Singapura Uji FirstDate, Platform Kencan untuk Pegawai Negeri 21-35 Tahun

Jumali
Jumali Jum'at, 02 Oktober 2026 10:17 WIB
Singapura Uji FirstDate, Platform Kencan untuk Pegawai Negeri 21-35 Tahun

Paspor Singapura/Ist

Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Singapura tengah menguji FirstDate, platform kencan yang dirancang khusus untuk pegawai sektor publik berusia 21-35 tahun. Berbeda dari aplikasi kencan pada umumnya, layanan ini hanya memberikan satu calon pasangan dalam setiap siklus dengan bantuan algoritma pencocokan Gale-Shapley.

The Star mengungkapkan, FirstDate merupakan program percontohan Government Technology Agency of Singapore (GovTech) yang mulai diperkenalkan pada akhir September 2026. Saat ini, layanan tersebut masih terbatas untuk pegawai publik yang berusia 21-35 tahun, belum menikah, dan memenuhi persyaratan pilot. GovTech juga menegaskan belum ada keputusan untuk memperluas FirstDate di luar tahap uji coba.

Platform ini dikembangkan dari gagasan yang muncul dalam kegiatan hackathon tahunan GovTech. Gagasannya berangkat dari pertanyaan apakah semakin banyak pilihan pasangan justru membuat seseorang lebih mudah menemukan pasangan yang sesuai.

Bagaimana FirstDate mencocokkan penggunanya?

FirstDate meminta pengguna mengisi kuesioner mengenai minat, kebiasaan, nilai-nilai, preferensi, serta hal-hal yang menjadi dealbreaker dalam hubungan. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk menyusun kecocokan dengan calon pasangan.

Dalam proses pencocokan, FirstDate menggunakan algoritma Gale-Shapley Stable Marriage, sebuah metode matematika untuk menghasilkan pasangan berdasarkan preferensi peserta. Hasilnya berupa satu calon pasangan dalam setiap siklus, lengkap dengan skor kecocokan, gambaran mengenai calon pasangan, serta catatan personal.

Pendekatan tersebut dirancang untuk mengurangi “swipe fatigue”, yakni rasa lelah akibat terus-menerus melihat dan memilih profil pada aplikasi kencan. Pengguna tidak harus menyaring banyak profil dalam satu waktu sehingga dapat lebih fokus mempertimbangkan satu perkenalan.

Setelah menerima pasangan, kedua pengguna mendapatkan pemberitahuan melalui SMS dan memiliki waktu 72 jam untuk menentukan apakah ingin terhubung. Profil hanya dapat dilihat oleh pasangan yang ditentukan, sedangkan informasi kontak baru dibagikan apabila keduanya menyatakan setuju.

Jika memilih bertemu, pengguna juga dapat mencoba “Date Quest”, yakni aktivitas yang disarankan FirstDate untuk membantu pasangan memulai percakapan dan saling mengenal. Setelah pertemuan, pengguna dapat memberikan masukan mengenai pengalaman mereka melalui formulir umpan balik.

FirstDate diuji saat angka kelahiran Singapura menurun

Uji coba FirstDate berlangsung ketika Singapura menghadapi penurunan angka pernikahan dan kelahiran. Data Department of Statistics Singapore menunjukkan 24.688 pernikahan sipil dan Muslim tercatat pada 2025, turun 6,2% dari 26.328 pada 2024.

Untuk pernikahan yang melibatkan warga negara Singapura, jumlahnya mencapai 21.671 pada 2025, turun 5,6% dari 22.955 pada tahun sebelumnya. National Population and Talent Division mencatat rata-rata pernikahan warga negara pada 2023-2025 juga lebih rendah dibandingkan rata-rata periode 2016-2019.

Penurunan juga terjadi pada kelahiran. Singapura mencatat 29.864 kelahiran hidup pada 2025, turun 11,4% dari 33.703 kelahiran pada 2024. Sementara itu, resident total fertility rate (TFR) turun dari 0,97 menjadi 0,87 kelahiran per perempuan.

Untuk kelahiran yang melibatkan warga negara Singapura, jumlahnya tercatat 26.071 pada 2025, turun 10,8% dari 29.237 pada 2024. Data pemerintah juga menunjukkan proporsi warga Singapura yang masih lajang meningkat pada sebagian besar kelompok usia selama periode 2015-2025, terutama kelompok usia 25-34 tahun.

Pemerintah juga memperluas dukungan untuk keluarga

Upaya menghadapi persoalan demografi Singapura tidak berhenti pada pencarian pasangan. Perdana Menteri Lawrence Wong dalam National Day Rally pada 23 Agustus 2026 mengumumkan sejumlah perubahan dukungan keluarga, termasuk penambahan cuti pengasuhan anak, bantuan finansial yang lebih besar, serta upaya menurunkan biaya pendidikan prasekolah.

Dalam skema baru yang diumumkan tersebut, cuti pengasuhan anak akan meningkat menjadi delapan hari untuk orang tua dengan satu anak berusia maksimal 12 tahun, 10 hari untuk dua anak, dan 12 hari bagi mereka yang memiliki tiga anak atau lebih. Pemerintah juga menyatakan akan menanggung biaya cuti terkait anak yang diwajibkan secara hukum hingga batas penggantian yang berlaku.

Di sisi finansial, setiap bayi warga Singapura akan memperoleh dukungan yang mencakup Baby Gift, bantuan MediSave, serta Child Development Account. Pemerintah juga merencanakan dukungan tahunan hingga anak berusia 16 tahun dan top-up untuk pendidikan setelahnya.

Untuk pendidikan prasekolah, pemerintah menargetkan biaya bulanan penitipan anak sehari penuh di lembaga yang mendapat dukungan pemerintah dapat ditekan menjadi S$150, sedangkan biaya infant care ditargetkan S$300. Penerapannya dilakukan secara bertahap seiring perluasan jaringan operator prasekolah yang mendapat dukungan pemerintah.

Di tengah rangkaian kebijakan tersebut, FirstDate menjadi eksperimen yang berbeda karena menyasar tahap sebelum seseorang membangun keluarga. Namun, GovTech menyatakan tujuan langsung program ini adalah menguji apakah pendekatan dengan pilihan pasangan yang lebih sedikit dan penekanan pada nilai serta preferensi dapat memberikan pengalaman kencan yang berbeda. Belum ada keputusan mengenai perluasan layanan setelah tahap pilot selesai.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online