OPINI: Apoteker Masa Depan Tidak Cukup Hanya Pintar tentang Obat
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Ilustrasi Whatsapp. (Istimewa)
Hariajogja.com, NEW YORK—WhatsApp diketahui sudah menjalin kemitraan dengan Google Drive yang memberikan benefit kepada pengguna untuk menyimpan segala data WhatsApp di Google Drive tanpa mengurangi kuota penyimpan.
Namun kebijakan itu bukanlah tanpa syarat. Sebab, WhatsApp akan menghapus segala data backup yang belum diperbarui dalam setahun. Dikutip dari situs resminya, WhatsApp akan mulai menghapus data backup per 12 November mendatang.
"Backup data yang belum diperbarui dalam waktu setahun akan dihapus dari Google Drive," demikian tulis WhatsApp, dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari Okezone, Jumat (24/8/2018).
WhatsApp sejauh ini telah mengirim email kepada para pengguna untuk segera melakukan backup terkait data-data penting.
Bagi Anda yang bingung untuk melakukan backup data Whatsapp, tak perlu risau. Sebab proses backup terbilang mudah dan tak membutuhkan banyak waktu. Pengguna hanya perlu masuk ke WhatsApp kemudian pilih menu "settings". Selanjutnya, pilih "chats" dan tekan "chat backup", lantas "back up".
Jangan pula pula, pastikan bahwa akun Google aktif sebelum melakukan backup ke Google Drive.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 7 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.