Data Pemerintah Terhubung, Meutya Hafid: Perlinsos Harus Tepat Sasaran
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Foto sekuen fase gerhana bulan total terlihat di Padang, Sumatra Barat, Rabu (31/1)./Antara- Iggoy el Fitra
Harianjogja.com, JAKARTA-Para ilmuwan mengaku saat ini mereka telah memiliki bukti definitif tentang adanya es yang mengandung air di permukaan Bulan.
Endapan es itu ditemukan di kutub utara dan selatan bulan, dan kemungkinan berasal dari masa purba.
Penemuan ini diperoleh instrumen pada pesawat ruang angkasa Chandrayaan-1 India, yang mengeksplorasi Bulan antara tahun 2008 dan 2009.
Rincian penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).
Penyebaran endapan es itu tidak merata. Di kutub selatan bulan, sebagian besar es terkonsentrasi di kawah-kawahnya. Di kutub utara, es air lebih longgar dan lebih tersebar luas.
Alat di Chandrayaan, Moon Mineralogy Mapper (M3) mengidentifikasi adanya tiga tanda khusus es air di permukaan bulan.
M3 tidak hanya mengambil sifat reflektif yang khas dari es, tetapi mampu mengukur secara langsung cara molekulnya yang khas dalam menyerap cahaya inframerah. Ini berarti bisa membedakan antara air cair dan uap dan es padat.
Suhu di Bulan pada siang hari dapat mencapai 100C yang sangat panas, yang tidak memberikan kondisi terbaik bagi permukaan es untuk bertahan.
Tetapi karena Bulan miring pada porosnya sekitar 1,54 derajat, ada tempat di kutub lunar yang tidak pernah mengalami siang hari.
Para ilmuwan memperkirakan bahwa suhu di kawah yang secara permanen berada dalam bayangan di kutub Bulan tidak prnah melewati -157 C. Ini akan menciptakan lingkungan yang membuat endapan es-air bisa tetap stabil untuk waktu yang lama.
Hasil penelitian ini mendukung penemuan sebelumnya yang mendeteksi secara tidak langsung adanya es di permukaan di kutub selatan Bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.