Budi Gunadi Sadikin Bersaing dengan 5 Kandidat Berebut Kursi Dirjen WHO
Budi Gunadi Sadikin masuk bursa calon Dirjen WHO bersama lima kandidat lain. Simak profil WHO dan proses pemilihan Dirjen WHO 2027.
Suasana kegiatan Jasindo Smartpreneur Academy 2026 di Jogja, Kamis (24/9/2026) ist
Harianjogja.com, JOGJA— Perkembangan teknologi digital membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu terus beradaptasi agar bisnis tetap bertahan dan berkembang. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), penguatan branding, hingga kemampuan membaca risiko menjadi bagian dari bekal yang diberikan melalui Jasindo Smartpreneur Academy 2026.
Program yang digelar Asuransi Jasindo tersebut diikuti 60 pelaku UMKM binaan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Mengangkat tema “Strategi AI, Branding, dan Ketangguhan Bisnis untuk UMKM Mandiri”, kegiatan dikemas dalam bentuk seminar dan workshop yang tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mengajak peserta mempraktikkan strategi pengembangan usaha menggunakan produk UMKM masing-masing.
Jasindo Smartpreneur Academy 2026 merupakan pengembangan dari program serupa yang telah diselenggarakan Asuransi Jasindo pada 2025. Tahun ini, materi diarahkan pada sejumlah kebutuhan yang semakin relevan dengan perkembangan dunia usaha, mulai dari pemanfaatan teknologi hingga strategi membangun bisnis yang berkelanjutan.
Sejumlah akademisi dan praktisi turut memberikan perspektif dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain Praktisi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDGs Miranda Syevira, Praktisi Teknologi dan Founder RESAPI.ID Bayu Damar Sungkowo, Founder & Owner Bons Fabriek Bonang Setoaji, Dosen Sosiologi FISIPOL UGM Dr. Dewi Cahyani Puspitasari, serta Pengamat dan Praktisi AI Sabrang Mowo Damar Panuluh.
Peserta juga mendapatkan literasi mengenai asuransi dari Asuransi Jasindo. Materi tersebut menjadi bagian dari pengenalan mengenai pentingnya memahami risiko dan perlindungan dalam menjalankan usaha.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan dukungan permodalan. Peningkatan kapasitas pelaku usaha juga diperlukan agar mereka mampu menghadapi perubahan yang berlangsung cepat.
“UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk terus berkembang secara mandiri. Karena itu, kami ingin mendampingi mereka tidak berhenti hanya pada bantuan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas para pelaku UMKM agar semakin siap menghadapi dinamika dunia usaha,” kata Brellian melalui keterangan persnya, Jumat (25/9/2026).
Dalam Jasindo Smartpreneur Academy 2026, pelaku UMKM mendapatkan pembekalan mengenai praktik usaha berkelanjutan, penyusunan kinerja UMKM berbasis sustainability report, pemanfaatan AI, serta strategi mengoptimalkan penjualan melalui kanal digital.
Menurut Brellian, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu berbagai kebutuhan usaha, seperti pembuatan konten, pengelolaan operasional, hingga pengembangan strategi pemasaran.
Namun, ia menekankan teknologi tetap merupakan alat yang penggunaannya perlu disertai pertimbangan manusia.
“AI mungkin membantu lebih mudah, cepat, dan efisien. Namun, teknologi itu tetaplah alat. Yang menentukan teknologi dapat digunakan secara maksimal dan membawa arah usaha mereka tentunya kembali ke manusia itu sendiri. Karena itu, pelaku UMKM perlu mengetahui pentingnya menggunakan AI secara bijak tanpa kehilangan sentuhan atau peran manusia dalam berpikir, mengambil keputusan, dan menghadirkan nilai dalam usahanya,” tambah Brellian.
Selain teknologi dan pemasaran, peserta diajak melihat keberlanjutan usaha dari berbagai perspektif. Kondisi perekonomian, strategi penjualan, pengembangan bisnis, hingga pemahaman terhadap risiko menjadi bagian dari pembelajaran.
“Ketangguhan UMKM tidak hanya dibangun dari kemampuan untuk bertahan, tetapi juga dari kemauan untuk terus belajar dan melihat peluang di tengah perubahan. Melalui program ini, kami berharap peserta mendapatkan bekal yang relevan dan dapat menggunakannya untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” ujar Brellian.
Melalui program tersebut, Asuransi Jasindo berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi perubahan teknologi dan kondisi usaha.
“Pada akhirnya, apa pun yang Asuransi Jasindo lakukan selalu kembali kepada manusia. Melalui Jasindo Smartpreneur Academy, kami ingin membantu UMKM naik kelas, siap menghadapi perubahan, dan terus tumbuh sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tutup Brellian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Budi Gunadi Sadikin masuk bursa calon Dirjen WHO bersama lima kandidat lain. Simak profil WHO dan proses pemilihan Dirjen WHO 2027.
Jokowi disebut bakal dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI pada November 2026 bersamaan Rapimnas dan HUT PSI di Surabaya.
Rahmat Erwin Abdullah meraih emas Asian Games 2026 sekaligus mencetak rekor dunia clean and jerk dan total angkatan.
Prakiraan cuaca DIY Minggu 27 September 2026 didominasi cerah. Kulon Progo berpotensi mengalami udara kabur.
Swiss menang 3-0 atas Makedonia Utara, sementara Slovenia dan Skotlandia bermain imbang 0-0 di UEFA Nations League.
Kroasia mengalahkan Republik Ceko 2-1 di UEFA Nations League. Gol Mario Pasalic dan keputusan VAR menjadi penentu hasil laga.