OPINI: Ketika Tindakan Bunuh Diri Terinspirasi Film Drama Korea
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Siluet laptop dan pengguna gadget terlihat di samping proyeksi layar logo Google dalam ilustrasi foto yang diambil 28 Maret 2018. /REUTERS-Dado Ruvic
Harianjogja.com, JOGJA- Siapa yang tak kenal Google? Banyak orang mendambakan bekerja di perusahaan raksasa ini karena gajinya yang selangit.
Perusahaan raksasa Google dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu dari deretan perusahaan paling bernilai di dunia dan menjadi impian para pencari kerja. Perusahaan yang bernilai lebih dari 5.000 triliun rupiah ini menjadi dambaan untuk mendapatkan penghasilan besar.
Berapa kira-kira gaji yang diterima bila bekerja di Google? yuk kita simak!
Berdasarkan data yang diambil dari Paysa (terakhir update 2 Mei 2018), gaji karyawan google rata-rata selama setahun mendapatkan US$190.854 setara dengan Rp2,6 Miliar atau Rp216 juta per bulan. Gaji sebesar itu sudah termasuk gaji pokok, ekuitas, dan bonus.
Coba bandingkan dengan gaji mantan Presiden Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Total jumlah gaji yang diterima Megawati sebesar Rp112 juta perbulan, atau sekitar separuh dari gaji yang diterima karyawan Google.
Seperti ditulis Hitekno.com, Terdapat 5 departemen pokok yang ada di Perusahaan Google. Kelima departemen tersebut adalah departemen teknik, manajemen, pemasaran, keuangan, dan perumahan.
Dari kelima departemen tersebut yang mendapatkan rata-rata gaji tertinggi berasal dari departemen teknik yaitu senior engineering dengan rata-rata sebesar US$362.000 atau Rp5 miliar.
Keahlian yang biasanya dimiliki oleh karyawan-karyawan Google adalah penguasaan bahasa pemrograman Java (27%), Python (23%), C++ (21 %), ilmu manajemen (21%), linux(20%), dan software development (19%).
Lebih dari setengah dari jumlah karyawan Google merupakan lulusan Sarjana. Paling sedikit sebanyak 3% merupakan lulusan strata 3 atau doktor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
BNPB melaporkan kebakaran hutan di Gunung Bromo telah melahap sekitar 60 hektare. Helikopter dan drone dikerahkan untuk pemadaman.
BMKG memprakirakan cuaca DIY cerah pada Kamis (6/8/2026), sementara sebagian besar wilayah Indonesia didominasi cerah berawan hingga berawan tebal.
PBB memperingatkan El Nino 2026-2027 berpotensi menyebabkan 49 juta orang mengalami kerawanan pangan akut hingga akhir 2027.
Kemenkeu akan mengambil alih 60% saham KCIC atau Whoosh dan mengelolanya melalui SMV, ditargetkan rampung pertengahan September 2026.
Pemkab Temanggung memperkuat kapasitas relawan kebencanaan melalui pelatihan yang menitikberatkan mitigasi dan manajemen pascabencana.