ini Alasan Upgrade OS Bikin Ponsel Lemot

Chelin Indra Sushmita
Chelin Indra Sushmita Rabu, 01 Agustus 2018 17:00 WIB
ini Alasan Upgrade OS Bikin Ponsel Lemot

Ilustrasi smartphone (Pictagram)

Harianjogja.com, JOGJA—Umumnya, performa telepon seluler (ponsel) pintar bakal melambat setelah dipakai dalam jangka waktu tertentu akibat pemakaian terus menerus. Salah satu penyebab performa turun yakni kapasitas memori yang terkuras habis.

Selain itu, hal lain yang membuat performa ponsel pintar melambat adalah upgrade sistem operasi. Smartphone yang selalu terkoneksi Internet biasanya bakal mendapatkan pemberitahuan jika ada pembaruan sistem operasi. Pengguna ponsel seringkali melakukan pembaruan tersebut agar kecepatan ponsel meningkat.

Tapi, tahukah Anda jika pembaruan sistem operasi itu justru memperlambat kinerja ponsel pintar? Dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari Engadget, Rabu (1/8/2018), sistem operasi baru memang akan meningkatkan performa ponsel. Dengan catatan didukung dengan kualitas perangkat yang mumpuni. Artinya, sistem operasi terbaru harus didukung dengan perangkat yang berkualitas.

Jika hanya memperbarui sistem operasinya saja, maka performa ponsel justru bakal melambat. Sebab, memori internal perangkat akan terkuras untuk menyimpan data terbaru dari sistem operasi tersebut. Guna mengatasi masalah tersebut, pengguna ponsel harus menghapus beberapa aplikasi yang terpasang di perangkat tersebut.

Itulah sebabnya OS terbaru dibekali dengan hardware berkualitas terbaik. Sebab, OS terbaru membutuhkan lebih banyak sumber daya yang menuntut spesifikasi tinggi. Misalnya, jika membeli smartphone dengan OS Android Marshmallow dan di-upgrade ke Nougat, maka ponsel akan bekerja lebih keras. Hal ini terjadi lantaran perangkat tersebut didesain bekerja cepat untuk Android Marshmallow.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Solopos

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online