Penipuan AI dan Deepfake Kian Marak, Komdigi: Kerugian Capai Rp9 T
Komdigi mengingatkan ancaman penipuan AI dan deepfake yang makin marak. Kerugian akibat kejahatan digital tercatat mencapai Rp9 triliun.
Foto ilustrasi penjualan mobil. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Penjualan mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC) masih tertekan sepanjang Januari–September 2026. Kondisi ini terjadi ketika pasar otomotif nasional justru mencatat pertumbuhan, menandakan pemulihan penjualan kendaraan belum dirasakan secara merata oleh seluruh segmen.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil LCGC secara grosir atau wholesales mencapai 83.997 unit selama sembilan bulan pertama 2026. Jumlah tersebut turun 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 94.327 unit.
Penurunan juga terlihat pada penjualan ritel. Sepanjang Januari–September 2026, penjualan LCGC secara ritel tercatat 90.527 unit, turun 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 97.732 unit.
Di sisi lain, penjualan mobil nasional justru meningkat. Penjualan wholesales tumbuh 21% secara tahunan menjadi 679.020 unit, sedangkan penjualan ritel naik 15,4% menjadi 676.223 unit.
Daya Beli dan Biaya Kepemilikan Mobil Jadi Tantangan
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai pelemahan penjualan pada segmen tertentu berkaitan dengan tekanan daya beli kelas menengah, kenaikan biaya kepemilikan kendaraan, serta perubahan pola konsumsi masyarakat.
Menurut dia, konsumen kini semakin mempertimbangkan efisiensi pengeluaran sebelum membeli kendaraan. Meski demikian, penurunan penjualan LCGC tidak serta-merta menunjukkan melemahnya permintaan mobil secara keseluruhan.
“Pemulihan tersebut tidak merata. Penjualan ritel mobil hemat energi dan harga terjangkau [LCGC] justru turun sekitar 7%, sementara kendaraan listrik berharga kompetitif serta sejumlah kendaraan niaga mengalami pertumbuhan cukup kuat,” ujar Josua kepada Bisnis, Selasa (20/10/2026).
Josua menjelaskan perubahan tersebut mencerminkan pergeseran preferensi konsumen. Faktor yang semakin diperhatikan meliputi harga kendaraan, besaran cicilan, biaya operasional, hingga manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Konsumen tidak lagi hanya berorientasi pada merek atau keinginan meningkatkan kelas kendaraan. Pertimbangan mengenai keterjangkauan dan efisiensi menjadi bagian penting dalam keputusan pembelian.
Anggaran Rumah Tangga untuk Membeli Mobil Makin Terbatas
Tekanan daya beli masyarakat turut memengaruhi permintaan kendaraan. Pertumbuhan pendapatan rumah tangga dinilai belum sepenuhnya mengimbangi kenaikan kebutuhan hidup dan biaya pembiayaan.
Josua menyebut rata-rata proporsi pendapatan masyarakat yang dialokasikan untuk konsumsi meningkat menjadi 74,9% pada September 2026. Sementara itu, porsi pendapatan yang disisihkan sebagai tabungan tercatat sebesar 15,4%.
Besarnya alokasi pendapatan untuk konsumsi membuat anggaran yang tersedia untuk membeli barang bernilai tinggi, termasuk mobil, semakin terbatas.
Selain itu, suku bunga pembiayaan yang relatif tinggi turut menjadi tantangan bagi calon pembeli. Kenaikan harga kendaraan dan suku cadang akibat pelemahan rupiah, serta ketidakpastian pendapatan dan lapangan kerja, juga memengaruhi keputusan masyarakat.
Kondisi ini penting karena sekitar 70% pembelian kendaraan di Indonesia selama ini mengandalkan fasilitas pembiayaan.
Akibatnya, sebagian konsumen memilih menunda penggantian kendaraan, memperpanjang masa penggunaan mobil lama, membeli mobil bekas, atau beralih ke kendaraan baru dengan harga yang lebih terjangkau.
Persaingan Merek dan Mobil Listrik Memengaruhi Pilihan Konsumen
Pelemahan penjualan LCGC juga berlangsung di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat. Kehadiran kendaraan listrik dengan harga lebih kompetitif serta strategi promosi produsen turut memengaruhi pilihan pembeli.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pergerakan penjualan mobil tidak hanya berkaitan dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Pergeseran preferensi konsumen menuju pola konsumsi yang lebih selektif juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan industri.
Menurut Josua, produsen otomotif dan perusahaan pembiayaan perlu menyesuaikan strategi dengan kondisi konsumen saat ini.
“Bagi industri otomotif dan perusahaan pembiayaan, strategi yang semakin relevan adalah menawarkan kendaraan dengan biaya kepemilikan terjangkau, cicilan yang sesuai kemampuan pendapatan, serta layanan purnajual yang dapat menjaga nilai kendaraan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
UNESA menjuarai Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya setelah mengalahkan UM 2-0. Kompetisi berlanjut ke Yogyakarta pada 20-27 Oktober.
PSIM Jogja menelan lima kekalahan beruntun dan terpuruk di zona degradasi. Guntur Cahyo Utomo meminta tim segera bangkit di laga berikutnya.
Cek jadwal SIM Gunungkidul Rabu, 21 Oktober 2026, di Toserba Sambipitu, lengkap dengan lokasi layanan lain dan syarat perpanjangan SIM.
Sebanyak 1.600 pelajar dari 58 sekolah mengikuti Kemah Kebangsaan BP2M di Cibubur. BNPT mengajak generasi muda merawat keberagaman.
Shin Tae-yong optimistis Persija Jakarta memutus rekor buruk melawan Arema FC saat bertemu di Stadion Patriot, Rabu (21/10/2026).