5 Cara Cek Nomor HP Tidak Dikenal agar Terhindar dari Penipuan

Jumali
Jumali Selasa, 06 Oktober 2026 17:57 WIB
5 Cara Cek Nomor HP Tidak Dikenal agar Terhindar dari Penipuan

Menggunakan ponsel saat mengisi daya. - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Mendapat telepon dari nomor HP yang tidak dikenal tidak selalu berarti penipuan. Namun, jika panggilan datang berulang kali, penelepon meminta data pribadi, atau mendesak Anda melakukan sesuatu, nomor tersebut sebaiknya diperiksa lebih dulu.

Masyarakat dapat memanfaatkan beberapa fitur di ponsel dan layanan resmi pemerintah untuk mengecek, menyaring, hingga memblokir nomor yang mencurigakan.

Salah satu layanan yang bisa digunakan adalah Aduan Nomor milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Layanan tersebut menyediakan fitur untuk memeriksa apakah sebuah nomor seluler pernah dilaporkan atas dugaan penipuan sekaligus melaporkan nomor yang dianggap mencurigakan.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan ketika mendapat telepon dari nomor tidak dikenal.

1. Cek nomor melalui Aduan Nomor Komdigi

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengecek nomor melalui layanan Aduan Nomor.

Layanan resmi tersebut memiliki fitur Cek Nomor Seluler untuk mengetahui apakah nomor yang diperiksa pernah dilaporkan terkait dugaan penipuan. Masyarakat juga dapat menggunakan fitur Laporkan Nomor Seluler apabila menemukan nomor yang diduga disalahgunakan.

Saat membuat laporan, masyarakat sebaiknya menyiapkan bukti pendukung. Komdigi sebelumnya menjelaskan bukti seperti tangkapan layar pesan atau rekaman percakapan dapat digunakan untuk membantu proses verifikasi laporan.

Perlu diingat, nomor yang tidak ditemukan dalam database laporan bukan berarti otomatis aman. Status tersebut hanya menunjukkan nomor tersebut belum tercatat dalam laporan yang tersedia.

2. Aktifkan identifikasi dan perlindungan spam

Ponsel Android tertentu yang menggunakan aplikasi Telepon dari Google memiliki fitur ID penelepon dan perlindungan spam.

Fitur tersebut dapat memberikan informasi mengenai penelepon di luar daftar kontak atau peringatan ketika sebuah panggilan terindikasi sebagai spam. Pengguna juga dapat memilih untuk memblokir dan melaporkan nomor tersebut.

Pada perangkat yang mendukungnya, pengguna dapat membuka aplikasi Telepon, masuk ke pengaturan, kemudian mencari menu ID penelepon dan spam. Pilihan penyaringan panggilan spam juga tersedia pada perangkat yang mendukung fitur tersebut.

Jadi, Anda tidak harus mencari identitas setiap nomor secara manual. Sistem ponsel dapat membantu memberikan peringatan awal ketika sebuah panggilan memiliki indikasi spam.

3. Jangan langsung percaya nama atau nomor yang muncul

Nomor yang tampil di layar ponsel juga bukan jaminan identitas penelepon benar.

Teknik caller ID spoofing memungkinkan pelaku membuat nomor tertentu muncul pada layar penerima. FTC menjelaskan penipu dapat memalsukan informasi caller ID sehingga panggilan terlihat berasal dari nomor lokal, perusahaan, bahkan pihak yang dikenal.

Karena itu, jika seseorang mengaku sebagai petugas bank, perusahaan, kepolisian, atau instansi pemerintah, jangan langsung memberikan informasi hanya karena nama atau nomor yang tampil terlihat meyakinkan.

Jika perlu melakukan verifikasi, cari sendiri nomor layanan resmi institusi tersebut dan hubungi melalui kanal yang tercantum di situs atau aplikasi resminya.

4. Blokir nomor yang terus mengganggu

Jika nomor yang sama berkali-kali menelepon tanpa alasan yang jelas, fitur blokir dapat digunakan untuk menghentikan panggilan berikutnya.

Pada aplikasi Telepon dari Google, pengguna dapat membuka riwayat panggilan, memilih nomor yang diinginkan, kemudian menggunakan opsi Blokir atau Laporkan sebagai spam.

Pengguna iPhone juga dapat memblokir nomor tertentu. Selain itu, iPhone menyediakan fitur untuk menyaring atau mengheningkan panggilan dari nomor yang belum tersimpan di kontak.

Pada iPhone dengan fitur penyaringan panggilan, pengguna bahkan dapat meminta penelepon dari nomor tak dikenal memberikan alasan sebelum telepon diteruskan. Pilihan lainnya adalah mengheningkan panggilan tersebut dan mengarahkannya ke pesan suara.

5. Jangan buru-buru menelepon balik

Panggilan dari nomor asing yang hanya muncul sekali belum tentu berbahaya. Namun, jangan langsung menelepon balik ketika panggilan terlihat mencurigakan, terutama jika penelepon meninggalkan pesan otomatis yang meminta Anda menekan tombol atau mengikuti instruksi tertentu.

FTC mengingatkan masyarakat untuk tidak merespons robocall mencurigakan dengan menekan tombol tertentu. Tindakan tersebut justru dapat menyebabkan lebih banyak panggilan yang tidak diinginkan.

Jika panggilan berkaitan dengan urusan penting, penelepon biasanya dapat memberikan informasi yang memungkinkan Anda melakukan verifikasi melalui kanal resmi.

Jangan berikan OTP dan data rekening

Hal yang paling penting adalah tidak memberikan data sensitif kepada penelepon yang identitasnya belum dipastikan.

Data tersebut mencakup kode OTP, PIN, kata sandi, nomor kartu, informasi rekening, atau data keuangan lainnya. Penelepon yang mengaku sebagai bank atau perusahaan juga tidak otomatis dapat dipercaya hanya karena mengetahui sebagian informasi mengenai Anda.

Jika penelepon menawarkan hadiah, mengabarkan masalah rekening, mengaku ada transaksi mencurigakan, atau meminta transfer dengan alasan tertentu, hentikan percakapan dan lakukan verifikasi melalui kanal resmi.

Nomor tidak dikenal memang bisa saja berasal dari orang yang salah sambung atau pihak yang memiliki kepentingan sah. Namun, mengecek nomor terlebih dahulu dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko menjadi korban spam maupun penipuan.

Mulai dari layanan Aduan Nomor Komdigi, fitur identifikasi spam di ponsel, hingga pemblokiran nomor, sejumlah pilihan tersebut dapat digunakan sesuai situasi dan perangkat yang digunakan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online