Pasar Ponsel Pintar Semakin Menyusut

Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami Kamis, 02 Agustus 2018 15:00 WIB
Pasar Ponsel Pintar Semakin Menyusut

Ilustrasi penggunaan fitur AR Emoji karakter film The Incredibles di Samsung Galaxy S9/Samsung

Harianjogja, JAKARTA—Penjualan telepon seluler (ponsel) global semakin menyusut menyusul tekanan kenaikan harga di tengah pasar yang semakin jenuh.

IDC menyatakan pengiriman ponsel pintar sepanjang kuartal II/2018 merosot 1,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dari 348,2 juta unit menjadi 342 juta unit.

Angka pengapalan ini meneruskan tren penurunan penjualan yang telah terjadi tiga kuartal berturut-turut. Menurut IDC hal ini disebabkan oleh pasar yang terus bergejolak selama beberapa waktu belakangan.

Anthony Scarsella, Research Manager IDC Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker, menyebut kejenuhan pasar, peningkatan angka penetrasi smartphone, dan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) yang terus naik menjadi penyebabnya.

Di banyak pasar, tutur Scarsella, konsumen cederung bersedia membayar lebih untuk produk premium dengan harapan perangkat mereka dapat digunakan lebih lama dan dapat mengungguli kualitas ponsel dari generasi sebelumnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, dia mengatakan produsen harus fokus pada fitur-fitur inovatif dan beberapa upaya lain misalnya dengan memberikan dorongan lebih pada konsumen lewat promosi dan sebagainya.

“Ini untuk memicu pertumbuhan di pasar yang memiliki kompetisi sangat ketat,” katanya.

Berdasarkan laporan IDC, Samsung masih bertahan sebagai pabrikan teratas di pasar global dengan angka pengiriman 71,5 juta unit. Posisi kedua ditempati vendor asal China, Huawei, dengan pengapalan 54,2 juta unit, diikuti Apple yang mendistribusikan 41,3 juta unit ponsel pada April—Juni 2018.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis Indonesia

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online