Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Bigland (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Harianjogja.com, DETROIT — Chrysler Group menunjuk kepala bagian penjualan AS, Reid Bigland, untuk memimpin merek Alfa Romeo di Amerika Utara yang sedang bersiap untuk peluncuran kembali guna mencapai penjualan 150.000 unit.
Bigland (47) bergabung dengan Chrysler pada 2006 sebagai kepala operasi di Kanada, sebuah posisi yang terus dipertahankannya. Dia akan bertanggung jawab dalam peluncuran ulang merek sporty Alfa Romeo, yang belum dijual di Amerika Serikat dan Kanada sejak 1996.
Chrysler, milik Fiat, juga mengumumkan bahwa Robert Hegbloom akan memimpin merek Ram Truck miliknya. Hegbloom (50) juga ditunjuk untuk tim kepemimpinan Amerika Utara. Dia bergabung dengan Chrysler pada 1986.
Bigland adalah juga anggota tim kepemimpinan Amerika Utara yang sama serta menjadi anggota dari Dewan Eksekutif Chrysler Group Fiat.
"Reid dan Bob, keduanya telah berpengalaman sebagai pemimpin dalam lima tahun terakhir, dan sudah tiba saatnya bagi mereka untuk memperluas kepemimpinannya," kata Sergio Marchionne, CEO Fiat dan Chrysler seperti dikutip Reuters.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Menlu RI kecam Israel usai cegat kapal kemanusiaan, 9 WNI berhasil dipulangkan ke Indonesia.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.