Korban Scam di ASEAN Naik Jadi 45%, Ekonomi Digital Dibidik
Korban penipuan online di ASEAN naik menjadi 45% pada 2025. Di sisi lain, ekonomi digital Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$1,4 triliun.
Logo Ford di New York Auto Show di Manhattan New York City, New York, AS, 29 Maret 2018. /REUTERS
Harianjogja.com, JAKARTA – Ford Motor Co berencana untuk menggelar teknologi nirkabel untuk model kendaraan terbarunya di Amerika Serikat pada 2022. Teknologi baru yang disebut C-V2X akan menambah sensor yang digunakan dalam mobil self-driving.
Executive Director, Conected Vehicles and Services Ford, Don Butler mengatakan bahwa sensor ini akan membuat pandangan kendaraan dari radar dan kamera akan lebih komprehensif.
“C-V2X dapat melengkapi sistem ini dengan cara yang mirip dengan bagaimana indera pendengaran melengkapi [indera] penglihatan,” ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (8/1/2019).
Teknologi baru ini akan membuat mobil mengirim dan menerima informasi tentang lingkungan sekitar mereka dengan cepat. Hal itu juga akan membantu pengemudi mengetahui apa yang ada di depan mereka sebelum mereka melihatnya.
Sedangkan untuk kendaraan self-driving rencananya akan dirilis Ford 2021 atau ketika desain yang dirancang khusus untuk sistem otonom sudah siap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Korban penipuan online di ASEAN naik menjadi 45% pada 2025. Di sisi lain, ekonomi digital Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$1,4 triliun.
Realisasi Dana Desa Sleman 2026 tercatat 51,97% per 8 Oktober. DPMK menyebut masih banyak realisasi di lapangan yang belum diinput.
Kajari Konawe Fachrizal ditangkap Kejati Sultra terkait dugaan penyalahgunaan wewenang. Kasusnya kini diserahkan ke Kejagung untuk diperiksa.
Kabupaten Magelang mengukuhkan 20 dewan hakim untuk menilai 443 peserta MTQ, MQK, dan Festival Rebana 2026.
Bamsoet menegaskan hasil Pilpres 2024 tetap sah setelah putusan MK terkait Gibran. Ia meminta putusan dan proses selanjutnya dihormati.
Sebanyak 29.493 siswa di 90 sekolah Kulonprogo mengikuti Pemilos serentak berbasis E-Voting sebagai pendidikan demokrasi dan politik awal.