Fathul Wahid Kembali Terpilih sebagai Rektor UII
Fathul Wahid kembali terpilih sebagai Rektor di Universitas Islam Indonesia (UII).
Ilustrasi medsos
Harianjogja.com, JOGJA--Platform media sosial memungkinkan kita tetap berhubungan dengan teman-teman dan menjalin hubungan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun peningkatan komunikasi dan koneksi sosial itu membawa konsekuensi baru. Sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Social Psychology, para peneliti menyimpulkan bahwa mereka yang mendokumentasikan dan berbagi pengalaman mereka di media sosial, memiliki ingatan yang kurang berkesan terhadap peristiwa-peristiwa yang mereka unggah dalam medsos.
Dalam serangkaian tiga penelitian yang dipimpin Diana Tamir dari Universitas Princeton, para peneliti mengeksplorasi bagaimana mengambil foto dan video untuk media sosial, telah memengaruhi kesenangan, keterlibatan, dan memori orang-orang terhadap pengalaman tersebut.
Diana Tamir dkk melakukan eksperimen terhadap relawan. Peneliti meminta relawan merekam pengalaman mereka dalam beberapa cara: mengambil foto atau catatan acara, merekam acara tetapi tidak menyimpannya, membagikan foto acara di media sosial atau menyimpannya di album pribadi. Mereka kemudian ditanya seberapa besar mereka menikmati pengalaman, seberapa banyak mereka mempertahankan fokus atau jika pikiran mereka ngelantur dan kemudian diberikan kuis untuk menguji ingatan mereka.
Tamir dan timnya menemukan bahwa berbagi pengalaman di medsos tidak mempengaruhi seberapa banyak orang merasa menikmati pengalaman atau terlibat di dalamnya. Namun, mereka yang menulis, mencatat atau berbagi pengalaman mereka, memiliki hasil tes memori lebih buruk 10% di semua eksperimen.
Para peneliti menyimpulkan penyebab sedikitnya ingatan sebetulnya bukan murni karena media sosial. Sebab, orang yang mengambil foto atau menulis catatan pengalaman tanpa mempublikasikannya di medsos sekalipun juga menunjukkan hasil tes yang sama.
Diana dkk menemukan bahwa merekam dan mencatat merupakan tindakan eksternalisasi pengalaman, yakni mereproduksi sebuah peristiwa sehingga membuat seseorang kehilangan sesuatu dari pengalaman asli.
Hadirnya Internet portabel, membuat hampir semua fakta dapat diakses dalam hitungan detik. Kemudahan ini telah menghasilkan apa yang oleh para peneliti disebut efek Google. Ini adalah kondisi ketika seseorang memiliki sedikit kebutuhan menyimpan informasi secara internal ketika sangat mudah mengaksesnya di tempat lain.
Ketersediaan informasi eksternal ini menyebabkan kita mengabaikan substansi informasi, tetapi justru mengingat di mana menemukannya. Sebagai contoh, sebuah penelitian menemukan bahwa jika orang yang memainkan permainan trivia percaya komputer menyimpan setiap pertanyaan trivia untuk dipelajari nanti. Mereka tidak menyimpan informasi yang mereka inginkan dalam memori mereka. Sebaliknya, mereka justru menyimpan memori tentang bagaimana cara mengambil informasi itu di komputer.
Studi terbaru menunjukkan bahwa proses yang sama mungkin terjadi untuk memori terhadap pengalaman. Di masa lalu, pengalaman tidak dapat dengan mudah ditangkap dan disimpan secara eksternal. Dengan munculnya smartphone dan media sosial, kita dapat mengeksternalkan tidak hanya pengetahuan, tetapi juga memori dari pengalaman paling menyenangkan.
Meskipun pengalaman ini dapat dipertahankan di perangkat, apa yang tersisa di ingatan orang malah mungkin berkurang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Time.com
Fathul Wahid kembali terpilih sebagai Rektor di Universitas Islam Indonesia (UII).
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.