Pemutihan Denda PBB Klaten 2026, Bayar Pokok Saja hingga 31 Desember
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Ilustrasi Android P./JIBI-Ist-Phonearena
Harianjogja.com, NEW YORK—Google digadang-gadang bakal mengeluarkan sistem terbaru mereka, Android P. Sistem terbaru itu diklaim sudah dimunculkan Google di Instagram Stories mereka dengan menghiasi wallpaper menyambut musim semi.
Dalam serangkaian wallpaper itu, Google menyematkan kisi-kisi untuk Android P. Dikutip dari Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Senin (16/4/2018), dalam serangkaian gambar tersebut, terlihat banyak barang-barang yang bertemakan musim semi seperti pantai dan lainnya. Namun, di salah satu gambar, terdapat sesuatu yang menarik perhatian.
Ternyata, google menampilkan sebuah wallpaper yang dihiasi oleh es batangan, atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai posicle. Tentu saja, nama tersebut sangat berkaitan dengan inisial dari Android P.
Dilansir Phone Arena, usulan nama tersebut sangatlah masuk akal. Hal ini dikarenakan jika mengingat penamaan dari Android, kebanyakan merupakan cemilan manis, semisal Oreo, Marshmallow, Nougat, dan lainnya.
Namun belakangan ini, ada beberapa nama lain yang bermunculan, dan diduga sebagai nama Android P selanjutnya. Beberapa nama camilan manis dan produk makanan, seperti Pineapple Cake, Pepsi, Parfait, Poptart, Pancake, Pumpkin Pie, dan lainnya pun menjadi usulan penamaan dari Android P.
Tapi perlu diingat, jika menilik ke beberapa tahun lalu, perusahaan mesin pencari tersebut kerap menggoda pengguna Android dengan bocoroan-bocoran terkait penamaan OS tersebut. Dan tak jarang Google meminta bantuan para pengguna Android untuk menamai OS terbaru mereka.
Sekedar informasi, Google dikabarkan telah melakukan pengembangan terhadap Android P sesaat setelah mereka meluncurkan Android 8.0 Oreo. Dan belakangan ini, semakin banyak orang yang telah mencoba untuk menggunakan OS tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.