Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Harianjogja.com, BOGOR -- Pabrikan Jepang Daihatsu memastikan naiknya harga jual BBM subsidi di Indonesia, bukanlah perkara besar. Pengaruhnya pada penjualan mobil hanya bersifat sementara. Maksimal 15 persen.
"Berdasarkan arahan Gaikindo, dampak pengurangan BBM bersubsidi itu hanya akan berdampak jangka pendek," ujar Marketing Director PT Daihatsu Astra Motor (DAM), Amelia Tjandra, di sela-sela workshop Astra di Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/11/2014).
"Hanya akan berdampak sampai 4 bulan, atau hanya berdampak sekitar 10-15 persen saja. Habis itu akan kembali normal, dan pasar di tahun depan akan tetap sama seperti tahun ini mencapai 1,2 juta unit," tambahnya.
Dirinya juga meyakini naiknya harga jual BBM bersubsidi bisa membuat industri otomotif semakin maju.
"Dan katanya dana untuk subsidi BBM akan dialokasikan untuk infrastruktur memperluas jalan, membangun industri listrik, dan ini sangat mendukung industri otomotif Indonesia. Kami percaya setiap kebijakan pasti baik untuk negara (Indonesia)," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
Jadwal bola malam ini 20-21 Mei 2026 menghadirkan final Liga Europa Freiburg vs Aston Villa hingga final ASEAN Club Championship.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas