HP Panas dan Baterai Boros? Bisa Jadi Tanda Spyware

Jumali
Jumali Selasa, 06 Oktober 2026 15:27 WIB
HP Panas dan Baterai Boros? Bisa Jadi Tanda Spyware

Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto

Harianjogja.com, JOGJA—HP yang tiba-tiba panas, baterai cepat habis, atau performanya melambat belum tentu mengalami kerusakan biasa. Dalam kondisi tertentu, perubahan tersebut bisa menjadi salah satu tanda adanya aplikasi berbahaya atau spyware di dalam perangkat.

ZDNET mengungkapkan, spyware merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk memantau aktivitas pengguna tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka. Jenis ancaman ini dapat digunakan untuk mengakses informasi pribadi, aktivitas penelusuran, lokasi, pesan, hingga data lain yang tersimpan di ponsel.

Namun, satu gejala saja tidak cukup untuk menyimpulkan HP telah terinfeksi spyware. Baterai yang menurun, perangkat panas, dan performa lambat juga dapat disebabkan aplikasi yang bermasalah, sistem operasi yang belum diperbarui, baterai yang sudah menurun kualitasnya, atau persoalan perangkat keras.

Jenis Spyware yang Perlu Dikenali

Spyware memiliki bentuk dan tingkat ancaman yang berbeda. Salah satunya adalah aplikasi pengawasan yang menyamar sebagai aplikasi biasa dan bekerja diam-diam di perangkat.

Ada pula stalkerware, yaitu perangkat lunak yang dapat digunakan untuk memantau lokasi, pesan, panggilan, foto, serta aktivitas digital seseorang tanpa persetujuannya. Malwarebytes mencatat stalkerware lebih banyak menjadi persoalan pada perangkat seluler dan dapat disamarkan sebagai aplikasi biasa.

Jenis lainnya adalah spyware yang dirancang untuk mencuri kredensial, data pribadi, atau informasi keuangan. Pada tingkat yang jauh lebih canggih, terdapat mercenary spyware seperti Pegasus yang digunakan untuk menarget individu tertentu.

Apple menyebut serangan mercenary spyware sebagai ancaman yang sangat canggih dan biasanya menyasar kelompok kecil atau individu tertentu. Sebagian besar pengguna tidak menjadi target serangan semacam ini.

Tanda HP Perlu Diperiksa

Ada sejumlah perubahan pada HP yang patut diperhatikan jika muncul secara tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan.

1. Baterai lebih cepat habis

Spyware atau aplikasi berbahaya yang terus berjalan di latar belakang dapat menggunakan sumber daya perangkat. Namun, baterai yang boros juga memiliki banyak penyebab lain sehingga gejala ini tidak bisa dijadikan bukti tunggal.

2. HP terasa panas saat tidak digunakan

Perangkat yang terus menjalankan proses di latar belakang dapat menjadi lebih hangat. Jika kondisi tersebut terjadi ketika HP tidak sedang digunakan atau diisi daya, pengguna sebaiknya memeriksa aplikasi yang aktif.

3. Penggunaan data meningkat

Kenaikan penggunaan internet yang tidak biasa bisa menjadi tanda bahwa sebuah aplikasi mengirim data ke server eksternal. Periksa statistik penggunaan data untuk mengetahui aplikasi mana yang paling banyak menggunakan koneksi.

4. Performa tiba-tiba melambat

Aplikasi berbahaya dapat menghabiskan sumber daya sistem. HP yang mendadak lambat, sering mengalami crash, atau merespons lebih lama dari biasanya layak diperiksa lebih lanjut.

5. Muncul aktivitas yang tidak dilakukan

Perhatikan jika muncul pesan yang tidak pernah dikirim, transaksi yang tidak dikenal, aplikasi yang terbuka sendiri, atau perubahan pada akun yang tidak dilakukan pengguna.

6. Terdengar gangguan saat melakukan panggilan

Suara klik, gema, atau suara yang tidak biasa pernah dikaitkan dengan stalkerware. Namun, gangguan jaringan atau masalah perangkat juga dapat menimbulkan gejala serupa.

7. Ada aplikasi yang tidak dikenal

Aplikasi yang tidak pernah sengaja dipasang patut diperiksa, terutama jika memiliki akses ke lokasi, mikrofon, kamera, pesan, atau fitur aksesibilitas yang tidak diperlukan.

Cara Memeriksa dan Menghapus Spyware

Jika menemukan beberapa gejala sekaligus, jangan langsung melakukan kesimpulan bahwa HP telah diretas. Mulailah dengan memeriksa aplikasi dan sistem keamanan perangkat.

Untuk pengguna Android, aktifkan dan jalankan Google Play Protect. Fitur bawaan tersebut memeriksa aplikasi dan perangkat untuk mencari perilaku berbahaya, termasuk aplikasi yang berasal dari sumber di luar Google Play. Play Protect juga dapat memperingatkan pengguna, menonaktifkan, atau menghapus aplikasi berbahaya yang terdeteksi.

Pengguna juga sebaiknya memeriksa aplikasi yang terpasang dan menghapus aplikasi yang tidak dikenal. Perhatikan pula izin yang diberikan, khususnya akses ke lokasi, kamera, mikrofon, SMS, kontak, dan fitur aksesibilitas.

Hindari mengunduh aplikasi keamanan dari situs tidak resmi. Google memperingatkan bahwa aplikasi dari sumber tidak dikenal dapat meningkatkan risiko perangkat dan data pribadi terkena masalah keamanan.

Jika diperlukan, pemindaian tambahan dapat dilakukan menggunakan aplikasi keamanan dari pengembang tepercaya. Malwarebytes, misalnya, menyebut pemindaian malware sebagai salah satu cara untuk membantu mendeteksi stalkerware.

Bagaimana dengan iPhone?

Pengguna iPhone memiliki mekanisme keamanan yang berbeda. Apple menyediakan Safety Check pada iPhone dengan iOS 16 atau versi lebih baru untuk meninjau siapa saja yang memiliki akses terhadap informasi pengguna, perangkat yang terhubung ke Apple Account, serta izin privasi aplikasi.

Jika Apple mendeteksi seseorang menjadi target mercenary spyware, perusahaan dapat mengirimkan Apple Threat Notification melalui perangkat, email, dan akun Apple. Apple menyebut pemberitahuan tersebut memiliki tingkat keyakinan tinggi dan harus ditanggapi serius.

Karena itu, pengguna yang menerima notifikasi ancaman tersebut sebaiknya mengikuti panduan Apple dan mempertimbangkan bantuan ahli keamanan siber. Jangan mengikuti tautan atau memasang aplikasi yang diklaim sebagai “alat pemeriksaan spyware” hanya berdasarkan pesan yang diterima melalui email atau SMS.

Jangan Asal Hapus Jika Ada Dugaan Stalkerware

Ada kondisi khusus yang membutuhkan perhatian lebih. Jika dugaan spyware berkaitan dengan pasangan atau orang lain yang memiliki akses langsung ke perangkat, penghapusan aplikasi secara tiba-tiba bisa membuat pelaku menyadari bahwa aktivitasnya telah diketahui.

Malwarebytes mengingatkan bahwa stalkerware dapat digunakan dalam konteks kekerasan domestik. Dalam situasi seperti ini, keselamatan pengguna harus menjadi pertimbangan sebelum menghapus aplikasi atau mengubah pengaturan perangkat.

Jika perangkat diduga benar-benar telah disusupi, gunakan perangkat lain yang terpercaya untuk mengamankan akun penting. Ganti kata sandi, aktifkan autentikasi multifaktor, dan periksa aktivitas login yang tidak dikenal setelah perangkat utama dinyatakan aman.

Sebagai langkah terakhir, reset ke pengaturan pabrik dapat dipertimbangkan setelah data penting dicadangkan. Namun, untuk kasus spyware yang sangat canggih atau perangkat yang ditargetkan secara khusus, pengguna sebaiknya meminta bantuan profesional keamanan siber daripada hanya mengandalkan reset.

Cara Mencegah Spyware Masuk ke HP

Pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa kebiasaan sederhana.

  • Selalu perbarui sistem operasi dan aplikasi.

  • Unduh aplikasi dari toko resmi seperti Google Play atau App Store.

  • Jangan sembarangan membuka tautan dan lampiran dari pengirim yang tidak dikenal.

  • Periksa izin aplikasi sebelum memberikan akses.

  • Gunakan PIN atau kata sandi perangkat yang kuat serta biometrik jika tersedia.

  • Aktifkan autentikasi multifaktor untuk akun penting.

  • Jangan melakukan root atau jailbreak jika tidak memahami risikonya.

  • Biarkan fitur keamanan bawaan seperti Google Play Protect tetap aktif.

  • Hindari memasang aplikasi dari sumber tidak dikenal kecuali benar-benar diperlukan dan sumbernya dapat dipercaya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online