Citroen 2CV Kembali Jadi Mobil Listrik Murah, Harga Rp250 Jutaan

Jumali
Jumali Selasa, 06 Oktober 2026 17:37 WIB
Citroen 2CV Kembali Jadi Mobil Listrik Murah, Harga Rp250 Jutaan

Citroën 2CV / Citroën

Harianjogja.com, JOGJA— Citroën bersiap menghidupkan kembali nama 2CV sebagai mobil listrik murah. Ikon otomotif Prancis yang berhenti diproduksi pada 1990 itu akan diperkenalkan kembali dalam bentuk konsep pada 11 Oktober 2026.

Yahoo Auto melaporkan, rencana tersebut menjadi bagian dari strategi Citroën menghadirkan kendaraan listrik yang lebih sederhana dan terjangkau di pasar Eropa. Versi produksinya ditargetkan masuk pasar pada 2028 dengan harga awal di bawah €15.000 atau sekitar Rp250 jutaan sebelum subsidi.

Citroën sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa model baru tersebut terinspirasi dari semangat 2CV klasik. Bukan sekadar menggunakan nama lama, mobil ini dirancang membawa kembali gagasan mobilitas yang sederhana, praktis, dan mudah dijangkau ke era kendaraan listrik.

2CV listrik diperkenalkan di Paris

Konsep Citroën 2CV terbaru akan diperkenalkan pada 11 Oktober 2026 pukul 19.00 waktu Paris, atau sehari sebelum Paris Motor Show 2026 dibuka untuk publik.

Citroën telah menjalankan kampanye teaser sejak akhir September. Dalam materi pratinjaunya, terlihat sejumlah elemen yang mengingatkan pada 2CV generasi pertama.

Kap mesin bergaris, lampu depan berbentuk membulat yang menonjol dari area fender, serta proporsi bodi bergaya retro menjadi beberapa ciri yang dipertahankan. Indikator juga ditempatkan di sekitar pilar C, sementara bentuk roda dan detail bodi dibuat dengan pendekatan modern.

Meski desainnya mengacu pada model lawas, mobil tersebut akan menggunakan sistem penggerak 100% listrik. Citroën hingga kini belum mengungkap kapasitas baterai, jarak tempuh, tenaga motor, maupun sejumlah detail teknis lainnya.

Karena itu, angka harga menjadi salah satu informasi paling menarik yang sudah diberikan Citroën sebelum konsepnya diperlihatkan secara utuh.

Harga di bawah €15.000

Citroën menargetkan versi produksi 2CV listrik dibanderol di bawah €15.000 sebelum subsidi pemerintah. Jika target tersebut tercapai, model ini akan masuk segmen kendaraan listrik perkotaan dengan harga sangat rendah di Eropa.

Harga tersebut juga menempatkan 2CV di bawah sejumlah mobil listrik kecil yang sudah atau akan beredar di Eropa. Namun, target tersebut belum bisa dianggap sebagai harga final karena kendaraan produksinya baru direncanakan meluncur pada 2028.

Citroën juga memiliki Ami yang harganya lebih rendah. Akan tetapi, Ami masuk kategori quadricycle atau kendaraan ringan dan bukan mobil penumpang konvensional. Karena itu, 2CV listrik berpotensi menjadi mobil penumpang termurah Citroën apabila target harga tersebut benar-benar terealisasi.

Bagi konsumen, strategi tersebut menunjukkan persaingan kendaraan listrik Eropa mulai bergerak tidak hanya pada teknologi dan jarak tempuh, tetapi juga harga pembelian awal.

Bukan sekadar nostalgia 2CV

2CV pertama kali diperkenalkan Citroën pada Paris Motor Show 1948. Mobil tersebut dikembangkan dengan gagasan sederhana: menyediakan kendaraan yang praktis dan terjangkau untuk masyarakat luas.

Karakter itu kemudian menjadi salah satu alasan 2CV bertahan sangat lama. Model tersebut diproduksi selama sekitar 42 tahun hingga 1990 dan mencatat lebih dari 5,1 juta unit produksi, termasuk versi van.

Ciri lain yang membuat 2CV dikenal adalah konstruksinya yang sederhana serta suspensi dengan karakter lembut dan jarak gerak panjang. Citroën menyebut model tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu ikon terbesar dalam sejarah mereknya.

Kini karakter tersebut diterjemahkan ke dalam kebutuhan yang berbeda. Mesin bensin sederhana pada model lawas digantikan motor listrik, sementara konsep mobil rakyat yang terjangkau menjadi bagian dari strategi menghadirkan EV dengan harga lebih rendah.

Citroën sebelumnya mengatakan model baru itu akan dipasarkan terutama di Eropa. Produksinya juga dikaitkan dengan proyek kendaraan listrik kecil Stellantis yang disiapkan di fasilitas Pomigliano d'Arco, Italia.

Berhadapan dengan EV murah

Kemunculan kembali 2CV juga terjadi ketika produsen mobil Eropa berlomba menekan harga kendaraan listrik.

Renault, Dacia, Volkswagen, hingga sejumlah merek lain tengah mengembangkan atau memasarkan mobil listrik berukuran kecil untuk konsumen yang membutuhkan kendaraan harian dengan biaya pembelian lebih rendah.

Di sisi lain, Citroën harus mempertahankan karakter khas 2CV tanpa membuat mobil tersebut kehilangan fungsi sebagai kendaraan harian. Harga murah saja tidak cukup karena konsumen juga akan mempertimbangkan jarak tempuh, ruang kabin, keselamatan, pengisian baterai, dan biaya penggunaan.

Detail mengenai aspek-aspek tersebut masih menunggu pengungkapan lebih lanjut. Presentasi konsep pada 11 Oktober menjadi tahap berikutnya sebelum Citroën membawa 2CV listrik menuju versi produksi pada 2028.

Jika target harga dan konsep yang dijanjikan dapat dipertahankan hingga tahap produksi, nama 2CV akan kembali ke pasar bukan sebagai mobil nostalgia, melainkan sebagai upaya Citroën membuat kendaraan listrik lebih mudah dijangkau.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online