Heboh Rumah Kontrakan Akan Ditarik Pajak, Ini Kata Purbaya
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
Model memperlihatkan ponsel pintar Vivo V11 Pro saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (12/9/2018)./JIBI-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, BANDUNG – Produsen ponsel asal Tiongkok, Vivo, rupanya sudah memiliki perangkat yang sudah mendukung jaringan 5G di negara asalnya.
"Di China, Vivo sudah mengeluarkan, secara internal," kata Manajer Produk Vivo Global, Charles Ding, saat acara bincang-bincang dengan media di Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/1/2019).
Perangkat buatan Vivo ini menggunakan spektrum millimeter wave, gelombang milimeter, yang mendukung jaringan 5G. Gelombang milimeter tergolong frekuensi yang sangat tinggi, berada di kisaran 30 GHz hingga 300 GHz.
Uji coba jaringan nirkabel 5G biasanya menggunakan spektrum tersebut.
Vivo tidak membocorkan kapan perangkat tersebut akan meluncur, namun, memastikan Vivo akan mengeluarkan produk yang mendukung jaringan 5G.
"Saya bisa pastikan akan segera ada produk Vivo yang mendukung 5G," kata Ding.
Produsen ponsel berlomba-lomba mengeluarkan ponsel yang dapat tersambung ke jaringan 5G, diperkirakan jaringan tersebut akan tersedia akihr tahun ini.
Apalagi, chipset terbaru dari Qualcomm, Snapdragon 855 sudah mendukung jaringan 5G.
Beberapa waktu lalu, operator seluler di AS, Sprint mengumumkan kerja sama ponsel 5G dengan Samsung dan LG.
China akan menjadi salah satu negara yang paling awal mengadopsi jaringan 5G, begitu juga dengan Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan. Pendekatan yang China lakukan terbilang cukup agresif dalam membangun infrastruktur untuk jaringan super cepat tersebut.
Lembaga riset Deloitte dalam laporan berjudul "5G: The Chance to Lead for A Decade" yang dipublikasikan tahun lalu menyebut tidak ada negara yang mengalahkan Tiongkok dalam membangun jaringan 5G.
Deloitte menyebut Tiongkok mengalahkan Amerika Serikat dalam hal pembangunan infrastruktur 5G. Penyedia jaringan di Tiongkok menambahkan sekitar 350.000 titik untuk mengakomodasi jaringan nirkabel sejak 2015, jumlah total saat ini diperkirakan ada di kisaran angka 1,9 juta. Sementara AS baru memiliki 200.000 titik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.