Siswa Tak Otomatis Naik Kelas 2027? Ini Status Aturannya
Wacana siswa tak otomatis naik kelas mulai 2027 masih dikaji. Ini penjelasan Mendikdasmen dan status aturan yang berlaku saat ini.
Instagram - StokCake
Harianjogja.com, JOGJA— Instagram tengah mengeksplorasi fitur baru bernama Read-Only Mode yang memungkinkan pengguna menjelajahi profil tanpa melakukan interaksi seperti memberikan Like, berkomentar, mengirim pesan, atau mengikuti akun. Fitur tersebut diduga disiapkan sebagai salah satu manfaat untuk pelanggan Instagram Plus.
Namun, fitur ini belum tersedia bagi pengguna umum. Instagram menegaskan kepada Engadget bahwa Read-Only Mode masih sebatas eksplorasi internal dan belum menjalani pengujian eksternal. Artinya, pengguna belum bisa mengaktifkannya melalui aplikasi Instagram saat ini.
Kabar mengenai fitur tersebut pertama kali muncul setelah Alessandro Paluzzi, pengembang sekaligus peneliti aplikasi yang kerap menemukan fitur Instagram yang belum dirilis, membagikan tangkapan layar melalui X pada 3 Oktober 2026.
Sesuai namanya, Read-Only Mode dirancang untuk membuat pengguna hanya dapat melihat konten dalam sebuah sesi tanpa melakukan interaksi. Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan Paluzzi, pengguna tidak dapat memberikan Like, menulis komentar, mengirim pesan, mengikuti akun, maupun melihat Story ketika mode tersebut aktif.
Dengan pembatasan tersebut, pengguna bisa menjelajahi profil tanpa khawatir secara tidak sengaja menekan tombol Like, Follow, atau mengirim pesan ketika sedang melihat-lihat konten. Hal ini terutama relevan ketika seseorang membuka unggahan lama sebuah akun.
Jadi, terdapat perbedaan penting dengan anggapan bahwa fitur tersebut merupakan “mode siluman” untuk melihat semua aktivitas pengguna lain. Read-Only Mode justru membatasi sejumlah aktivitas, termasuk melihat Story.
Karena Story tidak dapat dilihat ketika mode tersebut aktif, fitur ini tidak sama dengan fasilitas Story Preview yang sudah tersedia bagi pelanggan Instagram Plus. Melalui Story Preview, pelanggan dapat melihat pratinjau Story tanpa muncul di daftar penonton sebelum memutuskan untuk membuka Story secara penuh.
Status pengembangan menjadi hal penting bagi pengguna yang menemukan informasi mengenai fitur ini di media sosial. Instagram menyatakan kepada Engadget bahwa Read-Only Mode merupakan “internal only exploration” dan sama sekali belum diuji secara eksternal.
Dengan demikian, tangkapan layar yang beredar belum bisa dianggap sebagai tanda bahwa fitur tersebut segera hadir dalam pembaruan aplikasi. Instagram masih dapat mengubah cara kerja fitur, mengganti manfaatnya, mengujinya kepada kelompok pengguna tertentu, atau bahkan membatalkannya sebelum dirilis.
Situasi tersebut bukan hal aneh bagi perusahaan teknologi. Berbagai fitur yang ditemukan melalui rekayasa balik atau pengujian internal tidak selalu berakhir sebagai produk yang tersedia bagi seluruh pengguna.
Tangkapan layar Paluzzi menunjukkan Read-Only Mode dikaitkan dengan Instagram Plus, layanan berlangganan yang diluncurkan Meta pada 2026. Instagram Plus menawarkan sejumlah fitur tambahan bagi pengguna yang ingin mendapatkan lebih banyak kontrol, personalisasi, dan informasi dari layanan tersebut.
Meta pada September 2026 juga menyebut Instagram Plus sebagai salah satu layanan langganan individual dalam ekosistem Meta One. Perusahaan mengatakan Instagram Plus terus mendapatkan fitur baru, termasuk font khusus untuk DM dan Story, notifikasi ketika orang tertentu melihat Story, serta pratinjau DM.
Dalam pengumuman peluncuran Instagram Plus, Meta sebelumnya juga mencantumkan beberapa fitur Story seperti Story Preview, informasi tentang penayangan ulang Story, pencarian dalam daftar penonton Story, serta kemampuan membuat beberapa daftar audiens.
Karena itu, apabila Read-Only Mode nantinya benar-benar dirilis, fitur tersebut kemungkinan akan menjadi bagian dari strategi Instagram untuk menambah manfaat yang hanya dapat diperoleh pelanggan berbayar. Namun, Meta belum mengonfirmasi bahwa fitur tersebut pasti akan masuk ke paket Instagram Plus.
Konsep Read-Only Mode juga menimbulkan pertanyaan mengenai batas antara privasi dan penyalahgunaan. Kemampuan untuk menjelajahi profil tanpa melakukan interaksi dapat berguna bagi pengguna yang sekadar ingin membaca atau melihat konten tanpa takut melakukan tindakan secara tidak sengaja.
Di sisi lain, penghapusan sejumlah tanda interaksi juga dapat membuat aktivitas seseorang lebih sulit dikenali. Kekhawatiran ini terutama muncul karena fitur tersebut membatasi tindakan yang biasanya meninggalkan jejak interaksi di Instagram.
Engadget mencatat bahwa sampai sekarang Instagram belum menjelaskan secara khusus bagaimana potensi penyalahgunaan fitur tersebut akan ditangani jika suatu saat masuk ke tahap pengujian publik. Kekhawatiran mengenai kemungkinan penggunaan untuk stalking juga menjadi salah satu persoalan yang muncul dalam pembahasan fitur tersebut.
Meski demikian, penting membedakan antara risiko potensial dan kemampuan fitur yang sudah dikonfirmasi. Untuk saat ini, tidak ada bukti bahwa Read-Only Mode sudah dapat digunakan publik atau bahwa Instagram telah menetapkan mekanisme final untuk mencegah penyalahgunaannya.
Belum ada tanggal peluncuran Read-Only Mode. Instagram bahkan menegaskan bahwa fitur tersebut belum diuji kepada pengguna eksternal.
Bagi pengguna Instagram, informasi yang paling penting untuk saat ini adalah fitur tersebut masih berupa pengembangan internal. Jika nantinya Instagram memutuskan melanjutkan proyek ini, perusahaan masih dapat mengubah fitur, menambah perlindungan, membatasi penggunaannya, atau memasukkannya sebagai manfaat khusus Instagram Plus.
Dengan kata lain, pengguna yang menemukan informasi mengenai Read-Only Mode tidak perlu mencari pengaturan tersebut di aplikasi karena fitur itu belum tersedia. Sementara itu, Instagram Plus memang sudah menjadi layanan resmi berbayar Meta, tetapi keberadaan layanan tersebut belum berarti Read-Only Mode sudah menjadi salah satu fitur yang dapat digunakan pelanggan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wacana siswa tak otomatis naik kelas mulai 2027 masih dikaji. Ini penjelasan Mendikdasmen dan status aturan yang berlaku saat ini.
Kustomfest ke-15 di JEC mendorong industri kreatif otomotif terus berinovasi menghadapi tekanan ekonomi dan persaingan produk China.
Wantimpres menyiapkan enam bidang kerja untuk 26 anggota. Pratikno menyebut pembidangan belum final dan akan tetap fleksibel.
BPBD Kota Jogja membekali sukarelawan KTB dengan mitigasi bencana dan pertolongan pertama untuk menghadapi kondisi darurat di cagar budaya.
Tiga pihak PT Virgo Karya Shipping ditetapkan tersangka dan ditahan terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
Siswa SDN Soprayan Sleman dilibatkan dalam pemorsian MBG prasmanan. Sistem ini menjadi sarana edukasi gizi, disiplin, kebersihan, dan tanggung jawab.