5 Motuba yang Banyak Diburu Kolektor, dari Estilo hingga W124

Jumali
Jumali Senin, 05 Oktober 2026 19:07 WIB
5 Motuba yang Banyak Diburu Kolektor, dari Estilo hingga W124

Honda Civic Estilo SR3/Instagram: garasimudamudi

Harianjogja.com, JOGJA—Mobil tua bangka atau motuba kini tidak selalu identik dengan kendaraan yang merepotkan. Sejumlah model lawas justru memiliki pasar tersendiri karena desain yang khas, sejarah panjang, komunitas yang aktif, hingga tingkat kelangkaan unit dalam kondisi orisinal.

Bagi calon pembeli, kondisi tersebut membuat memilih motuba tidak cukup hanya melihat harga jual. Kondisi bodi, mesin, interior, kelengkapan dokumen, keaslian komponen, serta riwayat perawatan bisa menentukan apakah sebuah mobil lawas layak dipelihara sebagai kendaraan harian atau dikembangkan menjadi koleksi.

Tren tersebut juga membuat beberapa mobil keluaran era 1980-an dan 1990-an tetap menarik perhatian. Berikut lima model yang memiliki basis penggemar kuat di Indonesia.

1. Honda Civic Estilo SR3

Honda Civic Estilo menjadi salah satu mobil lawas yang paling mudah menarik perhatian kolektor. Hatchback tiga pintu ini dikenal melalui desain membulat yang masih terlihat menarik meski usianya sudah lebih dari tiga dekade.

Di Indonesia, Estilo menggunakan kode bodi SR3 dan dikenal dengan mesin 1.600 cc. Mobil ini juga memiliki basis penggemar yang kuat di kalangan pencinta modifikasi karena ruang mesinnya memungkinkan berbagai pengembangan performa, termasuk penggunaan mesin keluarga B Series dan K Series pada proyek tertentu.

Kelangkaan unit menjadi salah satu faktor yang membuat harga Estilo dapat jauh berbeda antara satu mobil dan lainnya. Unit dengan bodi rapi, interior terjaga, surat lengkap dan komponen yang masih mendekati kondisi pabrik biasanya memiliki daya tarik lebih besar bagi kolektor.

Artinya, pembeli tidak bisa hanya berpatokan pada tahun produksi ketika menilai Civic Estilo.

2. Toyota Starlet Kotak dan Kapsul

Toyota Starlet merupakan pilihan lain bagi pencinta mobil lawas yang menginginkan kendaraan dengan karakter sederhana. Di Indonesia, dua bentuk yang paling dikenal adalah Starlet Kotak dengan kode EP70 dan Starlet Kapsul dari keluarga EP80.

Starlet tetap memiliki penggemar karena ukurannya kompak, konstruksi relatif sederhana, dan komponen pengganti masih dapat ditemukan. Ketersediaan suku cadang juga menjadi salah satu alasan mobil ini lebih mudah dipertahankan dibandingkan sejumlah mobil lawas yang populasinya sangat terbatas.

Selain versi reguler, Starlet GT Turbo menjadi varian yang memiliki daya tarik lebih bagi kolektor. Kelangkaan dan spesifikasinya membuat harga unit tersebut dapat berbeda cukup jauh dari Starlet biasa.

Bagi pembeli pemula, Starlet bisa menjadi salah satu pintu masuk ke dunia motuba. Namun, kondisi aktual mobil tetap harus diperiksa karena kendaraan yang berusia puluhan tahun berpotensi membutuhkan restorasi.

3. BMW E30

Nama BMW E30 memiliki tempat khusus dalam sejarah otomotif Indonesia. Popularitasnya semakin kuat setelah model tersebut identik dengan film Catatan Si Boy, sehingga E30 tidak hanya dipandang sebagai sedan lawas, tetapi juga bagian dari nostalgia budaya populer.

Desain boxy dengan lampu depan ganda menjadi salah satu ciri yang membuat E30 tetap mudah dikenali. Di kalangan penggemar, varian dan kondisi mobil sangat menentukan daya tariknya.

BMW E30 yang masih mempertahankan interior, bodi, mesin, serta komponen orisinal tentu memiliki karakter berbeda dibandingkan unit yang sudah mengalami modifikasi berat.

Bagi calon pembeli, pemeriksaan bodi dan interior menjadi bagian penting sebelum mengambil E30, karena biaya mengembalikan sebuah mobil tua ke kondisi mendekati standar bisa cukup besar.

4. Mercedes-Benz W124

Mercedes-Benz W124 atau yang populer dengan sebutan Mercy Boxer juga masih memiliki penggemar loyal. Model ini dikenal karena kenyamanan, kualitas konstruksi, dan karakter sedan Mercedes-Benz era tersebut.

Salah satu varian yang banyak menarik perhatian kolektor adalah Masterpiece. Edisi ini hadir menjelang berakhirnya masa W124 dan memiliki sejumlah perlengkapan khusus, termasuk penggunaan elemen kayu pada interior, fitur kabin tertentu, serta detail eksterior yang membedakannya dari varian biasa.

Karena itu, calon pembeli W124 perlu berhati-hati dengan istilah Masterpiece. Pasar mobil lawas mengenal kasus unit standar yang diberi aksesori atau emblem menyerupai Masterpiece sehingga tampak seperti varian khusus.

Keaslian menjadi faktor penting ketika membeli W124 untuk koleksi.

5. Mitsubishi Lancer GTi CB5

Mitsubishi Lancer GTi dengan kode bodi CB5 merupakan salah satu sedan lawas yang masih memiliki penggemar di Indonesia. Varian ini menggunakan mesin 4G93 1.800 cc DOHC dan menjadi salah satu versi Lancer lokal dengan performa paling menarik pada masanya.

Bentuknya memang sangat mirip dengan Lancer Evolution III. Kemiripan tersebut membuat sebagian masyarakat Indonesia menyebut Lancer CB series sebagai “Evo III”. Namun, Lancer CB5 GTi bukan Lancer Evolution III dan tidak memiliki spesifikasi teknis yang sama dengan mobil reli tersebut.

Kesalahpahaman ini justru menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan calon pembeli. Jika tujuan utamanya mengoleksi mobil, unit CB5 yang masih mempertahankan spesifikasi pabrik justru lebih menarik daripada sekadar mengubah tampilan agar menyerupai Evolution.

Apa yang Harus Dicek Sebelum Membeli Motuba?

Harga mobil tua sangat bergantung pada kondisi masing-masing unit. Tidak ada satu angka yang bisa digunakan sebagai patokan untuk seluruh Indonesia.

Kondisi bodi, tingkat karat, keaslian interior, mesin, kaki-kaki, kelistrikan, serta kelengkapan surat menjadi hal yang perlu diperiksa sebelum transaksi. Ketersediaan komponen juga perlu dipertimbangkan karena biaya restorasi dapat meningkat ketika pemilik harus mencari komponen langka.

Pasar mobil lawas juga tidak sama dengan pasar mobil baru. Dua unit dengan model dan tahun yang sama bisa memiliki selisih harga besar karena perbedaan kondisi dan tingkat keaslian.

Karena itu, motuba lebih tepat dipandang sebagai barang hobi dan koleksi yang nilainya sangat bergantung pada kondisi serta permintaan pasar, bukan sebagai investasi yang pasti menghasilkan keuntungan.

Bagi pembeli yang ingin menggunakan motuba untuk aktivitas sehari-hari, faktor kenyamanan, konsumsi bahan bakar, ketersediaan bengkel dan suku cadang juga sebaiknya menjadi pertimbangan.

Sementara itu, bagi kolektor, unit yang masih orisinal dan memiliki riwayat kepemilikan serta perawatan yang jelas dapat menjadi pilihan lebih menarik. Kelangkaan model seperti Civic Estilo, karakter BMW E30, status khusus W124 Masterpiece, hingga performa Lancer GTi membuat mobil-mobil tersebut tetap memiliki tempat di pasar penggemar otomotif Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online