Marc Marquez Pede Tatap GP Indonesia, Modal 37 Poin dari Jepang
Marc Marquez percaya diri menghadapi GP Indonesia di Mandalika setelah meraih 37 poin dan kemenangan di GP Jepang.
Metro EV/Carscoops
Harianjogja.com, JOGJA— Pakistan memiliki mobil listrik mungil bernama Metro EV yang mengusung desain terinspirasi dari Toyota Alphard dan Vellfire. Meski tampilannya mengingatkan pada MPV premium asal Jepang, mobil buatan produsen Pakistan, Nora, tersebut memiliki dimensi jauh lebih kecil dan ditawarkan dengan harga di bawah Rp200 juta.
Toyota Alphard dan Vellfire dikenal sebagai MPV premium dengan kabin luas serta berbagai fitur kenyamanan. Nora justru mengemas sejumlah elemen desain yang menyerupai kedua MPV tersebut ke dalam bodi Metro EV yang panjangnya hanya 3.900 milimeter.
Dikutip dari Carscoops, bagian depan Metro EV memiliki desain lampu yang lebih sederhana dibandingkan Alphard maupun Vellfire. Namun, gril dan lubang udara vertikal dengan aksen krom memberikan kesan serupa dengan desain bagian depan Vellfire.
Kemiripan juga terlihat di bagian belakang. Desain lampu belakang, roof spoiler, serta pintu bagasi vertikal Metro EV mengingatkan pada Toyota Alphard. Kendati demikian, mobil listrik tersebut tidak menggunakan pintu geser elektrik seperti yang tersedia pada MPV premium Toyota.
Metro EV masih mengandalkan pintu konvensional untuk mengakses kursi baris kedua. Perbedaan itu menjadi salah satu penanda bahwa mobil tersebut berada di kelas yang berbeda dari Alphard dan Vellfire.
Jika dibandingkan dengan Alphard dan Vellfire, ukuran Metro EV sangat kompak. Panjang bodinya hanya 3.900 mm. Ukuran tersebut bahkan membuatnya lebih pendek dibandingkan sejumlah hatchback subkompak yang dipasarkan di Eropa.
Mobil listrik Pakistan ini menggunakan pelek berukuran 14 inci, ukuran yang umum ditemukan pada kendaraan mungil, termasuk mobil yang dirancang untuk pasar Jepang dengan dimensi kompak.
Meski berukuran kecil, Nora berupaya memberikan kesan premium di dalam kabin. Metro EV memiliki konfigurasi lima penumpang dengan desain interior yang mengambil inspirasi dari kendaraan kelas atas.
Bagian dashboard sekilas mengingatkan pada konsep Mercedes-Benz Hyperscreen. Namun, panel tersebut sebenarnya merupakan bagian plastik berukuran besar dengan layar infotainment sederhana di bagian tengah.
Fitur yang ditawarkan antara lain konektivitas Bluetooth, port USB, tombol start, pendingin udara, jendela elektrik, serta kamera mundur.
Dengan kelengkapan tersebut, Metro EV lebih diposisikan sebagai kendaraan listrik praktis berukuran kecil dibandingkan pesaing langsung Toyota Alphard atau Vellfire.
Di balik bodinya, Metro EV menggunakan sasis yang berasal dari China. Nora mengklaim sasis tersebut telah direkayasa ulang agar lebih sesuai dengan karakter jalan di Asia Selatan.
Perusahaan juga menyebut penyesuaian dilakukan untuk meningkatkan ergonomi bagi penumpang bertubuh tinggi. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting untuk kendaraan yang memiliki dimensi relatif pendek tetapi dipasarkan sebagai mobil lima penumpang.
Untuk sumber tenaga, Metro EV menggunakan satu motor listrik berdaya 4.000 Watt atau 4 kW. Nora menyediakan tiga pilihan kapasitas baterai, yakni 9 kWh, 15 kWh, dan 23,1 kWh.
Varian dengan baterai terbesar diklaim mampu menempuh jarak sekitar 250-300 kilometer dalam sekali pengisian daya. Jarak tempuh tersebut tentunya bergantung pada kondisi penggunaan dan metode pengujian yang digunakan.
Nora juga berencana menghadirkan sistem battery swap atau penukaran baterai untuk Metro EV. Sistem tersebut ditujukan untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan pengguna ketika membutuhkan energi listrik.
Dengan mekanisme penukaran baterai, pengguna tidak harus selalu menunggu proses pengisian daya konvensional hingga selesai. Namun, penerapan sistem tersebut akan bergantung pada ketersediaan infrastruktur penukaran baterai yang disiapkan Nora.
Nora belum mengumumkan harga final Metro EV. Namun, perusahaan menjanjikan mobil listrik tersebut akan dijual di bawah 3 juta rupee Pakistan.
Jika menggunakan kurs sekitar Rp64,89 untuk 1 rupee Pakistan seperti dalam informasi sumber, batas harga tersebut setara sekitar Rp194,67 juta.
Artinya, Metro EV berpotensi menjadi mobil listrik dengan tampilan ala MPV premium tetapi ditawarkan pada harga yang jauh lebih rendah. Meski demikian, harga final, spesifikasi setiap varian, serta waktu penjualan secara lebih luas masih perlu menunggu pengumuman resmi dari Nora.
Dengan bodi sepanjang 3.900 mm, motor listrik 4 kW, tiga pilihan baterai, serta rencana teknologi battery swap, Metro EV menawarkan pendekatan berbeda di tengah perkembangan mobil listrik berukuran kecil di Pakistan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Marc Marquez percaya diri menghadapi GP Indonesia di Mandalika setelah meraih 37 poin dan kemenangan di GP Jepang.
Prediksi susunan pemain Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Ole Romeny diragukan, Mitchell Baker jadi andalan.
Di tengah khidmatnya prosesi pelantikan, momen spesial tercipta dengan diinformasikan apresiasi tingkat nasional kepada salah satu lulusan Profesi Ners, Dina A
Di tengah prosesi pelantikan 667 lulusan tenaga kesehatan profesional tersebut, UNISA Yogyakarta secara resmi menyerahkan Beasiswa Alumni kepada tiga bidan terb
Praktik brandu masih ditemukan di Gunungkidul. Pemkab memperkuat edukasi dan menyiapkan kompensasi bagi ternak yang mati akibat penyakit menular.
WhatsApp mulai menguji Restricted Chat di Android dan iOS. Fitur ini membatasi ekspor chat, Meta AI, media, dan linked devices.