Waspada Spyware Tanpa Klik, Iklan Digital Bisa Jadi Sarana Serangan

Jumali
Jumali Senin, 19 Oktober 2026 08:57 WIB
Waspada Spyware Tanpa Klik, Iklan Digital Bisa Jadi Sarana Serangan

Ilustrasi serangan siber./Sputniknews

Harianjogja.com, JOGJA—Iklan digital yang muncul di aplikasi dan situs web ternyata dapat dimanfaatkan sebagai jalur penyebaran spyware tanpa perlu diklik pengguna. Temuan Citizen Lab, unit penelitian keamanan digital dari University of Toronto, mengungkap teknik serangan yang disebut AdFection, yakni penyalahgunaan sistem periklanan untuk melacak perangkat dan mengirimkan perangkat lunak mata-mata kepada target tertentu.

Dalam laporan yang diterbitkan pada 15 Oktober 2026, Citizen Lab mengaitkan teknik tersebut dengan perusahaan teknologi periklanan asal Israel, Discover-Tech. Perusahaan itu disebut membeli iklan yang dapat mengarahkan perangkat sasaran ke perangkat lunak mata-mata buatan Candiru, perusahaan spyware yang kemudian menggunakan nama Integrity Labs.

Menurut Citizen Lab, sistem periklanan Discover-Tech memungkinkan mitra pengawasan mengidentifikasi perangkat, menyusun profil pengguna, dan menargetkan perangkat tertentu. Ketika iklan yang telah disusupi ditampilkan pada perangkat sasaran, kode berbahaya dapat dijalankan tanpa pengguna perlu mengeklik iklan tersebut.

Teknik ini dikenal sebagai serangan zero-click. Berbeda dengan serangan yang mengandalkan korban untuk membuka tautan atau mengunduh berkas, serangan jenis ini dapat berlangsung ketika iklan ditampilkan, selama perangkat memenuhi kondisi teknis dan kriteria target yang ditentukan pelaku.

Cara Kerja AdFection dan Spyware

Iklan internet tidak hanya berisi gambar, video, atau teks promosi. Dalam proses penayangannya, iklan juga dapat memuat kode yang berkomunikasi dengan server penyedia iklan dan dijalankan oleh aplikasi atau peramban. Celah dalam ekosistem tersebut dapat disalahgunakan untuk mengumpulkan informasi perangkat maupun mengirimkan kode berbahaya.

Citizen Lab menjelaskan bahwa platform Discover-Tech bernama Controlium menyediakan antarmuka yang memungkinkan mitra pengawasan menargetkan pengguna melalui iklan. Sistem itu dapat membantu mengidentifikasi perangkat dan menghubungkan informasi yang sebelumnya tidak langsung menunjukkan identitas pemiliknya.

Spyware merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk memantau aktivitas pengguna secara diam-diam dan mengambil informasi dari perangkat yang menjadi sasaran. Bergantung pada kemampuan perangkat lunak dan tingkat akses yang diperoleh, informasi yang dapat diambil mencakup berkas, data peramban, kredensial tersimpan, serta pesan atau komunikasi lainnya.

Dalam kasus yang diteliti, Citizen Lab menghubungkan serangan melalui iklan Discover-Tech dengan spyware Candiru. Peneliti menyebut setidaknya 45 perangkat di jaringan Al Jazeera menjadi sasaran dan terinfeksi dalam rangkaian serangan pada 2024–2025. Temuan itu menjadi konfirmasi teknis publik mengenai penggunaan iklan bertarget untuk mengirimkan spyware komersial melalui serangan zero-click.

Iklan Tersebar di Ribuan Aplikasi dan Situs

Jangkauan iklan yang diteliti juga menjadi perhatian. Berdasarkan analisis data penawaran iklan, Citizen Lab menemukan iklan Discover-Tech muncul di hampir 200.000 aplikasi Android, aplikasi iOS, dan situs web selama periode empat bulan yang diperiksa. Data tersebut juga memperlihatkan iklan menjangkau jaringan organisasi media, lembaga pemerintah, dan organisasi internasional.

Namun, kemunculan iklan di suatu aplikasi atau situs tidak serta-merta berarti seluruh pengguna atau perangkat di dalamnya terinfeksi spyware. Citizen Lab membedakan paparan iklan, pengumpulan data untuk pemprofilan, penargetan, dan infeksi sebagai hal yang tidak selalu sama. Peneliti menyatakan paparan iklan setidaknya dapat mengakibatkan pemprofilan perangkat, sedangkan kemungkinan eksekusi kode berbahaya bergantung pada kondisi tertentu.

Selain Al Jazeera, iklan Discover-Tech juga ditemukan di jaringan sejumlah organisasi media dan institusi penting. Citizen Lab menyatakan temuan tersebut perlu ditindaklanjuti untuk memastikan apakah perangkat di jaringan lain turut menjadi sasaran serangan. Dengan demikian, data paparan iklan tidak boleh langsung diperlakukan sebagai bukti infeksi.

Citizen Lab Minta Industri Iklan Dievaluasi

Kasus AdFection kembali menyoroti risiko keamanan dalam industri periklanan digital. Infrastruktur yang biasanya digunakan untuk menayangkan iklan sesuai profil pengguna dapat disalahgunakan untuk melacak identitas perangkat dan mendukung operasi pengawasan.

Citizen Lab menilai praktik tersebut menunjukkan perlunya reformasi sistem periklanan digital untuk melindungi kepentingan publik. Peneliti juga menyoroti risiko ketika perusahaan yang bergerak dalam ekosistem iklan dapat menjadi penghubung antara teknologi periklanan dan penyedia perangkat lunak pengawasan.

Untuk mengurangi risiko pelacakan, pengguna dapat mempertimbangkan ekstensi pemblokir iklan tepercaya, menggunakan peramban yang mengutamakan privasi, serta memeriksa pengaturan privasi dan pelacakan iklan pada perangkat. Pengguna juga dapat mengatur ulang atau membatasi pengenal iklan jika fitur tersebut tersedia.

Meski demikian, langkah-langkah tersebut tidak menjamin perlindungan penuh dari serangan zero-click. Karena itu, temuan Citizen Lab menegaskan bahwa keamanan pengguna tidak hanya bergantung pada perilaku individu, tetapi juga pada pengawasan dan pengamanan sistem periklanan digital secara menyeluruh.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online