SAINS : Bagaimana Jika Bumi Tak Punya Bulan?

Jum'at, 04 Desember 2015 19:20 WIB
SAINS : Bagaimana Jika Bumi Tak Punya Bulan?

Foto Bumi, Bulan, dan Bulan Mini (Mirror.co.uk)

Sains kali ini memberikan pengetahuan tentang pentingnya bulan bagi bumi

Harianjogja.com, JOGJA- Bulan, tetangga terdekat kita setiap memutari bumi tempat manusia tinggal dan menjadi dasar satu perhitungan waktu bagi sebagian masyarakat.

Bulan sebenarnya berasal dari bumi. Atau dengan kata lain awalnya merupakan bagian dari bumi kita ini. Lunar and Planetary Institute, ketika Bumi adalah bayi lava cair pada berusia 30 juta tahun, sebuah impactor raksasa menghantam Bumi, menyebabkan sejumlah bagian dari bumi melesat jauh meninggalkan induknya.

Impactor ini bergabung dengan mantel panas untuk membentuk bulan. Satu miliar tahun yang lalu, bulan berhenti menjadi aktif secara geologis. Dan sekarang menjadi tetangga kita yang begitu indah.

Pertanyaannya bagaimana jika bulan tiba-tiba hilang atau pergi meninggalkan bumi? Apa kira-kira yang terjadi dengan bumi. Karena bulan tidak sekadar memutari bumi tetapi juga bekerja keras untuk memberi pengaruh pada planet ini.

Mungkin dampak yang paling jelas jika bulan pergi meninggalkan kita adalah  perubahan pasang surut air laut. Jika bulan tidak mempengaruhi lautan kita, gelombang akan sekitar sepertiga ukuran  sekarang ini. Matahari akan “mengambil alih” perubahan pasang surut, tapi tidak memiliki tarikan yang sama dengan bulan karena berbagai faktor.

Menurut ScinceLine, bulan juga mempengaruhi ketinggian laut; tarikan gravitasi bulan menyebabkan “tonjolan” air sekitar bagian tengah. Dengan kata lain, kutub memiliki air lebih sedikit dibandingkan daerah khatulistiwa. Jika bulan tidak ada, tonjolan air akan menyebar, bergegas ke kutub yang dangkal.

Bulan juga membantu untuk memperlambat rotasi bumi. Bahkan, bulan sebenarnya sedang melambat kita sedikit demi sedikit meski hanya dalam hitungan mikrodetik per tahun. Jika tidak punya bulan untuk memperlambat rotasi, maka bumi akan berputar hanya dalam waktu enam jam untuk satu hari. Tidak 24 jam seperti sekarang.

Kehilangan bulan juga akan memunculkan berbagi macam konsekuensi seperti badai dan mungkin juga akan mempengaruhi kehidupan bumi. Bayangkan saja bagaimana jika kita hanya memiliki beberapa jam siang dan beberapa jam malam. Pasti evolusi kehidupan bumi juga tidak seperti sekarang kan?

Bulan, selama ini juga mempengaruhi sumbu bumi kita. Bulan menstabilkan kita untuk tetap berada pada letak yang bagus  23 derajat tilt yang mempengaruhi musim di bumi. Tanpa bulan, kita mungkin meluncur dari tegak ke samping.

Dengan mendekati nol derajat tilt kita akan hampir tidak melihat beberapa menit dari matahari atau – seperti Uranus, dengan kemiringan 97 derajat – kita mungkin menemukan diri kita dalam 42 tahun terus-menerus dari sinar matahari, diikuti oleh 42 tahun kegelapan.  Nah jadi jangan sampai kita kehilangan bulan. Bisa kacau balau..

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online