Suzuki Kembangkan Mesin 1.2 Turbo 126 HP, Torsi 230 Nm

Jumali
Jumali Rabu, 30 September 2026 08:27 WIB
Suzuki Kembangkan Mesin 1.2 Turbo 126 HP, Torsi 230 Nm

Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro yang dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, di ICE BSD, Tangerang, Senin (3/8/2026). ANTARA/Pamela Sakina\r\n

Harianjogja.com, JOGJA— Suzuki tengah mengembangkan mesin bensin 1,2 liter tiga silinder dengan turbocharger dan injeksi langsung yang disiapkan untuk menggabungkan performa, efisiensi, serta fleksibilitas bahan bakar. Mesin yang masih berstatus prototipe tersebut ditargetkan menghasilkan tenaga hingga 126 hp dan torsi maksimal 230 Nm.

Mesin baru Suzuki itu dikembangkan dari keluarga Z12E, yang saat ini digunakan dalam versi naturally aspirated pada sejumlah model seperti Swift, Baleno, dan Dzire. Pada versi terbaru, Suzuki menambahkan variable-geometry turbocharger serta intercooler berpendingin air.

Pengembangan tersebut merupakan bagian dari strategi teknologi Suzuki untuk satu dekade ke depan. Suzuki juga mengembangkan teknologi mesin pembakaran internal bersamaan dengan sistem hybrid dan teknologi elektrifikasi lainnya, sehingga pilihan teknologi penggerak tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik.

Mesin Suzuki 1.2 Turbo Targetkan Efisiensi 40 Persen

Mesin 1,2 liter turbo tersebut menggunakan injeksi langsung atau direct injection. Suzuki menargetkan efisiensi termal mesin mencapai sekitar 40 persen ketika mulai digunakan, sedangkan target jangka panjangnya diarahkan hingga 50 persen pada 2035.

Angka efisiensi tersebut masih merupakan target pengembangan, bukan hasil yang sudah dicapai oleh prototipe turbo baru. Sebagai pembanding, mesin Z12E naturally aspirated yang sudah digunakan Suzuki saat ini memang telah dikembangkan dengan fokus pada efisiensi dan mencapai efisiensi termal maksimum 40 persen.

Suzuki juga tidak merancang mesin baru tersebut hanya untuk satu jenis bahan bakar. Mesin 1,2 liter turbo dikembangkan agar kompatibel dengan E100 atau etanol 100 persen, compressed natural gas (CNG), serta compressed biomethane gas (CBG).

Kemampuan menggunakan bahan bakar berbeda tersebut menjadi bagian dari pengembangan mesin Suzuki untuk pasar yang memiliki kondisi infrastruktur energi dan pilihan bahan bakar yang beragam. Laporan Autocar India menyebut India termasuk pasar berkembang yang menjadi sasaran teknologi turbo injeksi langsung Suzuki, meski penggunaan mesin itu pada model tertentu di India belum dikonfirmasi.

Z12E Juga Dikembangkan untuk Sistem Hybrid

Selain mesin turbo, Suzuki memperlihatkan pengembangan sistem hybrid seri yang menggunakan basis mesin Z12E 1,2 liter. Dalam konfigurasi ini, mesin bensin tidak menjadi penggerak langsung roda, melainkan digunakan untuk menghasilkan listrik melalui generator.

Roda kendaraan kemudian digerakkan oleh motor listrik. Sistem tersebut menggunakan baterai berkapasitas 0,6 kWh, sementara mesin bensinnya menghasilkan tenaga hingga 82 hp dengan torsi 108 Nm.

Generator motor pada sistem tersebut memiliki output maksimum 83 hp, sedangkan motor listrik yang bertugas menggerakkan roda mempunyai tenaga hingga 88 hp. Konfigurasi ini membuat mesin pembakaran bekerja sebagai bagian dari sistem pembangkit tenaga listrik, bukan sebagai sumber penggerak roda secara langsung.

Suzuki juga mempertimbangkan penggunaan mesin 1,2 liter turbo bersama sistem hybrid seri tersebut. Jika pengembangan itu diterapkan sebagai sistem plug-in hybrid, tenaga gabungannya diproyeksikan dapat mencapai 177 hp.

Namun, angka 177 hp tersebut masih berupa proyeksi untuk konfigurasi yang sedang dipertimbangkan. Suzuki belum mengumumkan model produksi yang akan menggunakan kombinasi tersebut maupun jadwal penerapannya.

Ada Mesin Turbo 1,5 Liter hingga 160 HP

Pengembangan Suzuki tidak berhenti pada mesin tiga silinder 1,2 liter. Pabrikan Jepang itu juga memperlihatkan mesin turbo 1,5 liter dengan empat silinder yang ditargetkan menghasilkan tenaga hingga 160 hp dan torsi maksimal 280 Nm.

Mesin 1,5 liter tersebut juga dikembangkan dengan kemampuan menggunakan bahan bakar alternatif, termasuk E100, CNG, dan CBG. Dengan demikian, pengembangan mesin turbo Suzuki mencakup kapasitas mesin yang berbeda sekaligus opsi bahan bakar yang lebih beragam.

Untuk kendaraan berukuran kecil di Jepang, Suzuki secara bersamaan menyiapkan mesin tiga silinder 0,66 liter. Mesin tersebut akan tersedia dalam dua konfigurasi, yakni naturally aspirated dan turbo, untuk digunakan pada kendaraan kei car.

Suzuki sejauh ini belum mengumumkan secara resmi model produksi yang akan menggunakan mesin 1,2 liter turbo, mesin 1,5 liter turbo, maupun konfigurasi 0,66 liter tersebut. Karena itu, spesifikasi prototipe yang telah dipaparkan belum dapat disamakan dengan spesifikasi final kendaraan yang nantinya diproduksi.

Belum Ada Kepastian untuk Pasar India

India menjadi salah satu pasar yang banyak dikaitkan dengan pengembangan mesin turbo injeksi langsung Suzuki. Sejumlah laporan otomotif menyebut mesin 1,2 liter tersebut berpotensi digunakan pada kendaraan Suzuki di India, tetapi Suzuki belum mengonfirmasi model maupun waktu peluncurannya di negara tersebut.

Kondisi serupa berlaku untuk rencana produksi massal. Sampai saat ini, mesin 1,2 liter turbo masih berstatus prototipe sehingga belum ada kepastian mengenai kendaraan pertama yang akan menggunakannya atau kapan produksi massal dimulai.

Di sisi lain, Suzuki tetap memasukkan pengembangan mesin pembakaran internal dalam strategi teknologinya sambil menjalankan pengembangan hybrid dan kendaraan elektrifikasi. Materi strategi teknologi Suzuki 2026 tercatat dalam agenda resmi perusahaan pada 25 September 2026.

Dengan demikian, mesin 1,2 liter turbo, sistem hybrid seri berbasis Z12E, mesin 1,5 liter turbo, serta mesin 0,66 liter menjadi bagian dari rangkaian teknologi yang sedang dikembangkan Suzuki untuk kebutuhan kendaraan dan pasar yang berbeda. Penggunaan final setiap mesin masih menunggu keputusan Suzuki mengenai model produksi dan penerapan teknologinya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online