Cara Cari SPBU Terdekat Saat Bensin Menipis, Jangan Panik

Jumali
Jumali Selasa, 20 Oktober 2026 08:27 WIB
Cara Cari SPBU Terdekat Saat Bensin Menipis, Jangan Panik

Warga mengantre membeli bahan bakar minyak (BBM), di sebuah SPBU di Kota Jogja, Selasa (31/3/2026). - Harian Jogja/Maya Herawati

Harianjogja.com, JOGJA—Indikator bahan bakar yang mulai berkedip saat berkendara bisa membuat pengemudi panik, terutama ketika masih jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Dalam situasi ini, telepon pintar (HP) dapat membantu pengendara menentukan tujuan pengisian bahan bakar, memeriksa kondisi lalu lintas, dan mencari bantuan jika kendaraan kehabisan bensin.

Namun, pengemudi sebaiknya tidak menunggu sampai indikator menunjukkan tangki hampir kosong. American Automobile Association (AAA) menyarankan pengendara mengisi bahan bakar ketika kapasitas tangki tersisa sekitar seperempat, sebab estimasi jarak tempuh pada dasbor tidak selalu akurat dalam setiap kondisi perjalanan.

Perubahan kecepatan, akselerasi, kondisi jalan, dan kemacetan dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar. Karena itu, angka jarak tempuh tersisa atau distance to empty sebaiknya digunakan sebagai perkiraan, bukan jaminan bahwa kendaraan pasti mampu mencapai SPBU tertentu.

Aplikasi HP untuk Mencari SPBU

Ada beberapa aplikasi yang dapat membantu pengendara mencari tempat pengisian bahan bakar. Masing-masing memiliki fungsi berbeda sehingga pengguna perlu memilih fitur sesuai kondisi perjalanan.

1. Google Maps

Google Maps memungkinkan pengguna mencari SPBU di sepanjang rute perjalanan. Aplikasi ini juga menampilkan estimasi waktu tempuh, alternatif rute, serta informasi kondisi lalu lintas yang dapat membantu pengemudi memilih tempat pengisian bahan bakar.

Fitur pencarian tempat di sepanjang rute berguna untuk mengurangi kebutuhan mengambil jalan memutar yang terlalu jauh. Meski demikian, pengemudi tetap perlu memeriksa arah masuk, akses jalan, dan kemungkinan perubahan kondisi lalu lintas sebelum menentukan tujuan. 

2. Waze

Waze dapat digunakan untuk mencari SPBU sekaligus mempertimbangkan kondisi lalu lintas. Pengguna juga bisa mengatur preferensi jenis bahan bakar dan merek SPBU, serta mengurutkan hasil berdasarkan jarak, harga, atau merek jika fitur tersebut tersedia.

Informasi harga BBM di Waze bergantung pada pembaruan komunitas sehingga tidak selalu mencerminkan harga terkini. Ketika bahan bakar hampir habis, prioritaskan SPBU yang realistis dijangkau daripada menghabiskan waktu membandingkan harga. 

3. MyPertamina

Aplikasi MyPertamina dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin mencari informasi layanan Pertamina. Pengendara dapat memeriksa fitur yang tersedia di aplikasi untuk membantu menemukan SPBU atau informasi layanan terkait.

Sebelum melanjutkan perjalanan, pastikan informasi lokasi sesuai dengan kebutuhan dan jangan menganggap semua fasilitas atau jenis BBM tersedia di setiap SPBU. Jika kondisi memungkinkan, pengemudi juga dapat menghubungi layanan terkait untuk memastikan ketersediaan bantuan.

Memilih SPBU: Jarak Terdekat atau Waktu Tempuh Tercepat?

Ketika bahan bakar menipis, SPBU dengan jarak paling pendek belum tentu menjadi pilihan terbaik. Sebaliknya, SPBU yang terlihat lebih jauh juga belum tentu lebih aman karena kondisi jalan dapat berubah sewaktu-waktu.

Sebagai simulasi, bayangkan ada dua pilihan. SPBU A berjarak 3 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 12 menit akibat kemacetan, sedangkan SPBU B berjarak 7 kilometer dengan perkiraan waktu tempuh 9 menit karena lalu lintas lebih lancar.

SPBU A memiliki jarak lebih pendek, tetapi waktu tempuhnya lebih lama. SPBU B menawarkan perjalanan yang lebih cepat, tetapi membutuhkan jarak tempuh tambahan 4 kilometer.

Keputusan sebaiknya mempertimbangkan perkiraan sisa bahan bakar, kondisi jalan, arah akses, dan tingkat kemacetan. Jika sisa BBM sangat sedikit, memilih rute yang lebih pendek dapat mengurangi jarak yang harus ditempuh. Namun, pengemudi tidak boleh menganggap pilihan tersebut pasti aman hanya berdasarkan jarak di peta.

Perhatikan pula apakah SPBU mengharuskan kendaraan memutar balik, melewati tanjakan, atau masuk ke jalan yang berpotensi padat. Jika ragu, segera menepi di lokasi aman untuk memeriksa pilihan rute sebelum melanjutkan perjalanan.

Menghitung Perkiraan Jangkauan BBM

Pengendara dapat menggunakan rumus sederhana untuk memperkirakan jarak yang mungkin ditempuh berdasarkan sisa bahan bakar dan konsumsi kendaraan.

Rumus perkiraan jangkauan:

Sisa BBM (liter) × efisiensi kendaraan (kilometer per liter) = perkiraan jarak tempuh.

Sebagai contoh, apabila kendaraan diperkirakan memiliki sisa 1,5 liter BBM dan efisiensinya 12 kilometer per liter, hasil perhitungannya adalah 18 kilometer.

Jika digunakan cadangan keamanan simulasi sebesar 30%, jarak tersebut dikurangi 5,4 kilometer sehingga tersisa 12,6 kilometer sebagai perkiraan jangkauan konservatif.

Angka 12,6 kilometer tersebut bukan standar keselamatan atau jaminan bahwa kendaraan akan mencapai SPBU. Perhitungan ini sangat bergantung pada ketepatan perkiraan sisa BBM dan efisiensi kendaraan. Kondisi jalan, kemacetan, beban kendaraan, serta perubahan gaya berkendara dapat membuat konsumsi bahan bakar berbeda dari perkiraan.

Karena itu, jangan menggunakan kalkulasi sederhana untuk memaksakan perjalanan sampai batas terakhir. Jika indikator bahan bakar sudah menunjukkan kondisi kritis, utamakan mencari tempat pengisian yang masuk akal dijangkau atau meminta bantuan.

Langkah Darurat Saat Bensin Hampir Habis

Jika indikator mulai berkedip, pengemudi dapat melakukan beberapa langkah berikut untuk mengurangi risiko.

1. Cari SPBU saat kendaraan berada di tempat aman.

Gunakan Google Maps atau Waze untuk menemukan SPBU di sepanjang rute. Periksa jarak berdasarkan jalan yang benar-benar dapat dilalui, bukan sekadar jarak garis lurus di peta. Jika perlu menggunakan HP, berhentilah terlebih dahulu di tempat aman atau mintalah penumpang membantu mencari rute.

2. Berkendara dengan halus.

Hindari akselerasi mendadak dan pengereman yang tidak diperlukan. Pertahankan kecepatan yang sesuai dengan kondisi jalan serta batas yang berlaku. Jangan melakukan manuver berbahaya atau mengganggu arus lalu lintas demi menghemat bahan bakar.

3. Siapkan pilihan bantuan.

Pertamina menyediakan layanan melalui nomor 135, termasuk Pertamina Delivery Service di wilayah dan kondisi layanan tertentu. Ketersediaan pengantaran, jenis BBM, dan cakupan wilayah perlu dikonfirmasi kepada petugas. Layanan ini tidak boleh dianggap pasti tersedia di semua lokasi.

4. Jika kendaraan mogok, prioritaskan keselamatan.

Jika mesin mati, arahkan kendaraan ke lokasi yang aman apabila masih memungkinkan. Nyalakan lampu hazard saat diperlukan, lalu hubungi bantuan jalan sesuai lokasi. Jangan berdiri di jalur kendaraan atau mencoba mendorong kendaraan di jalan yang berbahaya.

Jika berada di jalan tol, hubungi layanan resmi pengelola jalan tol. Jasa Marga menyediakan Call Center 133 untuk informasi dan pengaduan pengguna jalan tol. 

Nomor 112 juga merupakan layanan panggilan darurat yang dikelola pemerintah daerah yang telah menerapkan layanan tersebut. Sebelum mengandalkannya, perhatikan ketersediaan layanan di wilayah tempat Anda berada.

5. Bagikan lokasi kepada kerabat jika diperlukan.

Fitur berbagi lokasi dapat membantu kerabat mengetahui posisi kendaraan ketika pengemudi membutuhkan bantuan. Pastikan HP memiliki daya baterai yang cukup dan gunakan fitur tersebut saat kendaraan berhenti di tempat aman.

Siapkan HP Sebelum Perjalanan Jauh

Persiapan sebaiknya dilakukan sebelum indikator bahan bakar menipis. Pastikan baterai HP cukup, aktifkan peta luring jika tersedia, dan ketahui lokasi SPBU di sepanjang rute perjalanan.

Pengendara juga perlu mengisi bahan bakar lebih awal ketika indikator menunjukkan sekitar seperempat tangki, terutama sebelum memasuki jalur yang minim SPBU atau berpotensi mengalami kemacetan panjang.

Pada akhirnya, HP merupakan alat bantu untuk mengambil keputusan, bukan pengganti perencanaan perjalanan dan pemeriksaan kondisi kendaraan. Menggunakan navigasi secara bijak, memperhatikan indikator bahan bakar, serta menyiapkan jalur bantuan dapat mengurangi risiko mogok ketika perjalanan belum selesai.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online