Prabowo Ungkap Rp49 Triliun Uang Tak Bertuan Segera Masuk Kas Negara
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Siluet laptop dan pengguna gadget terlihat di samping proyeksi layar logo Google dalam ilustrasi foto yang diambil 28 Maret 2018. /REUTERS-Dado Ruvic
Harianjogja.com, JAKARTA-Google membantah akan meluncurkan mesin pencari mereka di Tiongkok. Namun, Google mengakui tetap mempelajari rencana tersebut, kata CEO mereka Sundar Pichai.
"Saat ini, tidak ada rencana meluncurkan mesin pencari di Tiongkok," kata Pichai, saat disidang oleh Kongres Amerika Serikat, dikutip dari Reuters, Rabu (12/12/2018).
Pichai menghadapi sejumlah pertanyaan dari Komite Yudisial DPR AS, yang sedang mengawasi ketat para raksasa teknologi. Mesin pencari Google sudah diblokir Tiongkok sejak 2010 karena kebijakan yang berlaku di negara tersebut, namun, Google berusaha kembali masuk ke negara itu.
Para pembuat kebijakan di AS dan karyawan Google khawatir perusahaan akan mematuhi sensor internet di Tiongkok dan kebijakan pengawasan jika mereka kembali masuk ke negara yang memiliki jumlah pengguna ponsel terbesar di dunia.
Meskipun membantah akan meluncurkan mesin pencari, Pichai mengaku mereka mengembangkan dan mencari tahu mesin pencari seperti apa yang baik.
"Proyek ini sudah berjalan selama beberapa waktu. Ada lebih dari 100 orang yang mengerjakannya".
Pichai mengatakan tidak ada pembicaraan dengan pemerintah Tiongkok saat ini dan berjanji akan bersikap transparan jika mereka memiliki produk mesin pencari di Tiongkok.
Melalui surat untuk para legislator Agustus lalu, Pichai menyatakan memberikan mesin pencari akan memberi "manfaat yang luas" di Tiongkok, tapi, dia tidak menjelaskan apakah Google akan meluncurkan layanan di sana.
Reuters mengutip seorang sumber anonim dari pemerintahan Tiongkok beberapa bulan lalu, yang menyatakan tidak mungkin Google akan meluncurkan layanan pencarian pada 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Kejagung masih menyelidiki dugaan pengurusan perkara yang menyeret Aspidum Kejati Sumsel Atang Pujiyanto.
Afgan menyiapkan 30 lagu hit untuk konser Retrospektif di Jakarta pada Juli 2026, termasuk Terima Kasih Cinta hingga Panah Asmara.
KNKT masih menyelidiki penyebab kecelakaan KRL di Bekasi Timur dengan memeriksa CCTV, black box, dan sistem persinyalan kereta.
IDAI mengingatkan bahaya monkey malaria yang menular lewat nyamuk dari monyet ke manusia dan bisa memicu infeksi berat hingga kematian.