Berapa Lama Powerbank Bisa Dipakai? Kenali Tanda Harus Diganti

Jumali
Jumali Sabtu, 03 Oktober 2026 09:07 WIB
Berapa Lama Powerbank Bisa Dipakai? Kenali Tanda Harus Diganti

Power bank premium RAVPower/Ist-RAVPower

Harianjogja.com, JOGJA—Powerbank tidak bisa digunakan dengan performa yang sama selamanya. Seiring bertambahnya siklus pengisian dan pemakaian, kapasitas baterainya akan berkurang sehingga kemampuan menyimpan daya tidak lagi seperti ketika pertama dibeli.

Lama penggunaan powerbank dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kualitas sel baterai, frekuensi pemakaian, suhu, hingga cara perangkat tersebut disimpan dan diisi ulang.

BGR mengungkapkan, salah satu cara mengukur usia baterai adalah melalui siklus pengisian daya atau charge cycle. Satu siklus tidak selalu berarti sekali mencolokkan charger, melainkan akumulasi penggunaan daya hingga setara dengan 100% kapasitas baterai.

Berapa Lama Umur Powerbank?

Salah satu produsen Powerbank Anker menyebut powerbank mereka umumnya mampu bertahan sekitar 300 hingga 500 siklus pengisian penuh. Perkiraan tersebut bukan berarti powerbank langsung mati setelah mencapai angka tersebut. Sebaliknya, kapasitas baterai biasanya mulai mengalami penurunan setelah melewati sejumlah siklus.

Dalam penggunaan sehari-hari, Anker memperkirakan powerbank konvensional dapat bertahan sekitar dua hingga tiga tahun sebelum penurunan performa semakin terasa. Lama tersebut bisa lebih pendek jika perangkat digunakan sangat sering atau berada dalam kondisi yang mempercepat degradasi baterai.

Belkin juga menyebut standar umum baterai powerbank berada di kisaran 300–500 siklus. Namun, perusahaan tersebut kini memiliki teknologi BoostSolid yang diklaim dapat mempertahankan lebih dari 80% kapasitas setelah melewati 1.000 siklus pengisian.

Artinya, angka siklus tidak dapat digunakan sebagai patokan tunggal untuk menentukan kapan sebuah powerbank harus dibuang. Kondisi fisik dan perubahan performa perangkat juga perlu diperhatikan.

Apakah Powerbank Wireless Lebih Cepat Rusak?

Pengisian daya nirkabel memang menghasilkan panas dan efisiensinya dapat dipengaruhi oleh posisi antara perangkat pengirim dan penerima daya. Namun, tidak tepat jika semua powerbank wireless dianggap pasti memiliki umur baterai lebih pendek daripada model dengan kabel.

Wireless Power Consortium (WPC), organisasi di balik standar Qi, menjelaskan bahwa pengisian nirkabel menghasilkan panas seperti proses pengisian lainnya. Pada perangkat yang memenuhi standar Qi, sistem komunikasi antara charger dan perangkat dirancang untuk mengatur daya serta membantu mengendalikan suhu.

Karena itu, faktor yang lebih penting adalah seberapa tinggi suhu yang dihasilkan selama penggunaan dan apakah perangkat memiliki sistem pengelolaan panas yang memadai. Produk yang tidak bersertifikasi atau tidak sesuai dengan perangkat yang digunakan dapat menimbulkan persoalan panas tambahan.

Qi2 juga menggunakan mekanisme penyelarasan magnetis untuk membantu posisi perangkat dan pengisi daya tetap tepat. WPC menyebut penyelarasan tersebut membantu meningkatkan efisiensi transfer energi.

Dengan demikian, pengguna tidak perlu menghindari powerbank wireless hanya karena metode pengisian tersebut. Yang lebih penting adalah memilih produk yang memenuhi standar keselamatan, menggunakannya sesuai petunjuk, serta menghindari paparan suhu ekstrem.

Tanda Powerbank Mulai Harus Diganti

Penurunan kapasitas merupakan salah satu tanda paling mudah dikenali. Jika powerbank yang sebelumnya mampu mengisi smartphone beberapa kali kini hanya mampu memberikan sedikit tambahan daya, sel baterainya kemungkinan telah mengalami degradasi.

Perubahan lain yang perlu diperhatikan adalah waktu pengisian powerbank yang menjadi jauh lebih lama atau daya tersimpan yang cepat habis meskipun perangkat tidak banyak digunakan.

Namun, tanda yang berkaitan dengan keselamatan harus mendapat perhatian lebih serius. Anker menyarankan penggantian baterai apabila terjadi pembengkakan, panas tidak normal, muncul cairan atau bau yang tidak biasa, casing retak, maupun terdengar suara komponen dari dalam perangkat.

Powerbank yang mengalami pembengkakan atau menghasilkan panas tidak normal sebaiknya tidak terus digunakan hanya karena masih dapat mengisi smartphone. Kondisi fisik tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah pada baterai.

Cara Memperpanjang Usia Powerbank

Pengguna dapat membantu memperpanjang masa pakai powerbank dengan menghindarkannya dari suhu ekstrem dan tidak membiarkannya tersimpan dalam kondisi kosong dalam waktu lama. Anker menyarankan powerbank yang jarang digunakan untuk diisi ulang setidaknya setiap tiga bulan.

Untuk penyimpanan, tempat yang sejuk dan kering lebih sesuai dibandingkan area yang panas, seperti dashboard mobil atau tempat yang terkena paparan matahari langsung. Suhu tinggi merupakan salah satu faktor yang dapat mempercepat penurunan kualitas baterai.

Selain itu, pengguna sebaiknya menggunakan charger dan kabel yang sesuai dengan spesifikasi perangkat. Memilih powerbank dari produsen yang jelas serta memperhatikan standar keselamatan juga penting, terutama untuk model berkapasitas besar atau yang mendukung pengisian cepat.

Jika kapasitas sudah menurun drastis atau muncul pembengkakan dan panas yang tidak normal, pengguna sebaiknya menghentikan pemakaian powerbank tersebut dan mengikuti prosedur pembuangan atau daur ulang baterai yang berlaku.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online