Lawan Iran Jadi Ujian Terakhir, Timnas Voli Putra Indonesia Kejar Tiket Perempat Final
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
GWM Tank 300/GWM
Harianjogja.com, JOGJA— Desain SUV boxy atau mengotak semakin mudah ditemui di pasar otomotif global. Bagi konsumen, bentuk bodi yang tegas bukan hanya soal tampilan, tetapi juga berkaitan dengan kesan aman, ruang kabin, kapasitas penyimpanan, hingga karakter kendaraan yang tangguh.
Sejumlah merek asal Tiongkok bahkan berlomba menghadirkan SUV dengan bahasa desain tersebut. GWM Tank 300, Haval H7/Menglong, Wey Lanshan, Denza B5, Yangwang U8, Geely Battleship 700, Rox Adamas, dan Jetour T2 menjadi beberapa contohnya.
Tren serupa juga merambah kendaraan elektrifikasi. Chery Group melalui lini mobil listrik dan plug-in hybrid, termasuk iCar V23 serta lini Freelander hasil kolaborasi dengan Jaguar Land Rover (JLR), turut menggunakan karakter desain yang serba mengotak.
Banyaknya model dengan tampilan serupa kemudian memunculkan pertanyaan: apakah SUV boxy hanya menjadi tren sesaat atau justru akan bertahan sebagai salah satu bahasa desain otomotif?
Dikutip CarExpert, Selasa (29/9/2026), Global Design Director Chery, Steve Eum, menilai desain tersebut bukan sekadar fad. Menurut dia, bentuk mengotak merupakan format desain yang dapat bertahan lama (enduring design format) karena memiliki daya tarik emosional sekaligus manfaat praktis bagi pengguna SUV.
"Bentuk 'kotak' ini sangat ikonik dan memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan para penggemar maupun pembeli mobil. Khususnya di segmen SUV off-road, bentuk kotak secara visual memancarkan rasa aman, ruang penyimpanan luas, ketangguhan, serta fungsionalitas," ungkap Steve Eum kepada CarExpert.
Menurut Eum, daya tahan desain boxy justru terletak pada kombinasi antara identitas visual dan fungsi kendaraan. Siluet yang tegak memberikan ruang lebih leluasa kepada desainer untuk mengoptimalkan tata letak kabin dan area penyimpanan.
Secara proporsi teknis, bentuk bodi mengotak dinilai menawarkan packaging yang optimal untuk mengakomodasi empat, enam, hingga delapan penumpang. Karakter tersebut membuat efisiensi pemanfaatan ruang menjadi salah satu pertimbangan penting bagi perancang kendaraan.
Bagi SUV, manfaat tersebut juga berkaitan dengan karakter kendaraan yang selama ini identik dengan aktivitas luar ruang. Bodi tegak dan proporsi tegas dapat memperkuat kesan tangguh sekaligus mempertahankan fungsi ruang yang menjadi salah satu daya tarik utama sebuah SUV.
Eum mengatakan bentuk tersebut juga tidak harus diterjemahkan dengan desain yang sama persis pada setiap model. Desainer dapat memainkan detail untuk menentukan apakah sebuah SUV ingin tampil modern, retro, menonjolkan unsur heritage, atau menggabungkan beberapa pendekatan sekaligus.
"Ini adalah bentuk ikonik abadi yang akan terus bertahan. Kuncinya terletak pada bagaimana desainer mengolah detailnya—apakah dibuat lebih modern, lebih retro, memunculkan unsur warisan sejarah (heritage), atau kombinasi keduanya," tambahnya.
Tantangan tersendiri muncul ketika bahasa desain tersebut diterapkan pada kendaraan listrik (EV) dan extended-range electric vehicle (EREV). Kendaraan elektrifikasi membutuhkan efisiensi aerodinamika untuk membantu memaksimalkan jarak tempuh baterai.
Kondisi itu membuat desainer tidak bisa sepenuhnya mengabaikan bentuk bodi demi mengejar tampilan yang tegas. Namun, menurut Eum, keterbatasan tersebut tidak berarti setiap SUV boxy akan memiliki wajah yang identik.
Ia mengatakan bagian samping kendaraan memang lebih banyak dipengaruhi oleh fungsi dan regulasi. Sementara itu, area depan dan belakang masih memberikan ruang yang cukup besar bagi desainer untuk membangun karakter masing-masing merek.
"Bentuk samping mungkin dibatasi oleh fungsi dan regulasi, tetapi sebagai desainer kami memiliki kebebasan pada detail wajah depan serta tampilan belakang untuk menciptakan identitas unik bagi setiap kendaraan," jelas Eum.
Artinya, kemiripan siluet tidak otomatis membuat seluruh SUV boxy terlihat sama. Detail lampu, grille, bumper, permukaan bodi, hingga rancangan bagian belakang dapat menjadi elemen pembeda antara satu merek dengan merek lainnya.
Respons konsumen terhadap desain SUV yang tegas juga terlihat di sejumlah pasar di luar Tiongkok, termasuk Australia dan Asia Tenggara. Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan Chery ketika menyiapkan produk-produk barunya.
Juru bicara Chery Australia, Tim Krieger, mengatakan antusiasme konsumen terhadap kendaraan dengan desain boxy seperti iCaur dan Freelander cukup tinggi menjelang rencana peluncurannya pada awal 2027.
"Pada akhirnya pasarlah yang menentukan. Sebagai contoh nyata, saat kami merilis pengumuman awal mengenai iCaur, tingkat antusiasme dan ketertarikan publik sungguh luar biasa," tegas Tim Krieger.
Menurut Krieger, respons tersebut menunjukkan minat terhadap SUV dengan tampilan mengotak masih kuat di pasar saat ini. Kehadiran berbagai model dengan karakter serupa sekaligus memperlihatkan bahwa produsen tidak hanya mengandalkan bentuk bodi, tetapi perlu menghadirkan identitas masing-masing melalui detail desain.
"Jadi, memang ada antusiasme yang sangat kuat untuk mobil-mobil dengan gaya desain seperti ini di pasar saat ini," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
Komisi XIII DPR akan memeriksa Lapas Cibinong untuk mencocokkan data dan menindaklanjuti perbedaan temuan Ombudsman dan Kemenimipas.
Gaji PPPK di lingkungan pemda ditanggung pemerintah pusat mulai 2027 dengan anggaran Rp23 triliun dalam APBN 2027.
Serikat PRT dan sejumlah organisasi sipil mendesak penegakan hukum kasus dugaan keracunan MBG di Jogja dan meminta kasus diusut tuntas.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.