Apple Gelar Acara 13 Oktober, Ini Bocoran Produk Smart Home Bersama LG
Apple menggelar acara Welcome Home pada 13 Oktober 2026. Simak bocoran HomePad, Apple TV 4K, HomePod mini 2, dan perangkat LG.
Galaxy Z Fold5 dan Z Flip5 (Samsung)
Harianjogja.com, JOGJA—Menutup ponsel lipat tanpa memeriksa kondisi layar bagian dalam bisa berisiko menimbulkan kerusakan. Benda kecil seperti koin, kunci, kartu, atau butiran pasir yang tertinggal di antara kedua sisi perangkat dapat menggores bahkan merusak panel ketika ponsel dilipat.
Risiko tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pemilik ponsel layar lipat atau foldable phone. Berbeda dari ponsel konvensional yang menggunakan layar luar berbahan kaca kaku, layar bagian dalam ponsel lipat memiliki lapisan yang dirancang untuk dapat menekuk sehingga memerlukan penanganan lebih hati-hati.
Dalam panduan perawatan resminya, Samsung mengingatkan pengguna agar tidak melipat perangkat ketika terdapat benda asing di antara kedua layar. Tekanan dari benda yang terjepit dapat merusak layar utama, bahkan ketika benda tersebut berukuran kecil.
Panduan serupa dibahas Engadget dalam artikel Common Mistakes You Should Avoid When Using Foldable Phones yang terbit pada 5 Oktober 2026. Artikel tersebut menekankan pentingnya memeriksa layar sebelum perangkat ditutup serta menghindari tekanan berlebihan pada permukaan layar bagian dalam.
Kebiasaan pertama yang perlu diterapkan adalah memastikan tidak ada benda asing di permukaan layar sebelum ponsel dilipat. Kunci, koin, kartu, remah makanan, debu, dan pasir berpotensi terjepit saat kedua sisi perangkat dirapatkan.
Risiko ini lebih besar ketika ponsel digunakan di lingkungan berdebu atau dekat pantai. Butiran pasir yang sulit terlihat dapat tertinggal di permukaan layar atau sekitar engsel, kemudian menimbulkan goresan ketika perangkat ditutup.
Biasakan memeriksa permukaan layar bagian dalam terlebih dahulu. Jika terlihat kotor, bersihkan dengan kain lembut dan kering tanpa menekan layar terlalu keras. Bagian engsel juga perlu dijaga agar tidak dipenuhi debu atau kotoran.
Layar bagian dalam ponsel lipat tidak sebaiknya diperlakukan seperti kaca pelindung pada ponsel biasa. Konstruksinya menggunakan beberapa lapisan, termasuk lapisan pelindung dan kaca sangat tipis yang dirancang untuk mendukung fungsi lipat.
Menekan permukaan layar terlalu kuat, menggunakan kuku untuk mengorek noda, atau menyentuhnya dengan benda tajam dapat meninggalkan goresan dan berisiko merusak panel. Kebiasaan sederhana yang sering dilakukan tanpa sadar tersebut sebaiknya dihindari.
Apabila terdapat sidik jari atau noda, gunakan kain lembut yang kering untuk membersihkannya. Hindari menggunakan pena, kunci, kuku, atau benda runcing sebagai alat untuk menghilangkan kotoran yang menempel.
Lapisan film yang menempel pada layar dalam ponsel lipat bukan sekadar plastik kemasan yang perlu dilepas setelah perangkat dibeli. Samsung menjelaskan bahwa lapisan tersebut merupakan bagian dari susunan layar dan membantu melindungi permukaan dari tekanan serta goresan.
Melepasnya secara sembarangan dapat memengaruhi kondisi panel maupun fungsi sentuh. Karena itu, pengguna disarankan membiarkan lapisan pelindung bawaan tetap terpasang. Jika lapisan mulai terangkat, bergelembung, atau tergores, mintalah bantuan pusat servis resmi untuk memeriksa apakah penggantian diperlukan.
Hal serupa berlaku untuk pelindung layar tambahan. Tidak semua produk yang dirancang untuk ponsel biasa cocok digunakan pada perangkat lipat. Gunakan aksesori yang dinyatakan kompatibel oleh produsen, termasuk stylus jika model ponsel tersebut memang mendukungnya.
Tidak semua ponsel lipat memiliki tingkat perlindungan yang sama terhadap debu dan air. Galaxy Z Fold8 serta Galaxy Z Fold8 Ultra, misalnya, menggunakan peringkat IP48, sedangkan Apple mencantumkan IP68 untuk iPhone Duo.
Dalam peringkat IP, angka pertama menunjukkan perlindungan terhadap benda padat, sedangkan angka kedua berkaitan dengan ketahanan terhadap air. Angka 4 pada IP48 berarti perlindungan terhadap benda padat berukuran sekitar 1 milimeter atau lebih, tetapi tidak menjadikan perangkat kedap debu. Angka 6 pada IP68 menunjukkan perlindungan kedap debu dalam pengujian standar. <Cite refs={["turn672135view0","turn206728view0","turn910836view3"]}/>
Namun, perbedaan peringkat tersebut tidak berarti layar iPhone Duo otomatis lebih tahan terhadap goresan dibanding layar ponsel lipat Samsung. Sertifikasi IP mengukur perlindungan perangkat dari masuknya benda padat dan air dalam kondisi pengujian tertentu, bukan ketahanan permukaan layar terhadap tekanan kuku atau benda tajam.
Apple juga mengingatkan bahwa ketahanan air dan debu iPhone Duo dapat berkurang akibat pemakaian normal. Karena itu, peringkat IP68 bukan jaminan bahwa perangkat akan selalu kedap debu atau kebal terhadap kerusakan dalam setiap kondisi penggunaan.
Produsen menguji mekanisme engsel dan layar ponsel lipat melalui siklus buka-tutup dalam kondisi laboratorium. Angka yang dibahas Engadget berada pada kisaran 200.000 hingga 500.000 siklus, bergantung pada perangkat dan pengujiannya. Samsung Display, misalnya, pernah melaporkan pengujian panel lipat yang mencapai 500.000 kali lipatan pada kondisi tertentu.
Jika diasumsikan ponsel menjalani 100 siklus buka-tutup setiap hari, 200.000 siklus setara dengan sekitar 5,5 tahun, sedangkan 500.000 siklus setara dengan sekitar 13,7 tahun. Perhitungan ini merupakan gambaran aritmetis, bukan prediksi usia pakai perangkat yang sebenarnya.
Pengujian laboratorium tidak sepenuhnya menggambarkan pemakaian sehari-hari. Debu, pasir, benturan, tekanan pada layar, kondisi engsel, dan kebiasaan pengguna dapat memengaruhi ketahanan perangkat. Angka siklus juga tidak otomatis menjamin seluruh komponen layar akan bertahan selama periode tersebut.
Karena itu, pemilik ponsel lipat tidak perlu menghitung setiap kali perangkat dibuka atau ditutup. Hal yang lebih berguna adalah menjaga layar tetap bersih, tidak memaksakan engsel, serta memastikan tidak ada benda asing sebelum ponsel dilipat.
Dengan penanganan yang tepat, pengguna dapat mengurangi risiko kerusakan yang sebenarnya bisa dihindari. Layar HP lipat memang dirancang untuk digunakan berulang kali, tetapi tetap membutuhkan perhatian khusus terhadap kebersihan, tekanan, dan aksesori yang digunakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Apple menggelar acara Welcome Home pada 13 Oktober 2026. Simak bocoran HomePad, Apple TV 4K, HomePod mini 2, dan perangkat LG.
Celine Evangelista mencari hunian di Madinah. Simak aturan WNI membeli properti di Arab Saudi, biaya transaksi, dan syarat izin tinggal.
Veda Ega Pratama finis ke-12 pada Practice Moto3 Mandalika 2026 setelah sempat turun ke posisi ke-18. Ia mengamankan tiket langsung ke Q2.
Selain padel, ada sembilan olahraga yang identik dengan kalangan berada karena biaya, fasilitas, dan sejarahnya. Apa saja?
KA Bandara YIA mencatat 1,9 juta pergerakan penumpang hingga 16 September 2026. Kini dikelola KAI Commuter, tarif dan jadwal tetap.
Marvel memaparkan enam proyek dan pembaruan serial di NYCC 2026, termasuk Zodiac, Marvel Zombies, X-Men '97, dan Spider-Man.