Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Harianjogja.com, JAKARTA -- Xiaomi Corp. tengah melakukan pembicaraan terkait pendanaan yang akan membuat perusahaan pembuat telepon pintar itu meraup dana sekitar US$40 miliar hingga US$50 miliar, menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
"Pembicaraan itu masih pada tahap awal dan belum sampai pada tahap akhir," menurut sumber tersebut sebagaimana dikutip Bloomberg, Selasa (4/11/2014).
Perusahaan pembuat telepon pintar terbesar ketiga dunia itu telah melakukan penggalangan dana pada Agustus 2013 dan membuat perusahaan itu meraup US$10 miliar.
Pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun telah mendorong perusahaan itu masuk ke pasar baru mulai dari Singapura hingga India. Padahal, perusahaan itu baru meluncurkan produk pertamanya pada 2011.
Ekspansi internasional, dipadukan dengan lonjakan penjualan produk telepon pintar Mi 4 dan model harga murah Redmi, telah membuat perusahaan itu masuk ke jejeran vendor telepon bergerak terkemuka dunia. Namun demikian, Joy Han, juru bicara Xiaomi, tidak mau berkomentar atas rencana perusahaan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Samsung kembangkan ponsel layar gulung dengan kamera bergerak adaptif yang mengikuti perubahan ukuran layar.
Ketua LPS Anggito Abimanyu soroti paradoks literasi keuangan di era digital dalam JFF 2026 Jogja.
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.