Kasus Covid-19 Mereda, Inggris Mulai Longgarkan Lockdown
Perdana Menteri Boris Johnson siap melancarkan pelonggaran lebih lanjut untuk kegiatan perekonomian Inggris seiring dengan menurunnya angka kasus baru Covid-19.
CEO Facebook Mark Zuckerberg (Istimewa)
Harianjogja.com, JAKARTA --Kasus bocornya data jutaan akun Facebook berbuntut hingga ke Indonesia. Penggunaan Facebook di Indonesia terancam ditutup.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan akan menutup Facebook di Indonesia. Ancaman itu direalisasikan apabila raksasa media sosial ini terbukti gagal melindungi data pribadi penggunanya maupun menindak tegas berita palsu selama periode Pemilu 2019 mendatang.
Beberapa waktu terakhir, Facebook memang bernasib sial dengan terungkapnya pencurian dan penyalahgunaan 50 juta data pribadi penggunanya oleh firma analisis data Cambridge Analytica. Penyalahgunaan itu dilakukan demi kepentingan kampanye kepresidenan Donald Trump dalam pemilu AS pada 2016.
Hal ini menumbuhkan kekhawatiran bahwa agenda Pemilu 2019 yang akan dimulai dalam hitungan bulan akan diwarnai oleh kasus serupa. Rudiantara pun telah menyuarakan kekhawatiran adanya individu atau kelompok terorganisir yang dapat memanfaatkan platform-platform media sosial untuk mempengaruhi hasil pemilu nanti.
“Jika saya harus menutupnya, maka saya akan melakukannya,” ujar Rudiantara dalam sebuah wawancara di kediamannya di Jakarta, seperti dilansir Bloomberg.
Ia mengingatkan bahwa pemerintah sebelumnya pernah memblokir aplikasi layanan pesan Telegram. “Saya melakukannya. Saya tidak segan untuk melakukannya lagi,” tegas Rudiantara.
Peringatan ini juga berlaku untuk platform media sosial lainnya seperti Twitter dan Google yang memiliki situs video YouTube. Baik Twitter dan Google sebelumnya telah setuju untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam hal monitor konten.
Rudiantara mengungkapkan telah menghubungi perwakilan Facebook di Indonesia untuk mendapatkan kepastian bahwa tidak ada data pengguna asal Indonesia yang terseret dalam kasus penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica.
Menurutnya, Facebook telah mengindikasikan akan memberi respons terkait hal ini dalam waktu dekat. Komentar Rudiantara muncul menjelang dimulainya penetapan calon presiden-calon wakil presiden yang akan maju Pilpres 2019 pada September mendatang.
Selain potensi penyalahgunaan informasi pribadi yang diperoleh melalui media sosial untuk menargetkan pemilih individu, Rudiantara juga mengkhawatirkan penggunaan media sosial untuk menyebarkan berita palsu dan mempengaruhi para pemilih.
“Saya harus berhati-hati, apakah itu dilakukan secara internal dari dalam negeri atau luar negeri. Tapi yang terpenting adalah kita harus melakukan pengawasan terhadap platform-platform,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Perdana Menteri Boris Johnson siap melancarkan pelonggaran lebih lanjut untuk kegiatan perekonomian Inggris seiring dengan menurunnya angka kasus baru Covid-19.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.