Harga Oli Pertamina Naik 17 Persen, Ini Penyebabnya
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Ilustrasi Jupiter. (Istimewa)
Harianjogja.com, WASHINGTON—Sebuah asteroid terlihat di tata surya berada di orbit planet Jupiter. Bintang yang diketahui bernama Oumuamua ini mengelilingi orbit dengan cara unik.
Oumuamua ini tak seperti asteroid lain yang berputar mengelilingi orbit kedepan. Oumuamua ini justru berjalan mengelilingi orbit dengan cara mundur.
Dilansir Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari Sciencenews, Sabtu (26/5/2018), Astronom Fathi Namouni dari Observatorium Côte d\'Azur di Nice, Prancis, dan Helena Morais dari Universidade Estadual Paulista di Rio Claro, Brasil, menggunakan simulasi komputer untuk menunjukkan bahwa asteroid, yang berbagi orbitnya dengan Jupiter, bisa melakukan perjalanan secara terbalik sejak masa muda tata surya.
Karena asteroid di tata surya bayi terbentuk dari satu awan berputar-putar, mereka seharusnya semua telah melakukan perjalanan ke arah yang sama. Jadi, penjelasan terbaik, kata duo ini, adalah bahwa batu itu, yang dikenal sebagai BZ509 2015, bermigrasi dari sistem planet bintang yang lain di sini.
Sebelumnya tahun lalu, para astronom juga menemikan asteroid antar bintang pertama yang juga jalan memutari orbit dengan cara mundur. Namun hingga kini para ilmuan dan astronom enggan berspekulasi mengenai asteroid tersebut berasal dari luar tata surya.
"Ini tentu saja merupakan kemungkinan yang menarik," kata astronom Martin Connors dari Athabasca University di Kanada. Tapi, katanya, penelitian tidak menentukan apakah asteroid itu berasal dari luar tata surya.
Harianjogja.com, WASHINGTON—Sebuah asteroid terlihat di tata surya berada di orbit planet Jupiter. Bintang yang diketahui bernama Oumuamua ini mengelilingi orbit dengan cara unik.
Oumuamua ini tak seperti asteroid lain yang berputar mengelilingi orbit kedepan. Oumuamua ini justru berjalan mengelilingi orbit dengan cara mundur.
Dilansir Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari Sciencenews, Sabtu (26/5/2018), Astronom Fathi Namouni dari Observatorium Côte d\'Azur di Nice, Prancis, dan Helena Morais dari Universidade Estadual Paulista di Rio Claro, Brasil, menggunakan simulasi komputer untuk menunjukkan bahwa asteroid, yang berbagi orbitnya dengan Jupiter, bisa melakukan perjalanan secara terbalik sejak masa muda tata surya.
Karena asteroid di tata surya bayi terbentuk dari satu awan berputar-putar, mereka seharusnya semua telah melakukan perjalanan ke arah yang sama. Jadi, penjelasan terbaik, kata duo ini, adalah bahwa batu itu, yang dikenal sebagai BZ509 2015, bermigrasi dari sistem planet bintang yang lain di sini.
Sebelumnya tahun lalu, para astronom juga menemikan asteroid antar bintang pertama yang juga jalan memutari orbit dengan cara mundur. Namun hingga kini para ilmuan dan astronom enggan berspekulasi mengenai asteroid tersebut berasal dari luar tata surya.
"Ini tentu saja merupakan kemungkinan yang menarik," kata astronom Martin Connors dari Athabasca University di Kanada. Tapi, katanya, penelitian tidak menentukan apakah asteroid itu berasal dari luar tata surya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Dua Pos Lantas di Surabaya dilempari bom molotov. Polisi menangkap pelaku dan masih menyelidiki motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Harga emas menguat 0,84% sepekan dan diprediksi melanjutkan reli. Emas berpeluang menguji level US$4.503 per troy ounce.
Australia dan Malaysia menyampaikan belasungkawa atas gempa M7,7 di NTT yang berdampak pada ribuan warga dan menewaskan 47 orang.
BPC HIPMI Kota Yogyakarta mempertemukan lebih dari 50 peserta pitching dengan investor melalui Jogja Investment Arena 2026.
BRIN mengembangkan grafit artifisial dari limbah batu bara untuk bahan baku baterai EV dengan tingkat kesesuaian struktur mencapai 96,8%.