Pertamina Siapkan Perampingan Anak Usaha Sesuai Perintah Prabowo
Pertamina mengungkap program streamlining anak usaha yang telah dilakukan pada semester I/2026 setelah mendapat arahan Presiden Prabowo.
Astronom temukan planet di luar Galaksi Bima Sakti./Ist-NASA
Harianjogja.com, JAKARTA - Khususnya pada awal tahun ini, astronom mendeteksi planet di luar galaksi Bima Sakti yang memiliki massa sekecil Bulan hingga sebesar Jupiter.
Dilansir Sciencealert, menemukan planet asing di luar galaksi Bima Sakti tentu tidak mudah, bahkan di galaksi Bima Sakti sendiri. Akan tetapi, peneliti University of Oklahoma memiliki cara yang disebut dengan \'gravitational microlensing\'.
Teknik ini, yang pertama kali diprediksi oleh teori relativitas umum Einstein, telah digunakan untuk menemukan exoplanet di dalam Bima Sakti, dan itu satu-satunya cara yang diketahui untuk menemukan planet terkecil dan terjauh, ribuan tahun cahaya dari Bumi.
Sebuah planet mengorbit bintang, medan gravitasi sistem dapat membelokkan cahaya bintang yang jauh di belakangnya. Peneliti mengetahui hal ini bila hanya terdapat dua bintang.
Sejauh ini, 53 exoplanet di dalam Bima Sakti telah terdeteksi menggunakan metode ini. Untuk menemukan planet yang lebih jauh, diperlukan sesuatu yang sedikit lebih kuat daripada satu bintang.
Astronom di Universitas Oklahoma Xinyu Dai dan Eduardo Guerras mempelajari quasar 6 miliar tahun cahaya yang disebut RX J1131-1231, salah satu quasar bercahaya gravitasi terbaik di langit.
Medan gravitasi galaksi yang berjarak 3,8 miliar tahun cahaya antara galaksi Bima Sakti dan quasar membelokkan cahaya sedemikian rupa, sehingga menciptakan empat gambar quasar, yang merupakan lubang hitam supermasif aktif yang sangat cerah dalam sinar-X.
Dengan menggunakan data dari observatorium Chandra X-ray milik NASA, para peneliti menemukan bahwa ada pergeseran energi garis yang aneh pada cahaya quasar yang hanya bisa dijelaskan oleh planet-planet di galaksi yang melapisi quasar.
Ternyata ditemukan sekira 2.000 planet tak terikat dengan massa berkisar antara Bulan dan Jupiter, di antara bintang-bintang galaksi.
"Kami sangat gembira dengan penemuan ini. Ini adalah pertama kalinya ada yang menemukan planet di luar galaksi kita," kata Dai.
Peneliti belum melihat planet-planet secara langsung. Namun, mereka bisa mendeteksi yang merupakan bukti luar biasa akan kekuatan microlensing.
Tentu saja, akal sehat akan menentukan bahwa planet ada di luar sana, tetapi dengan bukti ini menunjukkan hal yang baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Pertamina mengungkap program streamlining anak usaha yang telah dilakukan pada semester I/2026 setelah mendapat arahan Presiden Prabowo.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.