunakan selang air tidak mampu menghentikan kobaran. Api kemudian merambat dari kendaraan ke bangunan rumah.

Petugas pemadam kebakaran disebut membutuhkan waktu lebih dari tujuh jam untuk menangani kebakaran. Pada akhirnya, rumah tersebut mengalami kerusakan total.

IMC Disebut sebagai Sumber Kebakaran

Salah satu poin utama dalam gugatan berkaitan dengan Infotainment Master Controller (IMC).

Komponen tersebut merupakan modul elektronik yang mengendalikan sejumlah fungsi infotainment kendaraan, termasuk navigasi layar sentuh, media streaming, dan konektivitas Bluetooth. Dalam gugatan, IMC disebut berada di bawah kursi pengemudi.

Keluarga Mitchell menduga kerusakan pada salah satu komponen internal IMC menyebabkan modul mengalami panas berlebih. Gugatan juga menyoroti adanya quiescent current, yakni arus listrik yang tetap mengalir ketika kendaraan dalam kondisi tidak digunakan untuk mempertahankan sejumlah fungsi elektronik dalam keadaan siaga.

Menurut gugatan, kombinasi persoalan tersebut diduga menyebabkan IMC menjadi sumber panas yang kemudian memicu penyalaan material di sekitarnya. Keluarga menyatakan investigasi teknis yang mereka lakukan kemudian mengarah ke modul tersebut sebagai titik awal kebakaran.

Dokumen teknis Jaguar Land Rover sendiri menunjukkan bahwa Infotainment Master Controller memang merupakan komponen yang digunakan pada sejumlah model Range Rover dan pernah mendapat pembaruan perangkat lunak terkait masalah sistem infotainment. Namun, dokumen layanan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa IMC pada kendaraan keluarga Mitchell menyebabkan kebakaran.

Kerugian Lebih dari US$7 Juta

Kebakaran tersebut menyebabkan kerugian yang jauh lebih besar dibandingkan harga kendaraan.

Rumah keluarga Mitchell disebut sedang dalam proses penjualan dengan nilai sekitar US$5,75 juta ketika kebakaran terjadi. Selain bangunan, keluarga juga melaporkan kehilangan harta benda pribadi dengan nilai lebih dari US$1,28 juta.

Mereka juga mengeluarkan biaya lebih dari US$75.000 untuk membersihkan puing-puing bangunan dan properti setelah kebakaran.

Dalam gugatan, total kerugian ekonomi yang diklaim keluarga tersebut mencapai lebih dari US$7,105 juta. Jika dikonversikan secara kasar dengan kurs Rp15.800 per dolar AS, nilainya sekitar Rp112,3 miliar.

Dampak insiden juga disebut meliputi cedera fisik dan tekanan psikologis yang dialami anggota keluarga saat berusaha keluar dari rumah yang terbakar. Dokumen gugatan menyebut sejumlah anak mengalami cedera ketika menyelamatkan diri, sementara keluarga secara keseluruhan mengaku mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Bukan Putusan bahwa Range Rover Cacat

Perkara ini penting dibaca secara hati-hati karena statusnya masih gugatan hukum.

Keluarga Mitchell menilai kendaraan dan komponennya telah mengalami cacat sejak produk tersebut dijual kepada mereka. Gugatan tersebut mencakup sejumlah dasar hukum, antara lain tanggung jawab produk, kelalaian, dan pelanggaran garansi.

Dengan demikian, penyebutan IMC sebagai penyebab kebakaran harus ditempatkan sebagai klaim dalam gugatan, bukan kesimpulan hukum yang sudah berkekuatan tetap.

Perkara tersebut masih berjalan di Pengadilan Distrik AS untuk Southern District of Georgia. Belum ada putusan yang menetapkan bahwa Jaguar Land Rover bertanggung jawab atas kebakaran maupun kerugian yang dialami keluarga Mitchell.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online