Tersangka 3 Kasus Korupsi Febrie Adriansyah Tak Ditahan, Ini Alasannya
Kejagung memastikan Febrie Adriansyah belum ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri. Berkas perkara masih dipelajari.
Huawei Mate 20. (Istimewa)
Harianjogja.com, BEIJING—Huawei tampaknya telah menetapkan inovasi baru dalam layar smartphone miliknya, Huawei Mate 20. Inovasi baru tersebut merupakan layar notch mini yang mirip dengan tetes air atau "waterdrop". Tampilan ini memang bukan yang pertama, sebelumnya Oppo F9 juga menampilkan desain tersebut.
Dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari T3, Selasa (9/10/2018), tidak hanya sampai di situ, ponsel juga tampaknya akan memiliki desain bezel tipis. Sementara itu, ponsel yang lebih unggul, Mate 20 Pro akan mengusung layar lebih besar yakni LCD 6,4 inci dengan resolusi 2244 x 1080.
Handset juga akan dibekali dengan prosesor terbaru yakni, Kirin 980 octa core, serta konfigurasi penyimpanan RAM 8GB dan memori internal 512GB. Untuk kapasitas baterainya, ponsel akan dibekali daya 4.000 mAh.
Namun sayangnya, ponsel kabarnya tak dilengkapi dengan pengenalan wajah (Face ID) karena kurangnya sensor. Sebaliknya akan ada sensor sidik jari yang terletak di bawah kamera belakang. Kamera belakangnya sendiri disisipi 3 lensa dengan lampu kilat LED.
Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro diharapkan akan diluncurkan pada 16 Oktober.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Kejagung memastikan Febrie Adriansyah belum ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri. Berkas perkara masih dipelajari.
Presiden Prabowo akan melantik sekitar 1.500 calon perwira remaja TNI dan Polri di Istana Merdeka pada Rabu pagi.
Pemkot Jogja menargetkan seluruh SMP dan MTs menerapkan Program Sekolah Siaga Kependudukan untuk mencegah pernikahan usia anak.
DPR RI meminta pemerintah mengevaluasi fenomena sekolah yang kekurangan murid. Lokasi sekolah hingga stigma sekolah favorit menjadi sorotan.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa menguap membantu mengatur cairan otak, menjaga suhu tubuh, hingga mendukung pembuangan limbah metabolisme.
Pemerintah masih mengkaji lokasi PFII. Bali menjadi salah satu opsi, termasuk kawasan KEK yang statusnya dapat diubah jika diperlukan.