Survei Kaspersky: Pengguna HP Rajin Update, tetapi Abai Keamanan Data

Jumali
Jumali Jum'at, 09 Oktober 2026 11:37 WIB
Survei Kaspersky: Pengguna HP Rajin Update, tetapi Abai Keamanan Data

Ponsel pintar, aplikasi ponsel ilustrasi - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Pengguna ponsel pintar ternyata lebih rajin memperbarui sistem operasi dan aplikasi dibandingkan pengguna komputer pribadi atau PC. Namun, kebiasaan menjaga kebersihan digital itu belum diimbangi perhatian yang sama terhadap keamanan data, seperti mengganti kata sandi, mencadangkan berkas penting, dan memeriksa izin aplikasi.

Survei pusat riset pasar Kaspersky yang dilakukan pada Maret 2026 terhadap 7.200 responden di 18 negara menemukan 77% pengguna ponsel pintar rutin memperbarui sistem operasi dan aplikasi. Pada pengguna PC, persentasenya hanya 53%.

Perbedaan juga terlihat ketika pengguna menghapus aplikasi yang jarang dipakai serta membersihkan foto dan video. Sebaliknya, pengguna PC lebih unggul dalam mengorganisasi berkas dan surel ke dalam folder atau menggunakan aturan penamaan yang jelas.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa merawat perangkat tidak selalu berarti melindungi informasi di dalamnya. Perangkat yang rutin diperbarui sekalipun masih menyimpan risiko jika pemiliknya jarang membuat cadangan data atau membiarkan izin aplikasi yang tidak lagi diperlukan.

Pengguna Ponsel Lebih Rajin Membersihkan Perangkat

Dalam survei Kaspersky, sebanyak 73% pengguna ponsel menghapus aplikasi yang jarang digunakan. Pada pengguna PC, angka tersebut hanya 47%. Kaspersky menduga keterbatasan ruang penyimpanan pada ponsel ikut mendorong kebiasaan ini.

Perbedaan serupa tampak pada pengelolaan foto dan video. Sebanyak 72% pengguna ponsel rutin mengelola atau menghapus media yang tersimpan, sedangkan pengguna PC yang melakukan hal serupa mencapai 49%.

Kebiasaan membersihkan perangkat dapat membantu mengurangi penumpukan berkas dan aplikasi yang tidak lagi diperlukan. Pada PC, aplikasi lama juga perlu diperhatikan karena bisa memperlambat kinerja perangkat dan, dalam kondisi tertentu, masih menyimpan akses ke informasi pribadi maupun finansial.

Meski demikian, pengguna PC lebih tertib dalam menyusun berkas. Sebanyak 57% responden pengguna komputer mengorganisasi berkas dan surel ke dalam folder atau menerapkan aturan penamaan, lebih tinggi dibandingkan pengguna ponsel yang mencapai 46%.

Perbandingan lengkap kebiasaan pengguna dalam survei tersebut adalah sebagai berikut.

Aktivitas kebersihan digitalPengguna ponselPengguna PC
Rutin memperbarui sistem operasi dan aplikasi77%53%
Menghapus aplikasi yang tidak terpakai73%47%
Mengelola atau menghapus foto dan video72%49%
Mengorganisasi berkas ke dalam folder46%57%

Angka-angka tersebut merupakan hasil survei responden, bukan ukuran langsung tingkat keamanan setiap perangkat. Kebiasaan menghapus berkas, misalnya, tidak otomatis mencegah pencurian akun apabila pengguna tetap menggunakan kata sandi yang lemah atau memberikan izin aplikasi secara berlebihan.

Kebiasaan Penting untuk Melindungi Data Masih Rendah

Kesenjangan lebih terlihat pada tindakan yang berkaitan langsung dengan perlindungan informasi. Hanya 33% pengguna ponsel dan 31% pengguna PC yang menyatakan rutin mengganti kata sandi.

Kebiasaan membuat cadangan data penting juga belum banyak dilakukan. Persentasenya mencapai 29% pada pengguna ponsel dan 28% pada pengguna komputer. Padahal, cadangan data dapat membantu pemulihan berkas ketika perangkat rusak, hilang, atau terkena serangan siber.

Sementara itu, hanya 20% pengguna ponsel yang memeriksa izin aplikasi dan pengaturan privasi. Pada pengguna PC, persentasenya lebih rendah, yakni 16%.

Tindakan keamanan digitalPengguna ponselPengguna PC
Rutin mengganti kata sandi33%31%
Mencadangkan data penting29%28%
Memeriksa izin aplikasi dan pengaturan privasi20%16%

Rendahnya angka pemeriksaan izin aplikasi patut diperhatikan pengguna perangkat sehari-hari. Sebuah aplikasi mungkin membutuhkan akses tertentu untuk menjalankan fungsinya, tetapi akses ke kamera, mikrofon, lokasi, kontak, atau berkas sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi tersebut.

Izin yang tidak relevan dapat membuka akses terhadap informasi yang sebetulnya tidak diperlukan. Karena itu, pengguna perlu memeriksa kembali pengaturan privasi, terutama setelah memasang aplikasi baru atau ketika aplikasi lama tidak lagi digunakan.

Marina Titova, Vice President for Consumer Business di Kaspersky, menekankan bahwa setiap perangkat menyimpan informasi sensitif yang menjadi target penjahat siber.

"Mengabaikan kebersihan digital dasar dapat membuat informasi pribadi dan keuangan rentan terekspos," ujarnya.

Lima Langkah Menjaga Kebersihan Digital

Kaspersky menyarankan pengguna menjadikan perawatan perangkat sebagai rutinitas, bukan hanya dilakukan ketika penyimpanan penuh atau komputer mulai melambat. Berikut sejumlah langkah yang dapat diterapkan pada ponsel maupun PC.

1. Jadwalkan pemeriksaan perangkat dan akun.

Buat pengingat bulanan atau tiga bulanan untuk memeriksa pembaruan sistem, aplikasi yang tidak digunakan, akun lama, serta pengaturan privasi. Jadwal berkala membantu pengguna mengingat tindakan yang kerap terlewat dalam pemakaian sehari-hari.

2. Hapus akun lama dan metode pembayaran yang tidak diperlukan.

Periksa akun yang sudah jarang digunakan beserta metode pembayaran yang masih tersimpan. Akun lama yang terlupakan dapat menjadi celah, terutama jika menggunakan kata sandi berulang yang juga dipakai pada layanan lain. Pengelola kata sandi dapat membantu menyimpan kredensial secara lebih teratur.

3. Aktifkan pencadangan data otomatis.

Simpan salinan berkas penting secara berkala ke penyimpanan eksternal atau layanan cloud yang memiliki perlindungan memadai. Pastikan cadangan tersebut benar-benar dapat diakses kembali ketika diperlukan. Kaspersky juga menyarankan penyimpanan cadangan dalam format terenkripsi untuk membantu melindungi informasi di dalamnya.

4. Periksa izin aplikasi dan gunakan perlindungan keamanan.

Tinjau izin setiap aplikasi, cabut akses yang tidak lagi dibutuhkan, serta hapus aplikasi yang sudah tidak digunakan. Pengguna juga dapat mempertimbangkan perangkat lunak keamanan untuk membantu mendeteksi malware dan mengurangi risiko kebocoran data.

5. Ikuti perkembangan ancaman siber.

Pahami modus penipuan digital, pencurian kredensial, dan cara mengenali tautan mencurigakan melalui sumber informasi tepercaya. Pengetahuan tersebut melengkapi pembaruan perangkat dan pengaturan privasi dalam menjaga keamanan aktivitas digital.

Survei Melibatkan 7.200 Responden di 18 Negara

Riset Kaspersky dilaksanakan pada Maret 2026 dengan melibatkan 7.200 responden dari 18 negara, termasuk Indonesia. Negara lain yang tercakup dalam studi tersebut adalah Brasil, Tiongkok, Kolombia, Mesir, Prancis, Jerman, India, Italia, Malaysia, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Spanyol, Afrika Selatan, Thailand, Turki, dan Vietnam.

Kaspersky juga mencatat bahwa 58% responden menjadikan ponsel sebagai perangkat utama untuk mengakses internet. Meski demikian, PC masih memiliki peran penting untuk pekerjaan, pengelolaan berkas, dan penggunaan program. Pada kelompok responden berusia 61 tahun ke atas, 58% masih mengandalkan PC sebagai perangkat utama untuk mengakses internet.

Data survei tersebut menempatkan kebersihan digital sebagai rutinitas yang relevan bagi pengguna kedua jenis perangkat. Selain memperbarui sistem dan membersihkan aplikasi, kebiasaan memeriksa izin privasi, mencadangkan informasi penting, serta mengelola kata sandi tetap menjadi bagian penting dari perlindungan data pribadi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online