Kemenangan Meksiko Atas Jerman Berkat Doa Nenek Ini
Meksiko mampu mengalahkan Jerman dengan skor 1-0, Minggu (17/6/2018).
Salah satu adegan game Dread Eye/JIBI-Ist-dreadvr.com
Harianjogja.com, TEXAS—Game virtual reality (VR) Dread Eye menghadirkan hantu-hantu asal Indonesia sebagai tokoh-tokoh utama. Hal ini menjadi perhatian gamer-gamer Amerika Serikat di festival kreatif South by Soutwest (SXSW) 2018.
Hantu-hantu asal Indonesia yang dihadirkan seperti pocong, tuyul, kuntilanak sampai genderuwo. SXSW merupakan festival internasional yang menjadi salah satu ajang pameran industri kreatif dan teknologi paling ditunggu di dunia.
SXSW mengumpulkan pelaku industri kreatif mulai dari seniman, musisi, desainer, filmmaker, penulis, produser, start up, desainer grafis, hingga pengembang game. SXSW 2018 diselenggarakan, di Austin, Texas, Amerika Serikat pada 9 Maret 2018 – 18 Maret 2018.
Dread Eye berkesempatan membuka pameran di SXSW 2018 karena menjadi nomine Gamer’s Voice Awards. Penghargaan tersebut dikhususkan untuk pengembang game independen. Dread Eye merupakan karya start up asal Bandung, Jawa Barat bernama Digital Hapiness.
Dilansir Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari VOA Indonesia, Senin (16/4/2018), Dread Eye merupakan game pertama asal Indonesia yang mampu menembus SXSW. Selama dua hari pameran, puluhan pengunjung antre untuk mencoba VR Dread Eye.
“Saya sangat terkejut bermain game ini. Rasanya seperti ditusuk ke badan saya. Saya mencoba berusaha terus membuka mata. Dari beberapa game VR yang pernah saya coba, game ini paling menakutkan,” jelas Poloma asal Austin.
Community Manager PT Digital Semantika Indonesia, Digital Happiness, Adi Dharma mengungkapkan Dread Eye merupakan game ketiga dari Digital Happiness. Dalam game tersebut pemain akan menjadi seorang dukun yang akan melakukan ritual. Beberapa halaman ritual harus dilakukan para pemain. Tujuannya untuk memasuki gerbang dunia lain dan bertemu hantu-hantu lokal Indonesia.
Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Joshua P.M. Simanjuntak memuji Dread Eye. Menurutnya unsur lokal yang dipresentasikan untuk konsumen global adalah salah satu keunikan Dread Eye.
“Dread Eye sangat unik karena membawa cerita dari Indonesia. Konten lokal yang dipresentasikan dan dipahami konsumen global. Ini bisa menjadi inspirasi bagi pada pengembang game kita untuk membawa konten lokal ke tingkat global,” ucap Joshua.
Intip asksi Youtuber Poiised bermain Dread Eye di bawah ini;
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Meksiko mampu mengalahkan Jerman dengan skor 1-0, Minggu (17/6/2018).
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Huawei MatePad Pro Max siap meluncur dengan RAM hingga 20GB, layar OLED 144Hz, dan baterai 10.400 mAh.
KPK umumkan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto 2025 mencapai Rp2,06 triliun. Ini rincian lengkap asetnya.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.