Di Bantul, 4 Jenis Barang Ini Dipantau
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
JOGJA- Sebagian besar komputer yang menggunakan "software" bajakan terinfeksi malware, sehingga dapat merugikan konsumen, kata Genuine Initiative Software Director Microsoft Indonesia Sudimin Mina.
"Berdasarkan Computer Security Study Microsoft 2013, dua dari tiga komputer yang menggunakan 'software' bajakan terinfeksi malware. Hal itu tentu merugikan konsumen, karena ada beberapa ancaman dari malware yang terkandung pada 'software' bajakan," katanya di Jogja, Senin (10/6/2013).
Menurut dia di sela kampanye "Keep It Real" di Festival Komputer Indonesia (FKI) 2013, beberapa jenis malware memudahkan "hacker" mengambil alih webcam konsumen tanpa diketahui konsumen, virus dari "software" bajakan bisa merusak, membekukan, dan menghilangkan semua data.
Selain itu, "software" bajakan memudahkan "hacker" mencuri "password" konsumen dan mengambil alih rekening bank konsumen, kebanyakan dari "software" Windows bajakan tidak memiliki fitur keamanan, sehingga konsumen tidak terlindungi dari malware yang berbahaya.
"Beberapa 'software' bajakan juga dapat mengganti 'hard disk' asli konsumen dengan salinan yang tidak resmi, yang berarti garansi pabrikan komputer konsumen menjadi tidak valid, dan 'software' bajakan dapat digunakan untuk menyebarkan virus dari komputer konsumen tanpa sepengetahuan konsumen," katanya.
Oleh karena itu, Microsoft Indonesia menyelenggarakan kampanye "Keep It Real" untuk menciptakan kesadaran masyarakat tentang bahaya dari penggunaan "software" bajakan dan memposisikan "software" asli Windows dari Microsoft sebagai solusi yang terbaik bagi konsumen.
"Selain itu juga untuk mengedukasi masyarakat mengenai dampak negatif dari penggunaan 'software' bajakan dan memposisikan Microsoft, MNAs, pameran komputer, dan Mall IT secara bersama-sama mengatasi pembajakan 'software'," kata Sudimin.
Ia mengatakan target audiens dari kampanye tersebut adalah konsumen komputer, khususnya kaum profesional muda yang termotivasi untuk mencari sukses dan status sosial dan orang tua dengan keluarga yang memiliki komputer sebagai sarana agar mereka tetap bisa berhubungan dan digunakan untuk kepentingan pendidikan di sekolah.
"Kami juga menargetkan para pelajar atau mahasiswa, yang ingin meraih sukses tetapi semua data di komputer hilang yang menyebabkan kehilangan pekerjaan rumah dan tugas mereka," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
Piala Dunia 2026 jadi turnamen termahal sepanjang sejarah. AS gelontorkan Rp196,5 triliun, target PDB naik US$17,2 miliar. Simak analisis untung-rugi ekonomi
Konser BTS di Busan picu lonjakan harga hotel hingga 7 kali lipat dan keluhan ARMY soal getok harga penginapan.
Penderita asam urat tetap bisa menikmati daging kurban saat Iduladha dengan pola makan sehat, porsi terkontrol, dan cara memasak yang tepat.
Operasi lintas negara bongkar penipuan digital Rp13 triliun dengan berbagai modus aplikasi palsu dan investasi fiktif.
Cal Crutchlow comeback di MotoGP Italia 2026 gantikan Zarco cedera, LCR Honda hadapi krisis jelang Mugello.